Skip to main content

Setiap Keluarga Memiliki Karakteristik yang Berbeda

Keluarga seharusnya memang menjadi lingkungan yang membuat kita paling merasa nyaman saat berada di dalamnya. Tapi, kenyataannya tak semua keluarga bisa menciptakan kehangatan seperti yang kita inginkan. Tak semua keluarga mempunyai kedekatan yang erat di antara setiap anggotanya. Dan, tak semua keluarga bisa saling mencintai dan menyayangi dengan tulus sehingga tercipta suasana yang harmonis.

Ada pula keluarga yang masing-masing anggotanya lebih sering bersikap acuh tak acuh, sibuk dengan urusannya masing-masing hingga jarang sekali punya waktu bersama. Ada pula keluarga yang tak harmonis, seringkali terjadi pertengkaran dan kesalahpahaman di dalamnya. Dan masih banyak lagi jenis-jenis keluarga yang memiliki karakteristik berbeda lainnya.

Sangat bersyukur bagi kita yang berada di lingkungan keluarga harmonis. Namun bagi mereka yang berada di lingkungan keluarga yang kurang atau tak harmonis, bersyukurlah juga karena bisa jadi itu ujian bagi kita, agar kita bisa mendapat banyak pahala dari kesabaran dan sikap terbaik kita menghadapi keluarga. Semua orang memang memiliki ketetapan takdir yang berbeda-beda. Dari keluarga mana dan seperti apa keluarga tempat kita berasal, merupakan salah satu dari ketetapan takdir Allah bagi kita. Sebab kita tak bisa memilih akan dilahirkan dari keluarga mana.

Sumber gambar : pinterest.com

Bagaimanapun keadaan keluarga kita dan seperti apa mereka, mereka tetaplah keluarga kita. Keluarga selamanya akan selalu menjadi keluarga, dan merupakan bagian dari diri kita. Sebab ikatan darah di antara keluarga tak bisa diputuskan, seperti halnya ikatan pertemanan atau pernikahan. 

Comments

  1. Bettuul, bagaimanapun kondisi keluarga kita, insya allah bisa menjadi ladang pahala ;)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…