Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2015

Jangan Tertipu Dengan Apa yang Kita Lihat di Sosial Media

Kita seringkali tertipu oleh apa yang kita lihat di sosial media. Tak heran ya, karena para pengguna sosial media memang memiliki kebebasan untuk mempublikasikan apapun ke sosial media. Barang-barang, tempat-tempat, makanan, foto-foto narsis, hingga kata-kata yang diumbar melalui sebuah status atau tulisan. Semua bebas dipublikasikan selama tak melanggar kebijakan dari sosial media tersebut. 


Hanya saja, tak semua yang kita lihat itu benar-benar sesuai dengan kenyataannya. Orang yang terlihat sangat rupawan di sosial media secara fisik atau tampilan, bisa jadi kenyataannya tak seperti itu. Orang yang terlihat sangat keren karena memiliki banyak barang-barang mewah yang ia publikasikan di sosial medianya -dan diakui sebagai miliknya-, bisa jadi hanya seorang sales barang-barang tersebut. Orang yang di sosial media tampak begitu pintar dengan status-status yang ia buat, bisa jadi hanya seorang yang hobi copy paste

Eh, tulisan ini bukan untuk membuat kita jadi mudah bersu'udzan (berp…

Saat Dilanda Rasa Iri

Semua orang pasti pernah dilanda perasaan iri. Bedanya, orang yang memiliki iman yang kuat atau kepribadian yang positif, mampu mengatasi rasa iri tersebut dengan baik. Sedangkan bagi orang yang imannya lemah atau memiliki kepribadian yang negatif, mereka tak mampu mengatasi rasa iri tersebut. 

Saya pribadi juga pernah dilanda perasaan iri. Kita sebagai manusia pasti di uji dengan berbagai cara. Dan rasa iri merupakan salah satu ujian bagi iman kita. Sejauh mana kita bisa mengatasi rasa iri tersebut, karena rasa iri yang dibiarkan, bisa memicu hal-hal buruk lainnya. Di awali dari rasa tak suka, kemudian jadi benci. Awalnya, ada rasa tak suka melihat orang lain bahagia, kemudian timbul perasaan ingin mengambil kebahagiaan orang lain. 

Yang berbahaya jika rasa iri membuat kita merasa bahwa Allah tak adil pada kita. Kita merasa Allah memberi kemudahan pada orang lain, sedangkan kita diberi kesulitan. Allah memberi orang lain kelebihan rupa maupun harta yang tidak kita miliki, Allah juga me…

Terlalu Sensitif

Apakah kamu termasuk orang yang sensitif? Atau bahkan terlalu sensitif? Biasanya sih, wanita yang sedang hamil memiliki kecenderungan untuk jadi lebih sensitif ya. Tapi, kalau di luar masa kehamilan, kita terlalu sensitif rasanya agak merepotkan ya. Sebab, orang yang terlalu sensitif seringkali lebih mudah mengarah pada hal-hal yang negatif dibanding positif.


Orang yang terlalu sensitif biasanya lebih mudah khawatir, mudah tersinggung, dan mudah berpikir negatif. Itu sebabnya orang yang terlalu sensitif identik dengan cengeng, mudah menangis, dan mudah marah. Orang yang terlalu sensitif seringkali menanggapi segala sesuatu secara berlebihan, mereka juga memiliki perasaan yang terlalu peka dalam memberikan sebuah respon.

Sebenarnya orang yang sensitif itu gak buruk, justru dalam beberapa hal kita perlu memiliki sifat sensitif. Yang tak baik adalah jika sifat sensitif itu kita miliki secara berlebihan. Selain tak baik untuk diri kita, sifat terlalu sensitif ini juga bisa membuat orang di …

Diri Kitalah yang Membuatnya Jadi Rumit

Benar juga ya, kalau ada yang bilang bahwa hidup ini sederhana, hidup ini mudah. Kalau dipikir-pikir, hidup ini memang betul-betul sederhana dan mudah, lho. Gak sulit, gak rumit, gak berat, seperti yang kadang-kadang kita rasakan, saat kita dihadapkan dengan begitu banyak masalah yang datang bertubi-tubi. Siapa yang bilang hidup ini sulit dan rumit? Kita! Siapa yang berpikir bahwa hidup ini sulit dan rumit? Pikiran kita!

Jadi, kalau begitu darimana datangnya pandangan bahwa hidup ini sulit dan rumit? Dari diri kita sendiri, tepatnya pikiran kita sendirilah yang menganggap bahwa hidup ini sulit dan rumit. Coba jika kita ubah pandangan kita mengenai hidup, yaitu dengan berpikir bahwa hidup ini mudah, hidup ini sederhana. Maka hidup ini betul-betul akan menjadi mudah dan sederhana. 

Sayangnya, pikiran kita seringkali lemah. Pikiran kita dilemahkan oleh ketakutan, kecemasan, pikiran negatif, rasa pesimis, maupun pikiran-pikiran buruk lainnya. Hal-hal tersebutlah yang membuat pikiran kita ja…

Menghindari Pembicaraan yang Negatif

Setiap harinya, rasanya kita tak pernah terlepas dari pembicaraan yang negatif. Sepertinya, ada saja bahan pembicaraan yang menarik untuk kita mengupas hal-hal negatif dari orang lain, maupun apa yang terjadi di sekitar kita. Apalagi jika kita hobi menonton acara infotainment di televisi, rasanya sulit deh, untuk bisa membungkam mulut kita agar tak ikut-ikutan berkomentar negatif. Kalaupun kita bisa membungkam mulut kita, eh..pikiran kita yang bersu'udzan (berprasangka buruk). 


Bukan hanya melalui infotainment aja kok, tapi juga melalui lingkungan, apakah itu di tempat kerja, sekolah, bahkan di rumah sekalipun, pembicaraan negatif bisa banget terjadi. Padahal, sebagian besar pelakunya bisa jadi sudah tau mengenai bahayanya ghibah (bergunjing), su'udzan, ataupun negative thinking. Pembicaraan negatif, pada akhirnya membuat kita lekat dengan ketiga hal itu. 

Pembicaraan negatif sebenarnya tak ada manfaatnya, malah merugikan kita. Pembicaraan negatif seringkali membuat hati dan pik…

Hapus Orang yang Negatif Dari Daftar Calon Pendamping Hidupmu

Atas dasar cinta, kita seringkali berusaha memaklumi keburukan-keburukan orang yang kita cintai, meski secara logika sulit untuk ditoleransi. Kita berusaha menerima keburukan-keburukan orang yang kita cintai sebagai bentuk pengorbanan, yang lagi-lagi disebut atas dasar cinta. Dan, atas dasar cinta jugalah, seseorang rela dirugikan dan disakiti berkali-kali oleh orang yang dicintainya. Tapi, jika sudah berlebihan, apakah ini cinta yang sehat?

Eh, tunggu dulu, yang saya maksud di sini, atas dasar cinta sebelum adanya pernikahan lho ya. Karena setelah pernikahan, menerima keburukan-keburukan pasangan adalah bagian dari pengorbanan (risiko) dalam rumah tangga. Tadi saya mengulas tentang pemakluman atau penerimaan keburukan orang yang kita cintai atas dasar cinta semata.

Sebab, seringkali ada hubungan yang sebenarnya tak sehat untuk dijalani namun tetap juga dijalani, bahkan tetap dilanjutkan ke pernikahan. Meski sebelum menikah kita tau orang yang kita cintai tersebut memiliki keburukan-keb…

Biarkan Anak Kita Memilih Sendiri Cita-cita Hidupnya

Saat anak kita masih kecil, biasanya kita suka mengarahkannya untuk menyukai apa yang kita sukai. Jika kita mengharapkan anak kita menjadi dokter misalnya, kita biasanya mengarahkan anak kita untuk menyukai hal-hal yang berkaitan dengannya. Atau jika kita mengharapkan anak kita bisa menjadi penyanyi, maka sejak kecil anak kita dibiasakan dengan aktivitas menyanyi. Semua itu dilakukan dengan harapan agar kelak anak kita bisa menjadi seperti yang kita harapkan.



Sebenarnya tak ada yang salah kok, dengan hal itu. Setiap orangtua berhak memiliki harapan atau keinginan mengenai masa depan anaknya. Kita kadang berpikir bahwa yang kita anggap baik untuk anak kita, maka itulah yang memang terbaik bagi mereka. Tapi hati-hati lho dengan pemikiran seperti itu. Akan menjadi salah, jika kita sebagai orangtua mendorong anak melakukan apa yang tak benar-benar mereka inginkan. Karena saat anak kita dewasa, mereka adalah orang yang paling berhak menentukan pilihan hidup mereka sendiri, bukan kita, meski…

Melupakan di Saat Patah Hati

Saat kita baru saja mengalami patah hati, apakah itu ditinggalkan oleh orang yang kita cintai, dikhianati, maupun kasus lainnya, tentu hal yang paling sulit setelahnya adalah melupakannya. Rasa sakit hati akibat patah hati, terkadang membuat kita merasa ingin cepat-cepat melupakan mantan orang yang kita cintai itu. Sebab setiap kali kita mengingatnya, kita mendadak galau, sedih, perasaan tak enak. 



Sayangnya, melupakan itu memerlukan proses yang tak sebentar. Bahkan ada beberapa kejadian dalam hidup kita, yang tak akan pernah kita lupakan seumur hidup. Sebenarnya wajar kok, kalau di masa patah hati tersebut kita belum bisa melupakan orang yang kita cintai. Karena melupakan sesuatu yang memiliki arti besar dalam hidup kita, tentunya tak mudah. Setelah begitu banyak hal indah yang kita alami bersamanya, serta begitu besarnya rasa sakit hati kita padanya, kita butuh kesabaran untuk melupakannya.

Ada yang bilang, semakin kita ingin melupakan justru semakin kita mengingatnya. Ini benar, seba…

Barang Berharga Tak Bisa Membuat Kita Betul-betul Berharga

Salah satu godaan terbesar bagi orang-orang yang memiliki harta berlimpah adalah nafsu. Nafsu yang membuat kita mengeluarkan uang untuk membeli barang-barang super mahal, menggunakan harta secara berlebihan, bersikap mubadzir, boros, serta merasa tinggi dalam hal kedudukan. Harta berlimpah memang seringkali membutakan mata hati dan pikiran kita, jika sang pemilik harta tersebut tak pandai mengendalikan nafsunya.

Biasanya, gaya hidup kita akan semakin 'wah' seiring dengan berkembangnya harta yang kita miliki. Semakin banyak uang yang kita miliki, maka semakin banyak pula uang yang kita keluarkan untuk membeli sebuah barang. Saat penghasilan masih dalam hitungan juta, jam tangan masih yang seharga beberapa ratus ribu. Namun saat penghasilan sudah masuk dalam hitungan milyar, jam tanganpun akan berganti ke kisaran harga ratusan juta. Ini dianggap sebagai penyesuaian diri.

Demi mempertahankan gengsi, itu semua dilakukan. Rasanya gimana gitu, kalau penghasilan udah berlimpah tapi pen…

Tak Selalu Harus Dengan Nasihat

Saat ada orang lain yang sedang mengalami masalah, kemudian mereka menceritakan keluh kesahnya pada kita, biasanya kita akan memberi mereka nasihat. Nasihat berupa masukan atau saran yang positif, termasuk kata-kata dukungan yang menghibur. Tapi, tahukah kamu, bahwa tak selalu itu yang diharapkan oleh mereka. Dan terkadang, memang bukan nasihatlah yang sebenarnya mereka butuhkan. 

Saat ada orang yang mengeluhkan masalah atau beban mereka pada kita, tak selalu harus kita sikapi dengan memberi nasihat, saran, atau masukan. Jika seseorang sedang sangat merasa lelah atau stress dengan permasalahan yang membebani pikirannya, hal pertama yang sebaiknya kita lakukan pada saat itu adalah berusaha memahaminya atau berempati padanya. 

Biasanya, itulah yang lebih mereka butuhkan dibandingkan dengan nasihat, yang bisa jadi malah membuat mereka semakin pusing memikirkannya. Karena saat hati seseorang sedang sangat kalut, mereka hanya butuh dimengerti dan dipahami, bukan dinasihati. Dengan dimengerti…

Pilihlah Pekerjaan yang Kita Sukai

Bicara mengenai pekerjaan, saya pernah beberapa kali berpindah-pindah bidang pekerjaan. Mulai dari sekretaris, administrasi salon, administrasi gudang, administrasi marketing, hingga penggajian. Setelah saya bekerja di rumah, awalnya saya bekerja sebagai pemilik toko online, sampai kemudian saya bertemu dengan bidang tulis menulis. Terhitung sudah lebih dari lima kali saya berganti-ganti bidang pekerjaan. Namun, baru pada pekerjaan yang terakhir inilah yang membuat saya sangat nyaman dan benar-benar suka saat mengerjakannya.


Pekerjaan seringkali hanya menjadi sarana bagi kita mencari uang. Padahal seharusnya pekerjaan bukan hanya dijadikan sebagai sarana untuk mendapatkan uang, tapi juga sebagai sarana untuk mendapatkan pahala, berbagi manfaat, sarana untuk kita semakin banyak bersyukur, juga sebagai sarana untuk kita melakukan aktivitas yang kita sukai. 

Memang tak mudah untuk kita mendapatkan pekerjaan yang benar-benar seperti itu. Tentu butuh usaha dan juga proses untuk kita bisa men…

Setiap Keluarga Memiliki Karakteristik yang Berbeda

Keluarga seharusnya memang menjadi lingkungan yang membuat kita paling merasa nyaman saat berada di dalamnya. Tapi, kenyataannya tak semua keluarga bisa menciptakan kehangatan seperti yang kita inginkan. Tak semua keluarga mempunyai kedekatan yang erat di antara setiap anggotanya. Dan, tak semua keluarga bisa saling mencintai dan menyayangi dengan tulus sehingga tercipta suasana yang harmonis.

Ada pula keluarga yang masing-masing anggotanya lebih sering bersikap acuh tak acuh, sibuk dengan urusannya masing-masing hingga jarang sekali punya waktu bersama. Ada pula keluarga yang tak harmonis, seringkali terjadi pertengkaran dan kesalahpahaman di dalamnya. Dan masih banyak lagi jenis-jenis keluarga yang memiliki karakteristik berbeda lainnya.

Sangat bersyukur bagi kita yang berada di lingkungan keluarga harmonis. Namun bagi mereka yang berada di lingkungan keluarga yang kurang atau tak harmonis, bersyukurlah juga karena bisa jadi itu ujian bagi kita, agar kita bisa mendapat banyak pahala d…

Renungan di Pagi Hari

Saat kita bangun di pagi hari, pernahkah kamu menyadari betapa beruntung dan bersyukurnya kita, di pagi ini kita masih dibangunkan oleh Allah dan masih dikaruniai kesehatan oleh-Nya? Cobalah renungkan, di luar sana ada banyak nyawa yang hilang setiap harinya, bahkan setiap detik. Di luar sana ada banyak orang yang sedang terbaring kritis di rumah sakit, mereka berjuang untuk kesembuhannya. 

Ada banyak orang yang begitu mengharapkan kesehatan seperti yang kita miliki. Namun kita seringkali lupa untuk benar-benar bisa mensyukuri kesehatan. Bahkan mengucapkan terima kasih dan syukur pada Allah setiap hari pun kadang terlewatkan. Apa kita terlalu sibuk dengan urusan duniawi? Lupakah kita bahwa semuanya adalah pemberian-Nya? Maka mengapa tak kita dahulukan syukur kita pada-Nya?

Setiap harinya masiiih saja ada yang kita keluhkan, anak-anak yang berbuat ulah, jalanan macet, hujan, hari yang terlalu panas, sikap orang lain yang tak sesuai harapan, semua bisa jadi bahan keluhan. Padahal itu semu…

Kemampuan Setiap Anak Itu Berbeda

Rencananya, Alia mau saya daftarin TK di usia 5 tahun lebih, mendekati 6 tahun. Mudah-mudahan TK-nya cukup setahun aja. Jadi SD-nya di usia hampir 7 tahun. Ada yang bilang usia yang pas masuk SD itu 7 tahun, ada yang bilang 6 tahun, ada juga yang bilang kalau usia 5 tahun anak udah mampu masuk SD, kenapa enggak. 

Kita tak bisa menyamaratakan berapa usia yang pas untuk anak masuk SD, sebab setiap anak itu memiliki kemampuan yang berbeda-beda, dan juga karakter yang berbeda-beda. Ada anak yang di usia 5 tahun sudah sangat senang dengan aktivitas belajar dan bersosialisasi di sekolah, dan juga sudah mampu di ajari membaca dan berhitung, tanpa ia merasa terbebani. Tapi ada juga anak yang di usia 6 tahun masih belum hafal abjad dan angka, bahkan belum terlalu berminat dengan aktivitas di sekolah SD. 

Alia sendiri baru kenal angka dan abjad di usianya yang ke-tiga. Sampai sekarang, di usianya yang hampir 3 tahun setengah, Alia belum bisa menulis angka dan abjad, dan belum terlalu hafal urutan…

Pernikahan Tak Hanya Butuh Cinta

Terkadang cinta membutakan mata dan hati kita. Ini membuat kita tak bisa berpikir realistis. Kita berpikir cinta bisa membuat segalanya menjadi mungkin. Ini juga membuat kita hanya memandang persoalan cinta dari segi keindahannya saja, tanpa memikirkan bahwa cinta juga memiliki banyak risiko. Akhirnya, cinta yang membutakan seperti ini membuat kita berpikir pernikahan bisa dibangun hanya dengan modal cinta. Asalkan saling mencintai, maka segalanya menjadi lebih mudah. 



Namun benarkah begitu? Tidak. Kenyataannya, ada pasangan yang pada awal pernikahan begitu saling mencintai, tapi harus mengakhiri pernikahannya dengan perceraian. Ini membuktikan bahwa pernikahan tak hanya butuh cinta, tapi butuh banyak hal selain itu. Sebab cinta itu bersifat dinamis, ia bisa berubah seiring waktu, baik berkurang, bertambah, ataupun menghilang. 

Oke lah, saat cinta sedang menyala di antara kedua belah pihak, semuanya bisa jadi terasa begitu indah dan mudah. Tapi saat cinta meredup, hal-hal yang awalnya t…

Kita Butuh Tidur yang Nyenyak

Berapa jam dalam sehari kamu tidur? Kalau saya sekitar 8 jam. Cukup lah buat saya :) Sebenarnya, kebutuhan setiap orang terhadap berapa banyak jam tidur yang dibutuhkan itu tak sama. Seseorang yang aktivitas sehari-harinya banyak menguras energi, bisa jadi membutuhkan jam tidur yang lebih banyak dibanding mereka yang aktivitas sehari-harinya tak terlalu menguras energi. Atau orang yang sedang sakit misalnya, mereka membutuhkan jam tidur yang lebih banyak dibanding mereka yang sedang dalam kondisi sehat. 

Bukan hanya tubuh yang memerlukan istirahat, namun juga pikiran kita. Maka tidur yang baik adalah tidur yang benar-benar nyenyak, di mana bukan hanya tubuh kita yang tertidur atau istirahat, tapi juga pikiran. Tapi terkadang, saat kita sedang dalam kondisi terlalu banyak pikiran atau stress, pikiran kita tak bisa benar-benar istirahat meski dalam tidur sekalipun. Ini bisa saja terjadi jika kita sedang dilanda stress yang cukup berat. 


Maka sebaiknya, saat kita hendak tidur cobalah untuk…

Komunitas Rumah Kedua (Bag.1)

Segurat Kepedulian untuk Setitik Perubahan
Latar Belakang
Penelitian membuktikan bahwa kasus perceraian di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup drastis. Meski perceraian seringkali dianggap sebagai solusi terbaik, perceraian tetaplah sebuah proses hidup yang tak mudah untuk dijalani, khususnya bagi anak dari orangtua yang bercerai tersebut. Anak bisa menjadi korban dari sebuah perceraian, jika kedua orangtua yang bercerai tak pandai menyikapi berbagai problematika pasca perceraian itu berlangsung. Anak kerap merasa kehilangan figur orangtuanya akibat perceraian itu. Akhirnya, mereka kurang mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya.

Namun perceraian hanya salah satu dari sekian permasalahan rumah tangga, yang bisa menyebabkan kondisi rumah tempat berkumpulnya keluarga menjadi tak nyaman lagi, karena ada ketidakharmonisan, ketidakpedulian, atau keributan di dalamnya. Keadaan ini biasa kita sebut dengan istilah broken home.

Ada juga rumah tangga yang utuh, dalam arti masih terikat dalam …

Pasangan yang Bahagia Belum Tentu Selamanya

Tak ada yang abadi dan sempurna di dunia ini, termasuk juga sebuah hubungan asmara. Dalam kisah asmara, pasti akan ada ujung dan juga akan ada lika-liku di dalamnya. Pasangan yang pada awal hubungan begitu bahagia dan tampak hampir sempurna sekalipun, tak akan menjamin bahwa hubungannya itu akan berlangsung selamanya. 

Dalam perjalanannya, kebahagiaan yang kita rasakan pada awal hubungan tentu akan berbeda dengan kebahagiaan setelah beberapa tahun hubungan itu berlangsung. Akan ada banyak ujian atau cobaan menyertai sebuah hubungan asmara. Tentu dibutuhkan perjuangan serta pengorbanan untuk bisa mempertahankan sebuah hubungan agar bisa langgeng dan tetap bahagia. 


Dalam menjalani sebuah hubungan asmara kita juga perlu bersikap realistis dan tak berlebihan (terlalu muluk-muluk). Kita juga harus sadar bahwa mempertahankan sebuah hubungan agar tetap berjalan baik dan bahagia bukanlah sebuah hal yang diperoleh tanpa usaha. Hubungan yang pada awalnya begitu mudah dan indah untuk dijalani, bi…

Pertemanan di Sosial Media

Tentu kita harus bersyukur dengan semakin mudahnya penggunaan sosial media saat ini. Sekarang, handphone seharga beberapa ratus ribu saja sudah bisa buat internetan lancar. Pulsa beberapa puluh ribu sebulan pun sudah cukup untuk kita puas berinternet ria seharian. Itu sebabnya penggunaan sosial media saat ini sudah menjangkau banyak kalangan, baik dari segi usia, pekerjaan, maupun latar belakang sosial. 

Namun demikian, penggunaan sosial media sebaiknya dibatasi. Bukan hanya bagi anak-anak, tapi juga bagi kita orang dewasa. Sebab, sosial media banyak juga mengekspos konten-konten yang tak positif, malah ada yang membahayakan. Dalam sosial media, orang-orang begitu mudahnya membagikan berita, kabar, atau isu-isu apa saja tanpa melalui proses penyaringan konten. 

Bukan hanya hal-hal yang berbau pornografi ataupun kekerasan saja yang tak baik untuk kita simak, tapi juga termasuk konten berupa status-status yang isinya negatif, memprovokasi, serta menyesatkan. Tak ada salahnya jika kita sel…

Me Time, Saatnya Menenangkan Diri

Seringkali aktivitas kita sehari-hari membuat kita terlalu sibuk. Tak hanya para wanita yang bekerja di kantor aja lho, yang bisa sibuk. Seorang ibu rumah tangga sekalipun bisa sangat sibuk, bahkan lebih sibuk dari wanita-wanita yang bekerja di kantor. Apalagi jika di rumah tak ada asisten rumah tangga, mengurus beberapa balita tanpa bantuan pengasuh, ataupun para wanita yang juga bertindak sebagai pencari nafkah -meski dari rumah-. Tentu aktivitas-aktivitas itu bisa banget membuat seorang wanita menjadi sangat sibuk. 

Dan, kesibukan yang padat kerap membuat kita menjadi lupa pada kebutuhan diri sendiri. Kita lupa meluangkan waktu untuk diri sendiri atau yang disebut me time. Me time merupakan waktu di mana kita berusaha menenangkan diri sendiri agar pikiran dan tubuh kita menjadi rileks. Me time bisa berupa aktivitas apa saja yang kita sukai. Syarat me time adalah lakukan tanpa menyertakan orang lain. Dengan begitu kita betul-betul hanya fokus pada ketenangan diri kita sendiri.


Me time

Menikmati Hidup Termasuk Cara Mensyukuri Hidup

Cara kita mensyukuri hidup tak hanya melalui sebuah ungkapan atau ucapan alhamdulillah semata. Tapi juga harus diekspresikan atau diwujudkan melalui sebuah tindakan yang merupakan bukti dari rasa syukur kita. Salah satu cara untuk kita mengekspresikan rasa syukur atas hidup kita, yaitu dengan berusaha menikmatinya dengan baik, disertai rasa senang dan bahagia.



Tapi bukan menikmati dengan cara-cara yang tak diridhai oleh-Nya, seperti hura-hura, berpesta pora, menghambur-hamburkan uang, mubadzir, ataupun hal-hal yang berlebihan. Ada juga yang berpikir bahwa menikmati hidup artinya bisa melakukan apa saja yang diinginkannya, memakan makanan enak dan mewah setiap hari, ataupun membelanjakan hartanya untuk apa yang ia mau. 

Menikmati hidup yang baik tentunya harus ada di dalam jalan yang benar. Bukan sesuai dengan apa yang kita mau, tapi apa yang Allah mau. Sebab hidup ini dari-Nya. Kita diberi hidup dengan sebuah makna, yaitu untuk beribadah pada Allah. 

Menikmati hidup yang sesungguhnya, be…

Membaca Buku Membuat Pikiran Kita Sehat

Membaca buku itu merupakan salah satu olahraga otak yang dapat membuat pikiran kita sehat. Saat membaca, otak kita bekerja untuk mencerna apa yang kita baca. Jika kita membaca buku yang inspiratif, positif, atau bermanfaat, maka hasilnya bagi pikiran kita juga akan positif dan menyehatkan. Buku itu nutrisi bagi pikiran kita agar sehat.

Banyak sekali manfaat dari membaca buku. Betul sekali kalimat "Buku adalah Jendela Dunia". Karena melalui sebuah buku kita bisa memperkaya wawasan kita. Kita bisa jadi pintar hanya dengan membaca buku, sebab dari sebuah buku kita bisa memperoleh informasi apapun yang kita inginkan. Kita juga bisa mempelajari sesuatu melalui sebuah buku.

Buku juga bisa mengubah hidup kita menjadi lebih baik, khususnya jika kita membaca buku-buku yang sifatnya inspiratif, berisi motivasi-motivasi, atau bertema pengembangan diri. Saya pribadi juga pernah mengalami perubahan diri melalui sebuah buku. Buku yang saya baca tersebut memang sebuah buku inspiratif. Buku b…

Impian dan Tantangan

Semakin besar impian yang ingin kita capai, pasti semakin besar pula tantangan yang akan kita hadapi. Ini adalah sebuah keseimbangan. Semakin besar impian kita, maka semakin besar pula nilainya. Dan untuk mendapatkan nilai yang besar inilah, ada sesuatu yang harus kita 'bayar', tergantung dari besar kecilnya nilai tersebut. 

Itu sebabnya, orang-orang yang sukses besar dalam hidupnya, merupakan orang-orang yang justru paling banyak mengalami jatuh bangun berupa kegagalan dan berbagai rintangan demi mencapai kesuksesannya. Mereka bukanlah orang yang hanya 'duduk manis' tanpa pernah merasakan pahitnya penolakan, hancur akibat kegagalan, lelah karena perjuangan, maupun berbagai kesedihan dan kekecewaan lainnya. 



Maka dari itu, jika kita memiliki impian yang besar, persiapkan diri kita untuk tangguh menghadapi berbagai rintangan yang akan kita hadapi kelak. Tak ada keberhasilan tanpa perjuangan, dan tak ada kemenangan tanpa pengorbanan. Ibaratnya, hal itu sudah menjadi risiko…

Mengatasi Stress

Pernah mengalami stress? Pasti pernah ya, hanya saja tiap orang berbeda kadar stressnya dan juga kuantitas ia mengalami stress tersebut. Ada orang yang mudah stress, ada juga orang yang kuat secara mental, sehingga ia tak mudah terserang stress. 

Sebenarnya, stress tak tergantung dari besar atau kecilnya masalah yang kita hadapi, tapi tergantung dari kekuatan diri kita secara mental. Jika kita memiliki mental yang kuat, masalah sebesar apapun tak akan menyebabkan kita stress berlebihan, yang kemudian bisa menyebabkan depresi. Sebaliknya, jika mental kita lemah, masalah kecil sekalipun bisa saja membuat kita terserang stress. 



Stress berawal dari pikiran. Pikiran kita sendirilah yang menyebabkan kita stress. Saat ada sebuah kejadian yang tak bisa diterima dengan nyaman oleh pikiran kita, di sinilah kemudian muncul stress. Saat kita berpikiran negatif, berpikiran buruk, membayangkan ketakutan-ketakutan, saat itulah kita menjadi stress. Lain halnya saat pikiran kita bisa berpikir positif d…

Mensyukuri Segala Hal Terkadang Tak Mudah

Meski kita tau bahwa bersyukur itu lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih sehat dibanding mengeluh. Tapi, terkadang atau bahkan seringkali kita masih kesulitan untuk bisa menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Rasanya tulisan atau slogan "Bersyukurlah dalam segala hal" harus kita taruh di setiap tempat yang bisa kita lihat, agar kita selalu mengingatnya. Hehe..

Sebenarnya, bukan hal yang tak mungkin untuk kita bisa bersyukur dalam segala hal. Kuncinya adalah selalu berusaha melihat segala hal yang terjadi pada kita dari sisi pandang yang positif (hikmahnya), dan hindari melihat sisi negatifnya. Sebelumnya, kita juga harus yakin bahwa segala hal yang terjadi pada diri kita adalah atas seizin-Nya, dan semua pemberiannya adalah yang terbaik bagi kita.
Tapi pada prakteknya, saat terjadi sesuatu yang tak sesuai harapan kita, kita seringkali terburu-buru memberikan reaksi berupa rasa kecewa. Inilah yang akhirnya membuat kita jadi mengeluh. Karena hal pertama yang kita piki…

Belajar Mandiri Menyelesaikan Masalah

Saat kita memiliki masalah, terkadang kita mengharapkan dan meminta bantuan dari orang lain untuk bisa membantu mengatasi masalah kita. Terutama jika masalah yang kita hadapi tersebut benar-benar membebani kita, kita seolah merasa tak bisa mengatasinya sendirian. Padahal, sebenarnya kita sendirilah yang memegang kendali atas masalah tersebut. 

Jika masalah tersebut diberikan oleh Allah sebagai ujian untuk kita, maka pasti kita juga diberikan jalan keluarnya. Karena setiap masalah pasti satu paket dengan solusinya. Jadi, sebaiknya jangan menggantungkan harapan kita pada orang lain, untuk mengatasi masalah kita. Berusahalah untuk mengatasi masalah kita tanpa harus mengandalkan orang lain.



Masalah bisa jadi kesempatan bagi kita untuk belajar dewasa, mandiri, dan bertanggung jawab, selama kita berusaha untuk mengatasi masalah kita sendiri, tanpa tergantung atau mengandalkan orang lain. Namun kita kerap terburu-buru meminta bantuan orang lain, sebelum kita sendiri sungguh-sungguh berusaha me…

Jujurlah Sejak Awal

Biasanya nih, kalau kita sedang dalam masa pendekatan dengan orang yang kita sukai, kita lebih banyak menutupi siapa diri kita yang sebenarnya. Biasanya kita masih jaim (jaga image), masih serba kagok, dan masih malu-malu. Intinya, kita seolah malu untuk menunjukkan diri kita yang sebenarnya, lengkap dengan segala kekurangan dan keburukannya. 

Kita khawatir, jika orang yang kita sukai itu tak menyukai kekurangan kita, atau malah ilfeel (ilang feeling) alias kehilangan rasa, gara-gara ngeliat keburukan kita, sebelum kita sempat menunjukkan kelebihan-kelebihan kita. Makanya kita memilih untuk lebih dulu menunjukkan kelebihan kita, dan menutupi kekurangan dan keburukan kita. Dengan harapan, jika orang tersebut telah lebih dulu mengagumi kelebihan kita, maka ia bisa memaklumi kekurangan dan keburukan kita. >_< 

Padahal, sikap tersebut tidaklah tepat. Jika kita benar-benar berniat baik, yaitu mencari jodoh dunia dan akhirat, tentu kita juga harus memulainya dengan kebaikan dari sejak a…