Skip to main content

Membaca Buku Membuat Pikiran Kita Sehat

Membaca buku itu merupakan salah satu olahraga otak yang dapat membuat pikiran kita sehat. Saat membaca, otak kita bekerja untuk mencerna apa yang kita baca. Jika kita membaca buku yang inspiratif, positif, atau bermanfaat, maka hasilnya bagi pikiran kita juga akan positif dan menyehatkan. Buku itu nutrisi bagi pikiran kita agar sehat.

Banyak sekali manfaat dari membaca buku. Betul sekali kalimat "Buku adalah Jendela Dunia". Karena melalui sebuah buku kita bisa memperkaya wawasan kita. Kita bisa jadi pintar hanya dengan membaca buku, sebab dari sebuah buku kita bisa memperoleh informasi apapun yang kita inginkan. Kita juga bisa mempelajari sesuatu melalui sebuah buku.

Buku juga bisa mengubah hidup kita menjadi lebih baik, khususnya jika kita membaca buku-buku yang sifatnya inspiratif, berisi motivasi-motivasi, atau bertema pengembangan diri. Saya pribadi juga pernah mengalami perubahan diri melalui sebuah buku. Buku yang saya baca tersebut memang sebuah buku inspiratif. Buku bisa membuat pikiran kita yang sempit menjadi terbuka, dan mengubah cara pandang atau cara berpikir kita ke arah yang lebih baik. 


Sumber gambar : linkedin.com

Jadi, saat pikiran kita terasa sempit atau buntu sehingga hidup terasa menjenuhkan, cobalah membaca sebuah buku yang inspiratif. Lebih bagus lagi jika aktivitas membaca buku kita jadikan sebagai salah satu dari kebiasaan baik kita. Bacalah buku yang bisa membuat kita terinspirasi dan termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi :) 




*Self reminder*

Comments

  1. bisa dicoba nih mbak tips nya, saya sekarang sudah mulai jarang2 membaca buku :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga udah jarang sebenarnya mbak :p lebih banyak baca dari internet :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …