Skip to main content

Belajar Mandiri Menyelesaikan Masalah

Saat kita memiliki masalah, terkadang kita mengharapkan dan meminta bantuan dari orang lain untuk bisa membantu mengatasi masalah kita. Terutama jika masalah yang kita hadapi tersebut benar-benar membebani kita, kita seolah merasa tak bisa mengatasinya sendirian. Padahal, sebenarnya kita sendirilah yang memegang kendali atas masalah tersebut. 

Jika masalah tersebut diberikan oleh Allah sebagai ujian untuk kita, maka pasti kita juga diberikan jalan keluarnya. Karena setiap masalah pasti satu paket dengan solusinya. Jadi, sebaiknya jangan menggantungkan harapan kita pada orang lain, untuk mengatasi masalah kita. Berusahalah untuk mengatasi masalah kita tanpa harus mengandalkan orang lain.


Sumber gambar : deviantart.com

Masalah bisa jadi kesempatan bagi kita untuk belajar dewasa, mandiri, dan bertanggung jawab, selama kita berusaha untuk mengatasi masalah kita sendiri, tanpa tergantung atau mengandalkan orang lain. Namun kita kerap terburu-buru meminta bantuan orang lain, sebelum kita sendiri sungguh-sungguh berusaha menyelesaikan masalah kita.

Begitupun saat ada orang lain yang meminta bantuan kita untuk mengatasi masalahnya, sebaiknya berilah dulu ruang bagi mereka untuk belajar menyelesaikan masalahnya sendiri. Bantulah mereka dengan memberi dukungan, semangat, serta doa, tapi bukan bantuan yang bisa menghancurkan kemandirian mereka. Seringkali saat kita meminta bantuan orang lain untuk mengatasi masalah kita, bukan karena kita tak mampu mengatasi masalah tersebut, tapi lebih karena dorongan rasa panik dan ketidakpercayaan diri dalam mengatasi masalah. 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…