Skip to main content

Pilihlah Pekerjaan yang Kita Sukai

Bicara mengenai pekerjaan, saya pernah beberapa kali berpindah-pindah bidang pekerjaan. Mulai dari sekretaris, administrasi salon, administrasi gudang, administrasi marketing, hingga penggajian. Setelah saya bekerja di rumah, awalnya saya bekerja sebagai pemilik toko online, sampai kemudian saya bertemu dengan bidang tulis menulis. Terhitung sudah lebih dari lima kali saya berganti-ganti bidang pekerjaan. Namun, baru pada pekerjaan yang terakhir inilah yang membuat saya sangat nyaman dan benar-benar suka saat mengerjakannya.

Sumber gambar : forkstofeet.com

Pekerjaan seringkali hanya menjadi sarana bagi kita mencari uang. Padahal seharusnya pekerjaan bukan hanya dijadikan sebagai sarana untuk mendapatkan uang, tapi juga sebagai sarana untuk mendapatkan pahala, berbagi manfaat, sarana untuk kita semakin banyak bersyukur, juga sebagai sarana untuk kita melakukan aktivitas yang kita sukai. 

Memang tak mudah untuk kita mendapatkan pekerjaan yang benar-benar seperti itu. Tentu butuh usaha dan juga proses untuk kita bisa mendapatkannya. Saya pun demikian. Pada awal saya bekerja, saya belum mendapatkan kepuasan secara batin. Saat itu tujuan saya bekerja lebih kepada uang. Itu sebabnya, terkadang saya merasa sangat jenuh dengan pekerjaan, merasa terbebani, dan merasa 'bukan ini yang saya inginkan sebenarnya'.

Jadi, berusahalah mencari pekerjaan yang juga bisa membuat kita bahagia secara batin, yaitu dengan melakukan pekerjaan yang memang kita sukai. Pekerjaan bukan hanya untuk mendapatkan uang, tapi lebih dari itu. 

Comments

  1. Yap..pekerjaan yang dilakukan harus dengan ikhlas ya mbak,,,insya Allah menuai rahmat...namanya juga manusia biasa mbak pasti kadang jenuh ya, kayak aku juga sih. Yaaa,,,gimana caranya tetap keep smile aja...:)

    ReplyDelete
  2. Bener banget, pengen punya penghasilan dari bekerja yang sesuai dengan hobby kita. Pastinya tanpa paskaan dari siapapun, pokoknya menikmati lah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan dirimu mendapatkannya ya mbak, aamiin. :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…