Skip to main content

Mengatasi Stress

Pernah mengalami stress? Pasti pernah ya, hanya saja tiap orang berbeda kadar stressnya dan juga kuantitas ia mengalami stress tersebut. Ada orang yang mudah stress, ada juga orang yang kuat secara mental, sehingga ia tak mudah terserang stress. 

Sebenarnya, stress tak tergantung dari besar atau kecilnya masalah yang kita hadapi, tapi tergantung dari kekuatan diri kita secara mental. Jika kita memiliki mental yang kuat, masalah sebesar apapun tak akan menyebabkan kita stress berlebihan, yang kemudian bisa menyebabkan depresi. Sebaliknya, jika mental kita lemah, masalah kecil sekalipun bisa saja membuat kita terserang stress. 


Sumber gambar : smallbiztrends.com

Stress berawal dari pikiran. Pikiran kita sendirilah yang menyebabkan kita stress. Saat ada sebuah kejadian yang tak bisa diterima dengan nyaman oleh pikiran kita, di sinilah kemudian muncul stress. Saat kita berpikiran negatif, berpikiran buruk, membayangkan ketakutan-ketakutan, saat itulah kita menjadi stress. Lain halnya saat pikiran kita bisa berpikir positif dan membayangkan hal-hal baik, masalah yang datang tak akan sampai membuat kita stress. 

Stress adalah sesuatu yang bisa kita rasakan namun tak berwujud, sehingga bisa jadi kita tak menyadari kehadirannya. Orang yang sedang stress pun bisa saja terlihat normal oleh orang lain, karena stress itu ada di dalam diri seseorang, yang tak bisa dilihat secara kasat mata, kecuali oleh orang-orang yang memang ahlinya, seperti psikolog atau psikiater. Inipun terkadang tak bisa dilihat tanpa adanya observasi (pengamatan). 

Stress bisa dihindari dengan berusaha menjauhi faktor-faktor pemicu terjadinya (penyebab) stress tersebut. Tapi jika faktor-faktor penyebab stress tersebut tak bisa kita hindari, maka kita harus mengatasi atau mengendalikan stress yang kita alami. 

Berpikir positif bisa membantu kita mengatasi stress. Kita bisa mencoba mengalihkan pikiran kita untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang kita sukai, agar pikiran-pikiran negatif yang menyebabkan stress bisa teralihkan. Jika kita suka membaca buku, maka ini bisa menjadi cara mengatasi stress yang bagus. Karena saat membaca, pikiran kita menjadi fokus pada hal-hal yang ada dalam buku. Pilihlah buku yang inspiratif, sehingga pikiran negatif kita berubah menjadi positif. 

Selain itu, aktivitas fisik yang mengharuskan kita banyak bergerak juga bisa membantu mengatasi stress. Apakah itu olahraga, jalan-jalan, melakukan permainan (yang membuat kita banyak bergerak) bersama anak-anak di rumah juga bisa menghilangkan stress. Karena saat kita banyak bergerak, fokus pikiran kita jadi teralihkan. Intinya, saat stress alihkanlah pikiran kita pada hal-hal lain yang bermanfaat, sehingga pikiran negatif kita akan hilang, dan berganti menjadi positif.

Comments

  1. kalau mulai ngerasa stres,saya larinya cari kegiatan,biar hilang gitu,kalau masih aja..tiduran,ambil wudhu,istighfar...pelan2 hilang terus ketiduran hehehe,tapi lumayan membantu^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau stressnya ringan, dibawa tidur juga enakan ya mak :)

      Delete
  2. Setuju mak. Pikiran haris selalu positif dan banyakin kesibukan. Makanya emak2gini kudu aktif beraktivitas, kalo cuma bengong nonton sinetron di rumah malah stres sendiri. Hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, iya, kalau banyak diem, kurang aktivitas malah stress juga ya :p

      Delete
  3. saya kayanya setelah mengalami anak kedua pernah mengalami mak, mungkin plus BB juga. duuh kalo mikir itu gamau ngalami lagi. tapi mungkin juga sekarang2 suka mengalami ya tanpa sadar ??

    ReplyDelete
  4. kalau kadar stress nya ringan biasanya saya jalan2 sama anak2...
    tapi kalau agak berat, lebih banyak istighfar :)

    ReplyDelete
  5. Kalau stress berat, aku langsung mandi keramas lama-lama Mbak. Berdiam diri di bawah shower. Kalau pas rambut panjang, langsung potong rambut. Kalau gak puter musik yang keras. Berdoa itu sebenarnya cara ampuh menghilangkan stress, istighfar, cuma kalau udah stress, suka hilang kendali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, aku gak bisa lama-lama keramas mbak, bisa eungap nanti :p
      Iya, stress kalau dibiarkan tanpa solusi bisa hilang kendali, hehe..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…