Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2015

Belajar Dari Olga Syahputra

Meninggalnya Olga Syahputra memang sudah lewat beberapa hari yang lalu, tapi sampai sekarang saya masih merasa sedih jika melihat liputan tentangnya di televisi. Saya kehilangan...dan yang membuat saya semakin sedih, saat mengingat betapa almarhum merupakan sosok yang sangat baik, dan begitu banyak memberi manfaat pada orang lain, namun kini telah tiada. Mudah-mudahan Allah menghadirkan kembali sosok-sosok baik hati di dunia ini, aamiin.

Bicara tentang Olga Syahputra, ada banyak sekali hal yang bisa kita pelajari darinya. Dari mulai perjuangannya meraih sukses, totalitasnya dalam bekerja, sampai pada kebaikan hatinya. Nah, saya tertarik untuk membahas mengenai kebaikan hatinya. Ini saya rangkum dari sekian banyak acara televisi yang mengulas tentang Olga beberapa hari terakhir. Di mana dalam tayangan-tayangan tersebut, yang menjadi narasumbernya adalah orang-orang terdekat Olga Syahputra sendiri. 

1.  Menjaga shalatnya

Olga dikenal sebagai orang yang rajin menjaga shalatnya, meski dalam …

'Perayaan Sederhana' untuk Menciptakan Quality Time Dalam Keluarga

Seringkali, karena adanya kesibukan pekerjaan, maupun rutinitas kita sehari-hari, waktu-waktu bersama dengan keluarga menjadi tak berkualitas. Sekalipun setiap hari kita bertemu dengan keluarga di rumah, belum tentu kita bisa menciptakan waktu bersama keluarga yang berkualitas (quality time). Quality time adalah waktu yang kita luangkan bersama keluarga untuk melakukan hal-hal yang bernilai / berarti, karena ada rasa kebersamaan, keakraban, yang pada akhirnya membuat para anggota keluarga merasa bahagia.


Kesibukan kerap membuat hubungan antar anggota keluarga menjadi 'dingin' atau cuek. Setiap hari bertemu, tapi tak ada obrolan 'hangat' yang berarti, tak ada ada canda tawa atau saling tukar cerita yang membuat hubungan antar anggota keluarga menjadi semakin harmonis. Jika itu terjadi, apa yang harus kita lakukan? Carilah waktu-waktu yang tepat untuk menciptakan quality time dalam keluarga.
Salah satunya yaitu dengan membuat sebuah perayaan sederhana setiap kali kita bert…

Anakku, Aku Ingin Jadi Sahabat Terbaikmu

Sahabat adalah seseorang yang bisa membuat kita merasa nyaman bersamanya, bukan hanya nyaman untuk berbagi kebahagiaan, yang lebih penting adalah nyaman saat kita berbagi kesedihan dan kesulitan dengannya. 

Sebelum memiliki Alia, saya sudah punya gambaran hubungan seperti apakah yang saya inginkan kelak antara saya dan Alia. Saya ingin kelak hubungan saya dan Alia seperti layaknya sahabat, bukan hanya sahabat, tapi saya ingin menjadi sahabat terdekat sekaligus terbaiknya. Saya memang ibu yang melahirkan Alia, tapi saya tak ingin hal itu menjadikan kami seolah banyak dihalangi oleh aturan-aturan (misal : tata krama), tak boleh begini dan begitu, atau harus begini dan begitu. 



Satu hal yang saya yakini, jika hubungan kita dan anak terjalin dengan baik, maka rasa hormat dan menghargai, otomatis akan mengikuti, tanpa harus disertai aturan-aturan yang kaku. Seringkali aturan-aturan seperti itu malah membuat hubungan antara anak dengan orangtuanya disertai banyak rasa sungkan. Saya tak ingin …

Kami Kehilanganmu...

Begitu banyak orang mengenal dan begitu akrab dengan sosok seorang Olga Syahputra. Seorang komedian, presenter, aktor, penyanyi, pokoknya entertainer sejati. Bahkan, anak saya Alia -yang pada waktu Olga masih sering tampil di televisi-, masih berusia 2 tahunan, begitu hafal dengan sosok Olga. Apa mungkin karena tingkah lucunya, murah senyumnya, ataukah karena kebaikan hatinya, sehingga anak batita pun bisa tertarik padanya.

Saya termasuk salah seorang yang ikut merasa sedih saat penyakit Olga semakin parah, di awal tahun 2014, yang kemudian membuatnya harus di rawat di Singapura pada bulan April 2014. Saya berharap Olga bisa sembuh, kembali berkarya, dan kembali memberi banyak manfaat bagi orang lain melalui kebaikan hatinya. Saya tak bisa melakukan hal lain, kecuali hanya doa yang saya panjatkan untuknya. Meski saya bukan penggemarnya, yang selalu mengikuti setiap jejak karirnya, tapi saya sangat kagum dengan kebaikan hatinya.
Ya, saya mengagumi kebaikannya, kemurahan hatinya, serta ke…

Membayangkan Berada di Posisi Orang Lain

Betapa tak mudahnya untuk kita bisa pintar memahami orang lain. Jangankan memahami orang lain, terkadang memahami diri sendiripun tak mudah, lho. Saat kita ingin memahami orang lain dengan baik, kita membutuhkan rasa keperdulian, pengertian, rasa tenggang rasa, kesabaran, juga kebaikan dalam diri kita. Jika kita tak memiliki semua itu, maka akan sangat sulit untuk kita bisa memahami orang lain dengan baik. 

Kebanyakan orang tentu akan menempatkan dirinya sendiri terlebih dahulu dibanding orang lain. Begitupun saat kita memikirkan sesuatu atau memberi pandangan terhadap orang lain. Biasanya, kita akan berpikir dari sudut pandang kita dulu ("kalau saya akan begini/begitu", "kalau saya akan melakukan ini/itu", dll), atau menilai orang lain dari sudut pandang kita -padahal kita tak mengalami apa yang orang lain rasakan-.

Nah, kalau sudah ada egoisme kita yang muncul, maka memahami orang lain, akan jadi lebih sulit. Padahal memahami orang lain sangatlah diperlukan, agar k…

Membela Diri Bukan Berarti Membalas Perbuatan Buruk

Saat kita merasa disakiti oleh orang lain, seringkali ada rasa kesal yang membuat kita merasa ingin membalas perbuatan orang tersebut. Kalau kita menuruti emosi, pasti sudah terjadi 'perang' saat itu juga. Tapi, itu kan kalau kita menuruti emosi, Kalau kita menuruti akal sehat kita, apa iya itu yang terbaik? Apa iya, masalah akan selesai dengan cara membalas perbuatannya? Apa iya, kita bakalan dapat manfaat dari perbuatan kita tersebut? Big no, dear

Yang jelas, membalas perbuatan orang lain yang menyakiti kita dengan perbuatan buruk juga, sama sekali gak akan bikin kita jadi lebih baik. Ini yang pasti. Jadi tinggalkan sikap seperti itu. Ya, meski sebenarnya kita diperbolehkan untuk membalas perbuatan orang lain terhadap kita dengan perbuatan yang serupa, tapi..perlu diingat, bahwa memaafkan orang yang telah menyakiti kita adalah yang TERBAIK. 



Terus harus gimana dong, diam aja gitu? Enggak juga, karena diam belum tentu jadi sikap yang terbaik. Ada saatnya untuk diam, dan ada s…

Jangan Merespon Sesuatu Saat Kita Emosi

Setiap harinya, selalu adaaa saja hal-hal yang membuat emosi kita naik. Apalagi, bagi kita yang memang memiliki sifat emosional, yang begitu mudah terpancing emosinya. Ibaratnya, disenggol sedikit saja langsung marah meledak-ledak. Hehe, repot ya? Masalahnya, gak mungkin dong, kita bisa selalu menghindari faktor-faktor pemicu emosi. Karena kita gak bisa mengendalikan tingkah laku orang lain sesuai dengan keinginan kita.  

Jadi, yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan diri kita sendiri, yaitu dengan mengatur bagaimana cara kita merespon sesuatu di sekeliling kita. Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk bisa meredam emosi kita, dan untuk menghindari hal-hal negatif yang seringkali terjadi saat kita emosi, yaitu jangan merespon sesuatu di saat kita sedang benar-benar emosi ataupun merespon sesuatu yang membuat kita semakin emosi.

Saat kita sedang emosi, kita sedang tak dalam kondisi rileks, kita seringkali tak bisa berpikir jernih pada saat itu. Nafsulah yang mendominasi diri kit…

Bukan Hanya Tubuh yang Memerlukan Diet

Diet, yaitu mengatur makanan yang masuk ke dalam tubuh kita, dengan tujuan agar kita memiliki tubuh yang sehat. Saat seseorang berdiet, maka ada aturan-aturan makanan apa saja yang boleh dikonsumsi dan makanan apa saja yang tak boleh dikonsumsi. Selama ini, kita lebih mengenal diet untuk program meraih berat badan yang ideal. Padahal, tujuan utama diet bukan itu. Tujuannya yaitu untuk kesehatan, bukan untuk kurus atau langsing. Tapi, salah satu cara mencapai berat badan ideal, memang bisa ditempuh melalui diet. 

Lalu, pernahkah terpikir olehmu, bahwa bukan hanya tubuh yang memerlukan diet? Pikiran kita juga butuh diet, lho. Tujuannya, tentu saja sama dengan diet tubuh, yaitu memperoleh kesehatan, dalam hal ini kesehatan pikiran. Pikiran yang sehat tentunya akan membuat kita terhindar dari stress. 


Diet pikiran intinya sama saja dengan diet tubuh, bedanya, diet pikiran kita terapkan pada pikiran atau otak kita, sedangkan diet tubuh kita terapkan pada tubuh kita. Diet pikiran berarti kita…

Relaksasi Dengan Mengosongkan Pikiran

Di zaman seperti sekarang ini, siapa yang tak pernah mengalami stress. Di mana kemajuan teknologi membuat kita begitu mudah menerima informasi-informasi yang negatif, apakah dari televisi, radio, hingga jejaring sosial yang kita akses setiap hari. Persaingan hidup juga semakin ketat, baik di bidang pekerjaan, pendidikan, hingga percintaan, yang membuat tindakan kejahatan semakin marak. 

Bukan hanya itu, faktor makanan juga menjadi faktor pemicu stress yang seringkali kita abaikan. Saat ini, betapa sulitnya mencari penjual makanan yang betul-betul menjual makanan sehat, dengan harga terjangkau. Begitu banyaknya praktik-praktik curang para pedagang, demi mencapai keuntungan yang tinggi. Mengkonsumsi makanan tak sehat bukan hanya bisa mengotori kesehatan fisik, tapi juga psikologis kita (menjadi mudah stress).

Kita bisa menghindari stress dan kita pun bisa mengatasinya. Keduanya, sama-sama bukanlah hal yang mudah. Tapi, mengatasi stress lebih sulit dibanding menghindarinya. Maka, sebisa mu…

Baik atau Buruk, Tergantung Interpretasi Kita

Baik buruknya ataupun positif dan negatifnya suatu hal, itu semua tergantung dari bagaimana interpretasi seseorang terhadapnya. -Interpretasi adalah pandangan, pendapat, atau penafsiran terhadap sesuatu-. Jadi, jika interpretasi kita terhadap sesuatu adalah negatif, maka akan negatif jugalah penilaian yang dihasilkannya. Sebaliknya, jika interpretasi kita positif, maka penilaian yang dihasilkan pun akan positif. 



Interpretasi kita terhadap sesuatu dipengaruhi oleh bagaimana cara kita berpikir. Karena cara berpikir tiap-tiap orang berbeda, maka akan berbeda pula interpretasi setiap orang terhadap sesuatu. Sesuatu yang menurut kita buruk, belum tentu menurut orang lain juga demikian. Tergantung interpretasi kita masing-masing. 

Orang-orang yang memiliki pikiran yang baik (positif), tentunya juga akan memiliki interpretasi yang lebih positif terhadap sesuatu hal. Maka dari itu orang-orang yang memiliki pikiran positif jarang menilai buruk orang lain atau sesuatu. Karena penilaian yang diha…

Pribadi yang Bermasalah, Membutuhkan Pertolongan

Betapa seringnya kita melihat dan mendengar tindakan kekerasan atau kejahatan yang kemudian ramai-ramai berita tersebut kita sebarkan, kita komentari, dan juga kita hakimi dengan penilaian-penilaian buruk, bahkan tak jarang banyak pula orang yang mengeluarkan sumpah serapah pada pelaku kejahatan tersebut. Ya, kita tentu mengutuk perbuatan keji yang dilakukan oleh manusia-manusia tersebut. 

Tapi, bukan dengan cara menghakimi melalui kata-kata yang kadang tak kalah kejinya. Bukan juga dengan cara menghakimi langsung, seperti : memukulinya secara beramai-ramai. Sebab, kekerasan yang dibalas dengan sebuah kekerasan, atau kejahatan dibalas dengan kejahatan, bukanlah sebuah penyelesaian. 
Sebenarnya, para pelaku kejahatan dan kekerasan itu sendiri adalah korban. Mereka merupakan korban dari nafsu jahat yang telah menguasai diri mereka, yang mana diri mereka sendiri tak sanggup untuk melawannya. Para pelaku kejahatan tersebut termasuk pribadi yang bermasalah. Masalah mereka yaitu ketidakmampua…

Menerima Perselingkuhan Pasangan, Bisakah?

Jika pasangan (istri atau suami) kita berselingkuh, apakah harus selalu berakhir dengan perceraian? Tentu tak demikian, karena ada pasangan yang kemudian bisa menerima sebuah perselingkuhan. Tentunya bukan hal yang mudah untuk bisa move on dari sebuah pengkhianatan. Tapi, bukan hal yang mustahil, sebuah pernikahan yang dinodai dengan perselingkuhan, bisa kembali harmonis. Berikut ini adalah hal-hal yang harus dilakukan oleh pasangan suami istri yang ternodai oleh perselingkuhan, namun ingin kembali menyatukan pernikahan : 

Bagi pihak yang diselingkuhi :

1.  Ikhlas dengan takdir

Perselingkuhan yang kita alami, merupakan bagian dari takdir hidup kita, yang mau tak mau dan suka tak suka harus kita terima. Perselingkuhan memang bukan hal yang baik, tapi tentu semua hal ada hikmahnya, seburuk apapun kejadian itu. Cobalah untuk ikhlas menerimanya, ini bisa membantu kita untuk lebih berdamai dengan keadaan. 

2.  Betul-betul memaafkan 

Berusahalah untuk memaafkan pasangan kita yang berselingkuh. C…

Cemburu yang Tepat Pada Pasangan

Ada yang bilang cemburu itu merupakan bumbu dari sebuah hubungan percintaan. Benar juga kok, sebab rasa cemburu bisa membuat sebuah hubungan menjadi lebih berwarna (tak berjalan datar), dan cemburu juga seringkali dianggap sebagai bentuk dari rasa keperdulian atau cinta. Seperti apa sih, cemburu yang tepat pada pasangan itu? Berikut ini beberapa kriteria cemburu yang tepat :

1.  Menyadari bahwa cemburu itu bukanlah hal yang positif

Pertama, kita harus menyadari bahwa rasa cemburu itu bukanlah suatu hal yang positif, meski bukan hal yang terlarang untuk kita rasakan. Kita boleh cemburu, tapi jangan sampai kita menganggap rasa cemburu itu sebagai hal yang baik. Ini untuk mengendalikan rasa cemburu kita. 

2.  Mengatakan kecemburuan kita dengan bijak pada pasangan

Saat kita cemburu, sebaiknya katakan secara terbuka pada pasangan mengenai apa yang kita rasakan. Sebab memendam rasa cemburu juga tak baik untuk kesehatan batin kita, serta tak baik juga untuk kelangsungan hubungan kita dengan pasa…

Tempat Kerja yang Nyaman Versi Saya

Beruntung dan bersyukurlah kita yang mendapatkan tempat kerja yang nyaman. Sebab, tak semua orang mendapatkannya. Saya sendiri pun, pernah beberapa kali bekerja di tempat yang tak nyaman. Kalau sudah demikian, mental kitalah yang harus dikuatkan *meski tak mudah*. Nah, berikut ini ada beberapa kriteria tempat kerja yang nyaman versi saya :

1.  Pimpinan yang Baik

Pimpinan yang baik, bukan hanya pimpinan yang memperlakukan para pegawainya dengan baik melalui sikapnya, tapi ia juga baik dalam membuat aturan-aturan yang berkaitan dengan pegawainya. 

2.  Tak Ada Senioritas Antar Sesama Pegawai

Seringkali, ada sebuah senioritas di dalam sebuah perusahaan, di mana pegawai lama memberikan tekanan kepada pegawai baru. Padahal, sikap senioritas ini menjadikan suasana yang 'dingin' dalam kantor. 



3.  Ruang Kerja yang Nyaman

Ruang kerja yang nyaman, dalam arti bersih dan rapih. Ada tempat khusus untuk beribadah, juga ada kamar mandi yang bersih. 

4.  Tak Ada Jam Kerja Malam Bagi Perempuan

Sebaikn…

Teman yang Baik Versi Saya

Semua orang tentu akan bahagia jika memiliki teman yang baik dalam hidupnya. Teman yang baik bukan hanya mereka yang bersikap baik saat kita bersamanya, tapi lebih dari itu. Berikut ini beberapa kriteria teman yang baik menurut versi saya :

1.  Nyaman Saat Bersamanya

Teman yang baik, tentunya adalah teman yang kita merasa nyaman berteman dengannya, nyaman menghabiskan waktu bersamanya, nyaman bercerita padanya, dan lain-lain, begitupun sebaliknya.

2.  Jujur dan Terbuka

Artinya, kita dan teman kita sama-sama akan saling bersikap apa adanya, saling bisa berterus terang, dan tak menutup-nutupi sesuatu. 

3.  Bisa Dipercaya

Maksudnya, saat kita membicarakan sesuatu yang sifatnya pribadi, maka teman yang baik bisa menjaga kerahasiaan cerita kita itu dengan baik. Dia juga bisa dipercaya saat kita memberinya sebuah amanah.

4.  Tak Berbicara Buruk Tentang Kita Pada Orang Lain

Dalam arti, dia bisa menjaga perasaan kita dan menghargai kita. Saat dia memiliki keluhan tentang diri kita, maka dia memilih u…

Agar Mudah Bangun Malam untuk Bertahajud

Bagi sebagian orang, ibadah Tahajud (yang termasuk ke dalam Qiyamul lail/ibadah malam) bisa jadi mudah, tapi bagi sebagian lagi bisa jadi terasa sangat sulit untuk dilakukan. Ya, memang bangun malam itu tak mudah. Jangankan untuk bangun malam, terkadang bangun Subuh atau bahkan bangun pagi, bisa saja sulit bagi sebagian orang. Padahal, ibadah Tahajud ini sayang banget deh, kalau dilewatin. Pada waktu ibadah malam, itu merupakan salah satu waktu terbaik untuk kita berdoa, selain itu shalat Tahajud merupakan ibadah shalat sunnah yang paling utama setelah shalat wajib.



Tapi, di mana ada kemauan di situ pasti ada jalan. Kalau kita betul-betul niat untuk Tahajud, insya Allah pasti bisa, asal disertai dengan usaha juga. Ada beberapa usaha yang bisa kita lakukan agar mudah bangun malam untuk bertahajud, yaitu : 

1.  Jangan Tidur Terlalu Malam

Semakin malam waktu tidur kita, biasanya akan semakin sulit bagi kita untuk bangun lebih awal. Maka dari itu, sebisa mungkin hindari tidur terlalu malam, …

Haters, Tak Perlu Ditanggapi Terlalu Serius

Istilah haters rasanya baru dikenal beberapa tahun belakangan ini ya, belum terlalu lama juga kok. Zaman saya kuliah, 8 tahun lalu, saya belum pernah dengar ada istilah ini. Haters itu sendiri artinya pembenci atau orang-orang yang membenci / tak suka pada sesuatu. Para selebritis merupakan orang-orang yang tak asing lagi dengan istilah yang satu ini. Sebab, setiap selebritis pasti memiliki penggemar (fans) dan juga ada saja haters-nya. 

Kalau orang biasa seperti saya, alhamdulillaah tak mengalami yang namanya punya haters. Eh, kecuali ada haters tersembunyi ya, yaitu mereka yang tak suka pada kita tapi tak menunjukkan secara terang-terangan. 

Ada berbagai macam cara yang dilakukan seseorang pada para haters-nya. Ada yang serius menanggapi, dengan memberikan reaksi-reaksi setiap kali ada haters yang menyerangnya (misal : saat haters memberikan komentar-komentar buruk di akun jejaring sosial kita, kemudian kita membalasnya dengan emosi). Ada juga yang santai menyikapi para haters, dengan…

Tak Apa Bertengkar, Asal...

Bertengkar bagi pasangan suami istri, bukanlah hal yang buruk jika terjadi masih dalam batas wajar, tak berlebihan, dan juga tak terlalu sering. Dan pastinya tak ada adu fisik ya, jadi murni hanya berselisih kata-kata. Setiap manusia tentu punya pikiran dan pendapat masing-masing, dan ketika dua orang berbeda pendapat, lalu diiringi dengan sedikit emosi, maka terjadilah pertengkaran. Sebenarnya, tak apa kok bertengkar, asal...

1.  Menghindari Perkataan Cerai

Perkataan cerai dalam Islam, bukanlah perkataan yang bisa kita anggap sepele, sebab kata cerai yang diucapkan secara sadar oleh seorang suami, bisa membuat jatuh talak dalam pernikahan tersebut. Tapi bukan hanya suami saja yang harus berhati-hati pada ucapan cerai, pihak istri juga harus berhati-hati, jangan sampai mudah meminta cerai saat bertengkar dengan suami. Bisa saja pada saat itu suami mengiyakan, dengan mengucap, 'ya sudah, saya ceraikan kamu'. Maka jatuhlah talak. Kata cerai sebaiknya tak diucapkan pada saat kita s…

Menunggu Ia Mengerti

Saat ini usia Alia sudah 3 tahun lebih, September tahun ini ia baru genap 4 tahun. Tapi, sampai saat ini, ia belum terlalu mengerti soal keadaan orangtuanya. Dia belum terlalu mengerti tentang arti keluarga, bahwa orangtua itu ada ayah, ada ibu. Pernah beberapa kali saya memberitahu soal ayahnya yang tak ada di dekatnya, karena ia tak tinggal di sini, ia berada jauh, di luar Jawa. Tapi tanggapannya masih 'mengambang', sepertinya ia memang belum menangkap apa yang saya katakan. 

Tapi, saya pikir ini wajar. Usia Alia memang masih terlalu kecil untuk mengerti soal ini. Meski ada beberapa anak yang di usia 3 tahun sudah bisa menanyakan soal keberadaan ibu atau ayahnya -bagi orangtua yang bercerai-, namun saya yakin setiap anak tentu berbeda perkembangannya. Alia memang belum pernah bertanya soal ayahnya. Akhirnya, saya memutuskan untuk tidak dulu menceritakan soal keadaan saya dan ayahnya Alia yang sudah bercerai. 

Saya menunggu ia mengerti. Saya khawatir, jika saya memaksakan memba…

Indonesian Food is Not Only About Taste But Also Health

One of the things that make us proud with Indonesia is the rich of natural resources.Indonesia's natural wealth that being attraction of the world is wealth of spices. Yes, Indonesia is a country that rich of spices.
Indonesia's native spices that famous in the world is clove and nutmeg. But in fact, not only clove and nutmeg that being Indonesia's native spices, there is also galangal, pangium edule (kluwek), and pandan leaves. Besides, there are many other spices that thrives in Indonesia, such as : onion, garlic, chilli, spring onion, bay leaves, cumin, pepper, ginger, hazelnut, coriander, and turmeric.

Maluku is an island that famous for its spices, even Maluku dubbed the Spice Islands, because that is where the clove and nutmeg come from. In Maluku both of these plants are thrives. However, not only Maluku who produce spices, most of Indonesian regions, such as Sulawesi, Sumatra, and Java, can be planted with spices, because basically Indonesia has fertile soil and ea…