Skip to main content

Hapus Orang yang Negatif Dari Daftar Calon Pendamping Hidupmu

Atas dasar cinta, kita seringkali berusaha memaklumi keburukan-keburukan orang yang kita cintai, meski secara logika sulit untuk ditoleransi. Kita berusaha menerima keburukan-keburukan orang yang kita cintai sebagai bentuk pengorbanan, yang lagi-lagi disebut atas dasar cinta. Dan, atas dasar cinta jugalah, seseorang rela dirugikan dan disakiti berkali-kali oleh orang yang dicintainya. Tapi, jika sudah berlebihan, apakah ini cinta yang sehat?

Eh, tunggu dulu, yang saya maksud di sini, atas dasar cinta sebelum adanya pernikahan lho ya. Karena setelah pernikahan, menerima keburukan-keburukan pasangan adalah bagian dari pengorbanan (risiko) dalam rumah tangga. Tadi saya mengulas tentang pemakluman atau penerimaan keburukan orang yang kita cintai atas dasar cinta semata.

Sebab, seringkali ada hubungan yang sebenarnya tak sehat untuk dijalani namun tetap juga dijalani, bahkan tetap dilanjutkan ke pernikahan. Meski sebelum menikah kita tau orang yang kita cintai tersebut memiliki keburukan-keburukan yang merugikan, ataupun dia telah berkali-kali menyakiti kita, tapi semua itu tak membuat kita mengurungkan niat untuk melanjutkan hubungan dengannya ke pernikahan. Tentu saja ada yang mendasarinya, yaitu cinta.


Sumber gambar : quotepix.com

Padahal kita berhak mendapatkan yang terbaik sebagai calon pendamping hidup kita. Dan kita memiliki kesempatan untuk berusaha mendapatkannya, yaitu sebelum kita menikah. Khususnya bagi perempuan, karena perempuan tak bisa memiliki suami lebih dari satu. Jadi, sebaiknya kita betul-betul memilih yang terbaik sebelum pernikahan. Sebab bisa jadi pernikahan tersebut akan kita jalani seumur hidup kita, bukan hanya satu atau dua tahun, tapi puluhan tahun.

Jadi, jika sebelum pernikahan kita menyadari ada keburukan-keburukannya yang sulit untuk kita terima, karena terlalu merugikan diri kita maupun orang lain, ataupun karena ia telah berkali-kali menyakiti kita, berusahalah untuk berpikir jernih, pikirkan kembali mengenai kelanjutan hubungan kita dengannya. Apakah sehat, jika kita terus melanjutkan hubungan dengan orang yang memberi pengaruh negatif pada hidup kita?

Memang tak ada yang sempurna, diri kita, ataupun pasangan hidup kita kelak. Namun selagi kita diberi kesempatan untuk memilih, maka pilihlah yang terbaik :)

Comments

  1. duh..duh...kita sebisa mungkin harus menghindari energi negatif di sekitar kita sih mbak, soalnya biasanya suka menular gitu deh...
    Kan males kalo kita jadi kebawa negatif yah?

    memang kita gak bisa mendaptakan sosok sempurna untuk pendamping sih mbak, tapi tentunya kita juga punya batas toleransi lah yaaaah...

    Kalo cuma sekedar suka ngorok atau suka males naro handuk basah di tempatnya sih cingcay aja lah yaaaah hehehe...*ini kenapa jadi curaht?*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, selama masih bisa ditoleransi mah gak apa ya.. :)

      Delete
  2. iya, bener banget mak.. huhuhu *jadi galau.. hehe

    ReplyDelete
  3. Semoga Allah selalu mempertemukan kita dengan orang2 yang berenergi positif ya mba..Aamiin. Pabila pun dipertemukan dgn yang negatif,Insya ALlah tambah memperkuat sandaran kita pada Allah..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …