Skip to main content

Pertemanan di Sosial Media

Tentu kita harus bersyukur dengan semakin mudahnya penggunaan sosial media saat ini. Sekarang, handphone seharga beberapa ratus ribu saja sudah bisa buat internetan lancar. Pulsa beberapa puluh ribu sebulan pun sudah cukup untuk kita puas berinternet ria seharian. Itu sebabnya penggunaan sosial media saat ini sudah menjangkau banyak kalangan, baik dari segi usia, pekerjaan, maupun latar belakang sosial. 

Namun demikian, penggunaan sosial media sebaiknya dibatasi. Bukan hanya bagi anak-anak, tapi juga bagi kita orang dewasa. Sebab, sosial media banyak juga mengekspos konten-konten yang tak positif, malah ada yang membahayakan. Dalam sosial media, orang-orang begitu mudahnya membagikan berita, kabar, atau isu-isu apa saja tanpa melalui proses penyaringan konten. 

Bukan hanya hal-hal yang berbau pornografi ataupun kekerasan saja yang tak baik untuk kita simak, tapi juga termasuk konten berupa status-status yang isinya negatif, memprovokasi, serta menyesatkan. Tak ada salahnya jika kita selektif dalam memilih daftar teman di sosial media. Jika terbukti teman sosial media kita tersebut memberikan pengaruh negatif bagi kita, akibat dari status yang dibagikannya, kita berhak untuk menghapusnya dari daftar pertemanan kita di sosial media.

Sumber gambar : unpas.ac.id

Bukan berarti kita memutuskan silaturahmi dengan orang lain, atau memilih-milih dalam berteman. Karena pertemanan di dunia nyata tentu tak sama dengan pertemanan di dunia maya. Seringkali orang-orang yang ada di daftar pertemanan sosial media kita, bukanlah orang yang kita kenal. Dan sebaliknya, bisa saja orang yang berteman baik dengan kita di dunia nyata namun tak ada dalam daftar pertemanan di sosial media. 

Sosial media harusnya menjadi tempat yang memberikan pengaruh positif bagi kita. Jadikan sosial media sebagai tempat untuk kita berbagi hal yang positif dan inspiratif :)

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…