Skip to main content

Pernikahan Tak Hanya Butuh Cinta

Terkadang cinta membutakan mata dan hati kita. Ini membuat kita tak bisa berpikir realistis. Kita berpikir cinta bisa membuat segalanya menjadi mungkin. Ini juga membuat kita hanya memandang persoalan cinta dari segi keindahannya saja, tanpa memikirkan bahwa cinta juga memiliki banyak risiko. Akhirnya, cinta yang membutakan seperti ini membuat kita berpikir pernikahan bisa dibangun hanya dengan modal cinta. Asalkan saling mencintai, maka segalanya menjadi lebih mudah. 


Sumber gambar : goodwp.com

Namun benarkah begitu? Tidak. Kenyataannya, ada pasangan yang pada awal pernikahan begitu saling mencintai, tapi harus mengakhiri pernikahannya dengan perceraian. Ini membuktikan bahwa pernikahan tak hanya butuh cinta, tapi butuh banyak hal selain itu. Sebab cinta itu bersifat dinamis, ia bisa berubah seiring waktu, baik berkurang, bertambah, ataupun menghilang. 

Oke lah, saat cinta sedang menyala di antara kedua belah pihak, semuanya bisa jadi terasa begitu indah dan mudah. Tapi saat cinta meredup, hal-hal yang awalnya terasa indah bisa jadi membosankan. Kemudian saat cinta menghilang, semuanya menjadi lebih sulit lagi. Itu jika pernikahan hanya bermodalkan rasa cinta. Tapi tidak demikian jika pernikahan tersebut memiliki kekuatan lain yang mendukung rasa cinta tersebut. 

Ada banyak hal yang mendukung rasa cinta dalam sebuah pernikahan, seperti : adanya komitmen yang kuat, adanya kerjasama dari kedua belah pihak, adanya rasa saling toleransi, komunikasi yang lancar, rasa tanggung jawab, dan masih banyak lagi. Dan semuanya itu terus diusahakan dari waktu ke waktu, sepanjang pernikahan. 

Comments

  1. untuk kelanggengan sebuah hubungan memang tak hanya cinta banyak faktor mempengaruhi... mulai dari ikut campur pihak ketiga sampai masalah ekonomi....

    semoga pernikahan kita semua langgeng dan bahagia... aamiin

    ReplyDelete
  2. Kemarin ada sutradara yang nawarin gue jadi pemeran diiklan sampo. Tapi gue tolak aja ,masa gue di suruh berperan jadi ketombe !!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …