Skip to main content

Kemampuan Setiap Anak Itu Berbeda

Rencananya, Alia mau saya daftarin TK di usia 5 tahun lebih, mendekati 6 tahun. Mudah-mudahan TK-nya cukup setahun aja. Jadi SD-nya di usia hampir 7 tahun. Ada yang bilang usia yang pas masuk SD itu 7 tahun, ada yang bilang 6 tahun, ada juga yang bilang kalau usia 5 tahun anak udah mampu masuk SD, kenapa enggak. 

Kita tak bisa menyamaratakan berapa usia yang pas untuk anak masuk SD, sebab setiap anak itu memiliki kemampuan yang berbeda-beda, dan juga karakter yang berbeda-beda. Ada anak yang di usia 5 tahun sudah sangat senang dengan aktivitas belajar dan bersosialisasi di sekolah, dan juga sudah mampu di ajari membaca dan berhitung, tanpa ia merasa terbebani. Tapi ada juga anak yang di usia 6 tahun masih belum hafal abjad dan angka, bahkan belum terlalu berminat dengan aktivitas di sekolah SD. 

Alia sendiri baru kenal angka dan abjad di usianya yang ke-tiga. Sampai sekarang, di usianya yang hampir 3 tahun setengah, Alia belum bisa menulis angka dan abjad, dan belum terlalu hafal urutan angka serta abjad. Saya lebih suka Alia mempelajari sesuatu yang memang ia menyukainya, dibanding saya mendorongnya untuk mempelajari sesuatu yang ia belum memiliki ketertarikan terhadapnya. Saya pikir, nanti ada waktunya Alia akan belajar menulis, membaca, ataupun berhitung. 

Sebagai seorang ibu, biasanya kita bisa melihat atau mengetahui respon anak kita terhadap sesuatu. Jika memang ia belum meminati aktivitas belajar angka atau abjad di usianya yang ke-tiga atau ke-empat misalnya, tak perlu sampai terlalu mendorong (memaksa) anak untuk bisa. Usia balita, adalah waktu di mana anak-anak begitu senang bermain, tanpa harus dibebani apapun, termasuk belajar. Biarkan ia puas menikmati masa kecilnya itu dengan aktivitas-aktivitas bermanfaat yang ia senangi. 


Sumber gambar : ibudanbalita.com

Bisa juga jika aktivitas belajar diselingi dengan bermain. Dan hindari sikap memaksa anak untuk bisa, sebab saat kita memaksa anak sama artinya dengan membebani anak, dan ini tak baik untuk perkembangan mereka.

Comments

  1. Itu betuuuul sekali mbak...
    Kayla & Fathir pun punya kemampuan dan kemauan yang beda dalam hal belajar, jadi aku pun tidak ingin terlalu memaksakan...

    Fathir sekarang sudah TK B tapi baca tulis nya masih males-malesan gitu mbak, jadi daripada memaksakan tahun ini untuk masuk SD, aku dan Abah sepakat untuk biarin Fathir di TK 1 tahun lagi aja deh..

    kayaknya dia masih pengen main-main dan belum pengen belajar...hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Good mom dirimu mak :) Iya lah, gak apa nerusin lagi TK setahun daripada maksain kemampuan anak..

      Delete
  2. Betul mbak,,,anak pertamaku lebih suka praktek daripada teori, yang kedua, sijago penghafal sedang yang ketiga, karena masih kecil, lebih suka berimajinasi melalui gambar..:)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…