Skip to main content

Anakku, Aku Ingin Jadi Sahabat Terbaikmu

Sahabat adalah seseorang yang bisa membuat kita merasa nyaman bersamanya, bukan hanya nyaman untuk berbagi kebahagiaan, yang lebih penting adalah nyaman saat kita berbagi kesedihan dan kesulitan dengannya. 

Sebelum memiliki Alia, saya sudah punya gambaran hubungan seperti apakah yang saya inginkan kelak antara saya dan Alia. Saya ingin kelak hubungan saya dan Alia seperti layaknya sahabat, bukan hanya sahabat, tapi saya ingin menjadi sahabat terdekat sekaligus terbaiknya. Saya memang ibu yang melahirkan Alia, tapi saya tak ingin hal itu menjadikan kami seolah banyak dihalangi oleh aturan-aturan (misal : tata krama), tak boleh begini dan begitu, atau harus begini dan begitu. 


Sumber gambar : mobavatar.com

Satu hal yang saya yakini, jika hubungan kita dan anak terjalin dengan baik, maka rasa hormat dan menghargai, otomatis akan mengikuti, tanpa harus disertai aturan-aturan yang kaku. Seringkali aturan-aturan seperti itu malah membuat hubungan antara anak dengan orangtuanya disertai banyak rasa sungkan. Saya tak ingin hubungan saya dengan Alia seperti itu.

Saya ingin Alia bisa menganggap saya sebagai sahabat terbaiknya, di mana ia bisa selalu menjadi dirinya sendiri di hadapan saya, dia bisa selalu merasa nyaman di dekat saya, dia bisa jujur dan terbuka menceritakan semua perasaan dan kisah hidupnya pada saya. Tanpa harus merasa malu, sungkan, apalagi takut terhadap saya. Intinya, saya ingin kami sama-sama merasa sangat nyaman satu sama lain. Aamiin. 




*Self reminder*

Comments

  1. ibu yang baik, semoga bisa terwujud keinginannya ya mbak :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…