Skip to main content

Bukan Rezekinya yang Kurang, Tapi Syukurnya

Sumber gambar : inspirasiqolbu.com



Beberapa waktu lalu, saat saya sedang sepi order kerjaan, sekelebat ada perasaaan negatif menghampiri. Saya sempat merasa seolah rezeki saya tak berlimpah, seperti yang saya harapkan. Astaghfirullah. Tapi, bersyukur banget saya, karena Allah masih selalu mengingatkan saya. Allah membuka hati dan pikiran saya, bahwa pikiran dan perasaan saya tersebut adalah salah satu bentuk kekhilafan. 

Saya kemudian berpikir, betapa sempitnya pikiran dan hati saya, jika menganggap rezeki saya tak berlimpah. Padahal, saya diberi kesehatan meski tak sempurna, semua panca indera saya masih bisa berfungsi dengan baik, saya diberi kekuatan untuk beraktivitas, saya diberi kemampuan untuk melakukan ibadah-ibadah wajib dan sunnah yang luar biasa saya syukuri, saya diberi materi yang cukup meski tak berlebih, saya juga punya keluarga yang selalu ada di samping saya, saya diberi kemampuan untuk menulis setiap harinya yang merupakan kegiatan yang saya suka.

Dan, masya Allah, masih banyak pemberian Allah lainnya yang luar biasa dan begitu berarti. Tentu tak akan cukup media tulisan sebanyak apapun untuk saya menuliskan setiap nikmat pemberian-Nya. Satu hal yang membuat saya tersadar akan perasaan dan pikiran saya yang keliru, yaitu rezeki itu bukan hanya materi. Rezeki itu sangat luas. Materi itu hanya salah satu dari sekian banyak bentuk rezeki. Kita diberi rezeki yang cukup, tak seharusnya dijadikan alasan untuk merasa kurang. Kurang dalam pandangan kita yang sempit. Jika kita membuka hati dan pikiran kita, tak akan kita merasa kekurangan, karena urusan rezeki sudah diatur oleh-Nya. Allah Yang Maha Mengetahui yang terbaik. 

Jadi, saat kita merasa rezeki kita kurang, sebenarnya bukan rezekinya yang kurang, tapi syukurnya..




*Self reminder*

Comments

  1. Suka sama judulnya mbak...., tepat sasaran, hehehe...
    Betul, terkadang orang menilai rezeki itu hanya dari materi, sehingga orang kaya pasti disebut banyak rezekinya. Padahal, rezeki Allah itu luas banget cakupannya dan gak terhitung jumlahnya.
    Jazakillah khoyr ya mbak sharingnya.... ^^

    ReplyDelete
  2. Bener banget kadang orang kalau udah ngomong rejeki pasti mikirnya uang.

    ReplyDelete
  3. makasih diingatkan mak, harrus liat ke bawah terus ya biar bersyukur terus

    ReplyDelete
  4. benar banget mbak..
    syukurnya itu yg penting
    dan terkadang sebagian kita terlalu mempersempit urusan rejeki itu sebatas materi
    padahal masih banyak rejeki dariNya yg lebih dari itu
    nice article & thanks for sharing mbak..
    salam :-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …