Skip to main content

Belajar Dari Hal yang Negatif

Dalam setiap keluarga (rumah tangga), pasti ada saja hal-hal negatif yang terjadi di dalamnya. Ada keluarga yang harmonis dan bahagia, ada juga keluarga yang di dalamnya banyak terjadi perselisihan sehingga membuat suasana rumah menjadi tak nyaman. Dalam keluarga yang harmonis sekalipun, tentu akan ada hal-hal negatif di dalamnya, meski hanya dalam jumlah sedikit dan masih bisa ditoleransi. 

Sebaliknya, dalam keluarga yang tak harmonis, akan ada banyak hal-hal negatif di dalamnya, apakah itu pertengkaran, ketidakpedulian, ataupun perbuatan-perbuatan negatif lainnya. Semua orang tentunya mengharapkan untuk berada dalam sebuah keluarga yang harmonis, namun sayangnya kita tak bisa memilih dari keluarga mana kita berasal. 

Sumber gambar : positivebutterflies.com

Tapi, jangan bersedih hati dulu bagi kalian yang berada dalam keluarga yang tak harmonis. Sebab selalu ada hikmah dari setiap kejadian. Hal-hal negatif yang banyak terjadi dalam keluarga yang tak harmonis, bisa menjadi bahan pembelajaran bagi kita. Kita bisa belajar dari hal-hal negatif yang terjadi, agar kejadian tersebut menjadi peringatan bagi kita dalam berperilaku. Hal-hal negatif itu bisa menjadi contoh perbuatan yang harus kita hindari. 

Begitu pula halnya kita sebagai orangtua, sebaiknya sejak dini kita mengajarkan anak untuk bisa mengambil sebuah pembelajaran (hikmah) dari kejadian-kejadian negatif atau buruk yang terjadi di sekitarnya. Sebab dalam hidup, pasti akan kita temukan hal-hal negatif, termasuk dalam lingkungan keluarga atau rumah tempat kita tinggal. Dan kita seringkali tak bisa menghindarinya, yang bisa kita lakukan adalah menjadikan setiap kejadian negatif sebagai proses belajar dalam hidup.

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…