Skip to main content

Pasangan yang Bahagia Belum Tentu Selamanya

Tak ada yang abadi dan sempurna di dunia ini, termasuk juga sebuah hubungan asmara. Dalam kisah asmara, pasti akan ada ujung dan juga akan ada lika-liku di dalamnya. Pasangan yang pada awal hubungan begitu bahagia dan tampak hampir sempurna sekalipun, tak akan menjamin bahwa hubungannya itu akan berlangsung selamanya. 

Dalam perjalanannya, kebahagiaan yang kita rasakan pada awal hubungan tentu akan berbeda dengan kebahagiaan setelah beberapa tahun hubungan itu berlangsung. Akan ada banyak ujian atau cobaan menyertai sebuah hubungan asmara. Tentu dibutuhkan perjuangan serta pengorbanan untuk bisa mempertahankan sebuah hubungan agar bisa langgeng dan tetap bahagia. 

Sumber gambar : huffingtonpost.com

Dalam menjalani sebuah hubungan asmara kita juga perlu bersikap realistis dan tak berlebihan (terlalu muluk-muluk). Kita juga harus sadar bahwa mempertahankan sebuah hubungan agar tetap berjalan baik dan bahagia bukanlah sebuah hal yang diperoleh tanpa usaha. Hubungan yang pada awalnya begitu mudah dan indah untuk dijalani, bisa saja mendapatkan hambatan di tengah perjalanannya. Dan banyak hubungan yang berakhir karena berbagai permasalahan yang tak terselesaikan. 

Maka dari itu, dalam memulai sebuah hubungan, sebaiknya kita juga mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai ujian yang kelak akan datang menghampiri. Dan saat kita menjalaninya pun, harus disertai usaha dan kerjasama dari kedua belah pihak untuk membuat hubungan itu tetap berjalan bahagia.

Comments

  1. dari duluuu, sering denger -lupa siapa yg bilang- kalo mencintai biasa2 aja, kalo terlalu cinta nanti bisa berubah benci sebaliknya terlalu benci nanti bisa suka. mungkin maksudnya harus disertai akal sehat juga kali ya meski wanita banyak berperasaan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, tetep harus realistis jangan berlebihan :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…