Skip to main content

Barang Berharga Tak Bisa Membuat Kita Betul-betul Berharga

Sumber gambar : goldrushcoinsandjewelry.com

Salah satu godaan terbesar bagi orang-orang yang memiliki harta berlimpah adalah nafsu. Nafsu yang membuat kita mengeluarkan uang untuk membeli barang-barang super mahal, menggunakan harta secara berlebihan, bersikap mubadzir, boros, serta merasa tinggi dalam hal kedudukan. Harta berlimpah memang seringkali membutakan mata hati dan pikiran kita, jika sang pemilik harta tersebut tak pandai mengendalikan nafsunya.

Biasanya, gaya hidup kita akan semakin 'wah' seiring dengan berkembangnya harta yang kita miliki. Semakin banyak uang yang kita miliki, maka semakin banyak pula uang yang kita keluarkan untuk membeli sebuah barang. Saat penghasilan masih dalam hitungan juta, jam tangan masih yang seharga beberapa ratus ribu. Namun saat penghasilan sudah masuk dalam hitungan milyar, jam tanganpun akan berganti ke kisaran harga ratusan juta. Ini dianggap sebagai penyesuaian diri.

Demi mempertahankan gengsi, itu semua dilakukan. Rasanya gimana gitu, kalau penghasilan udah berlimpah tapi penampilan tetap ndeso. Meski kenyataannya, ada juga orang-orang yang bisa tetap bergaya sederhana meski harta mereka sudah berlimpah. Dan, saya sangat salut pada mereka yang bisa seperti itu.

Sebenarnya, harga diri atau kehormatan kita gak diukur dari barang-barang yang menempel di diri kita atau yang kita miliki. Bukan barang berharga yang membuat kita betul-betul berharga, tapi apa yang ada dalam diri kitalah yang akan membuat kita jadi berharga. Bagaimana akhlak kita, hati kita, ataupun sikap kita, itulah yang jadi penilaian sesungguhnya.

Comments

  1. Hmm... contohnya yang lagi marak nih mbak, Batu Akik... Tapi gak tau juga sih, kebanyakan kok bilang ada batu-batu tertentu yang membawa kebahagiaan dan sebagainya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, musyrik dong, kalau percaya batu bisa membawa kebahagiaan mah :p Na'udzubillahi min dzalik ya mbak. Iya memang lagi booming banget itu batu akik :D

      Delete
  2. iya bener bgt...hidup itu simple, yg buat ribet adalah gengsi ya...

    ReplyDelete
  3. Mudah-mudahan terhindar dr godaan dunia seperti ini..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …