Skip to main content

Diri Kitalah yang Membuatnya Jadi Rumit

Sumber gambar : firstcovers.com

Benar juga ya, kalau ada yang bilang bahwa hidup ini sederhana, hidup ini mudah. Kalau dipikir-pikir, hidup ini memang betul-betul sederhana dan mudah, lho. Gak sulit, gak rumit, gak berat, seperti yang kadang-kadang kita rasakan, saat kita dihadapkan dengan begitu banyak masalah yang datang bertubi-tubi. Siapa yang bilang hidup ini sulit dan rumit? Kita! Siapa yang berpikir bahwa hidup ini sulit dan rumit? Pikiran kita!

Jadi, kalau begitu darimana datangnya pandangan bahwa hidup ini sulit dan rumit? Dari diri kita sendiri, tepatnya pikiran kita sendirilah yang menganggap bahwa hidup ini sulit dan rumit. Coba jika kita ubah pandangan kita mengenai hidup, yaitu dengan berpikir bahwa hidup ini mudah, hidup ini sederhana. Maka hidup ini betul-betul akan menjadi mudah dan sederhana. 

Sayangnya, pikiran kita seringkali lemah. Pikiran kita dilemahkan oleh ketakutan, kecemasan, pikiran negatif, rasa pesimis, maupun pikiran-pikiran buruk lainnya. Hal-hal tersebutlah yang membuat pikiran kita jadi rumit, kemudian menghasilkan pandangan atau persepsi yang rumit pula. 

Sebenarnya, dalam Islam kita sudah sangat dimudahkan dengan adanya petunjuk-petunjuk dari Allah. Salah satunya, adanya anjuran untuk selalu berkhusnuzan (berprasangka baik), terutama terhadap Allah. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk selalu bersyukur saat kita diberi kebahagiaan dan kesenangan, serta bersabar saat kita diberi kesulitan dan kesedihan dalam hidup. Ini kunci hidup yang sangat sederhana. Jika pikiran kita bisa selalu berprasangka baik, dan fokus pada kedua hal tersebut (syukur dan sabar), rasanya hidup ini betul-betul jadi mudah. 

Hidup akan jadi sederhana jika kita menyederhanakan pikiran kita. Hidup juga akan jadi mudah jika kita selalu berpikir mudah :)




*Self reminder*

Comments

  1. Banget-banget betul mak.. hidup itu tinggal menikmati prosesnya dengan penuh syukur, just it :D

    ReplyDelete
  2. so true...terkadang, semuanya hanya sederhana, tapi kita sendiri yang membuat segala sesuatu menjadi rumit..lalu marah karenanya. Harus selalu ingat ya mak, kalau sebenernya semua bisa menjadi mudah kalau kita juga berpikir yang sama...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semua tergantung dari bagaimana kita berpikir :)

      Delete
  3. Jadi yang harus dilebarkan hatinya, ya Mak...bukan masalahnya :)

    ReplyDelete
  4. ya, terkadang pikiran dan emosi yang bikin jadi rumit ya ..

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah iya emang Bener Mbak. Dengan berprasangka baik, hidup bisa terasa lebih mudah untuk dijalani. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…