Skip to main content

Impian dan Tantangan

Semakin besar impian yang ingin kita capai, pasti semakin besar pula tantangan yang akan kita hadapi. Ini adalah sebuah keseimbangan. Semakin besar impian kita, maka semakin besar pula nilainya. Dan untuk mendapatkan nilai yang besar inilah, ada sesuatu yang harus kita 'bayar', tergantung dari besar kecilnya nilai tersebut. 

Itu sebabnya, orang-orang yang sukses besar dalam hidupnya, merupakan orang-orang yang justru paling banyak mengalami jatuh bangun berupa kegagalan dan berbagai rintangan demi mencapai kesuksesannya. Mereka bukanlah orang yang hanya 'duduk manis' tanpa pernah merasakan pahitnya penolakan, hancur akibat kegagalan, lelah karena perjuangan, maupun berbagai kesedihan dan kekecewaan lainnya. 


Sumber gambar : pinterest.com

Maka dari itu, jika kita memiliki impian yang besar, persiapkan diri kita untuk tangguh menghadapi berbagai rintangan yang akan kita hadapi kelak. Tak ada keberhasilan tanpa perjuangan, dan tak ada kemenangan tanpa pengorbanan. Ibaratnya, hal itu sudah menjadi risiko yang harus kita terima jika kita memiliki impian yang besar.

Jangan mengharapkan jalan kesuksesan kita selalu mulus tanpa adanya rintangan-rintangan, ini menunjukkan mental kita yang lemah karena tak mau menerima resiko. Tapi berharaplah agar kita selalu kuat dalam menghadapi berbagai rintangan demi mencapai impian kita. Selain itu, persiapkan juga diri kita, agar kita selalu bisa bangkit dari setiap kegagalan, dan tak pernah lelah untuk terus mencoba lagi dan lagi, sampai kita berhasil :) 

Comments

  1. tulisan yang menginspirasi niy mbak.... semangat semangat semangat :) salam kenal yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih :) salam kenal kembali mbak..

      Delete
  2. Selain bagus infonya , , mantap juga niihhh . . !!!

    ReplyDelete
  3. Siiip....kayaknya jadi lebih semangat niee baca tulisannya, seemangat...:)

    ReplyDelete
  4. aamiin..semoga kita semua bisa menghadapi rintangan saat meraih impian :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …