Skip to main content

Jujurlah Sejak Awal

Biasanya nih, kalau kita sedang dalam masa pendekatan dengan orang yang kita sukai, kita lebih banyak menutupi siapa diri kita yang sebenarnya. Biasanya kita masih jaim (jaga image), masih serba kagok, dan masih malu-malu. Intinya, kita seolah malu untuk menunjukkan diri kita yang sebenarnya, lengkap dengan segala kekurangan dan keburukannya. 

Kita khawatir, jika orang yang kita sukai itu tak menyukai kekurangan kita, atau malah ilfeel (ilang feeling) alias kehilangan rasa, gara-gara ngeliat keburukan kita, sebelum kita sempat menunjukkan kelebihan-kelebihan kita. Makanya kita memilih untuk lebih dulu menunjukkan kelebihan kita, dan menutupi kekurangan dan keburukan kita. Dengan harapan, jika orang tersebut telah lebih dulu mengagumi kelebihan kita, maka ia bisa memaklumi kekurangan dan keburukan kita. >_< 

Padahal, sikap tersebut tidaklah tepat. Jika kita benar-benar berniat baik, yaitu mencari jodoh dunia dan akhirat, tentu kita juga harus memulainya dengan kebaikan dari sejak awal. Sebaiknya, jujurlah sejak awal, dengan menunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya. Tanpa ada niat untuk menutup-nutupi kekurangan kita, apalagi berpura-pura menjadi orang lain yang bukan diri kita. 


Sumber gambar : quotes.lifehack.org

Yakinlah, bahwa kejujuran pada akhirnya selalu mengantarkan kita pada kebaikan. Jika orang tersebut adalah benar jodoh terbaik kita, maka ia tentu akan menerima kita apa adanya, lengkap dengan segala kekurangan dan keburukannya. Jadi jangan takut untuk menunjukkan siapa diri kita. Lebih indah jika kita dicintai apa adanya, dan kita bisa tetap nyaman menjadi diri sendiri. 

Comments

  1. Hehehe...aku termasuk yang suka jaim-jaiman Mbak. Kayaknya di depan semua orang deh, kelihatan sifat aslinya itu kalau udah di depan orangtua dan adik aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih, biasanya orang yang paling tau aslinya kita ya keluarga ya :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…