Skip to main content

Biarkan Anak Kita Memilih Sendiri Cita-cita Hidupnya

Saat anak kita masih kecil, biasanya kita suka mengarahkannya untuk menyukai apa yang kita sukai. Jika kita mengharapkan anak kita menjadi dokter misalnya, kita biasanya mengarahkan anak kita untuk menyukai hal-hal yang berkaitan dengannya. Atau jika kita mengharapkan anak kita bisa menjadi penyanyi, maka sejak kecil anak kita dibiasakan dengan aktivitas menyanyi. Semua itu dilakukan dengan harapan agar kelak anak kita bisa menjadi seperti yang kita harapkan.


Sumber gambar : islampos.com

Sebenarnya tak ada yang salah kok, dengan hal itu. Setiap orangtua berhak memiliki harapan atau keinginan mengenai masa depan anaknya. Kita kadang berpikir bahwa yang kita anggap baik untuk anak kita, maka itulah yang memang terbaik bagi mereka. Tapi hati-hati lho dengan pemikiran seperti itu. Akan menjadi salah, jika kita sebagai orangtua mendorong anak melakukan apa yang tak benar-benar mereka inginkan. Karena saat anak kita dewasa, mereka adalah orang yang paling berhak menentukan pilihan hidup mereka sendiri, bukan kita, meski kita adalah orangtuanya. 

Saat anak kita masih kecil, kita bisa saja mengarahkan anak untuk menyukai sesuatu. Pada masa itu, seorang anak memang masih sangat bergantung pada kita. Mereka meniru apa yang kita lakukan, mereka meniru apa yang kita ucapkan, mereka juga biasanya menyukai hal-hal yang kita sukai -akibat dari kebiasaan meniru tersebut-. Tapi, saat mereka dewasa, mereka belajar untuk mandiri. Termasuk dalam membuat keputusan, pilihan hidup, ataupun cara berpikir.

Sebagai orangtua, sebaiknya kita bisa bijak memberi ruang kebebasan pada anak kita untuk menentukan pilihan hidupnya, dalam hal ini cita-citanya. Biarkan mereka memilih cita-cita yang memang mereka inginkan, bukan yang kita inginkan. Meski bisa saja cita-cita yang mereka pilih bukanlah yang terbaik menurut kita, bukan berarti itu benar-benar tak baik bagi mereka. Kecuali jika cita-cita yang mereka pilih memang tak sesuai dengan ajaran Allah, maka kita wajib mengingatkannya mengenai mana yang benar dan tak benar. 

Biarkan anak belajar tanggung jawab atas pilihan-pilihan yang ia ambil, termasuk cita-citanya. Selama pilihannya adalah pilihan yang sesuai dengan ajaran Islam, maka dukung dan bantulah mereka semaksimal mungkin, agar mereka bisa jadi yang terbaik dibidang yang mereka sukai :) 

Comments

  1. setuju mak. itu yang dilakukan oleh bapa. sangat beruntung sekali memiliki orang tua yang mendukung setiap pilihan kita :)

    ReplyDelete
  2. tugas orang tua itu memfasilitasi yah :)

    ReplyDelete
  3. bener Mbak, harus kita dukung asal sesuai syariah.
    tugas kita hanya mendukung dari belakang, dan memberikan warning jika sudah mulai melenceng :)

    ReplyDelete
  4. aku selalu membebaskan anak dg pilihannya, seperti saat anak perempuanku saat di SMA memutuskan amsuk ke jurusan IPS, aku sih oke2 saja, malah guru dan yang lainnya pada ribut semua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Good mom :) Biarkan mereka menjalani pilihannya sendiri ya mbak..

      Delete
  5. Setuju banget Mak, Bapak saya juga memperlakukan begitu. Beliau hanya membimbing saya dan mengarahkan untuk mengambil mana yang baik, tapi segala keputusan ada di saya dengan segala konsekwensinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bersyukur alhamdulillaah memiliki orangtua yang demikian ya mak :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …