Skip to main content

Menghindari Pembicaraan yang Negatif

Setiap harinya, rasanya kita tak pernah terlepas dari pembicaraan yang negatif. Sepertinya, ada saja bahan pembicaraan yang menarik untuk kita mengupas hal-hal negatif dari orang lain, maupun apa yang terjadi di sekitar kita. Apalagi jika kita hobi menonton acara infotainment di televisi, rasanya sulit deh, untuk bisa membungkam mulut kita agar tak ikut-ikutan berkomentar negatif. Kalaupun kita bisa membungkam mulut kita, eh..pikiran kita yang bersu'udzan (berprasangka buruk). 

Sumber gambar : bbc.co.uk

Bukan hanya melalui infotainment aja kok, tapi juga melalui lingkungan, apakah itu di tempat kerja, sekolah, bahkan di rumah sekalipun, pembicaraan negatif bisa banget terjadi. Padahal, sebagian besar pelakunya bisa jadi sudah tau mengenai bahayanya ghibah (bergunjing), su'udzan, ataupun negative thinking. Pembicaraan negatif, pada akhirnya membuat kita lekat dengan ketiga hal itu. 

Pembicaraan negatif sebenarnya tak ada manfaatnya, malah merugikan kita. Pembicaraan negatif seringkali membuat hati dan pikiran kita menjadi kotor, karena terpengaruh oleh hal-hal yang negatif tersebut. Bayangkan, jika kita bisa menghindari pembicaraan yang negatif, tentu hidup kita jadi lebih positif. Hidup kita jadi lebih bersih, karena hati dan pikiran kita bebas dari hal-hal yang negatif. 

Untuk kita bisa bertahan menghindari pembicaraan yang negatif memang tak mudah. Karena pembicaraan yang negatif itu seperti racun, ada di mana-mana, dan seringkali kita tak sadar telah teracuni olehnya. Tapi, kalau kita ingin hidup yang lebih positif dengan hati dan pikiran yang bersih, kita harus mencoba untuk bisa menghindari pembicaraan yang negatif :) 




*Self reminder*

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…