Skip to main content

Cemburu yang Tepat Pada Pasangan

Ada yang bilang cemburu itu merupakan bumbu dari sebuah hubungan percintaan. Benar juga kok, sebab rasa cemburu bisa membuat sebuah hubungan menjadi lebih berwarna (tak berjalan datar), dan cemburu juga seringkali dianggap sebagai bentuk dari rasa keperdulian atau cinta. Seperti apa sih, cemburu yang tepat pada pasangan itu? Berikut ini beberapa kriteria cemburu yang tepat :

1.  Menyadari bahwa cemburu itu bukanlah hal yang positif

Pertama, kita harus menyadari bahwa rasa cemburu itu bukanlah suatu hal yang positif, meski bukan hal yang terlarang untuk kita rasakan. Kita boleh cemburu, tapi jangan sampai kita menganggap rasa cemburu itu sebagai hal yang baik. Ini untuk mengendalikan rasa cemburu kita. 

2.  Mengatakan kecemburuan kita dengan bijak pada pasangan

Saat kita cemburu, sebaiknya katakan secara terbuka pada pasangan mengenai apa yang kita rasakan. Sebab memendam rasa cemburu juga tak baik untuk kesehatan batin kita, serta tak baik juga untuk kelangsungan hubungan kita dengan pasangan. Selain itu, dengan mengatakan kecemburuan kita pada pasangan, ini bisa membuat pasangan menjadi lebih mengerti kita, sebab ia akan belajar memahami sifat cemburu kita. Tapi, katakan kecemburuan kita tersebut dengan bijak, tak perlu pakai emosi (marah-marah).

3.  Cemburu pada tempatnya

Cemburu yang tepat adalah cemburu yang kita rasakan bukan pada sembarang orang, melainkan pada orang yang memang layak untuk dicemburui (karena alasan yang kuat). Cemburu yang tak pada tempatnya, misal : kita cemburu pada saudara sepupu perempuan suami kita, atau cemburu pada semua teman kerja perempuan suami kita. 
Sumber gambar : knowledgeoverflow.com

4.  Tak berlebihan 

Boleh cemburu tapi jangan sampai berlebihan, kita tetap harus tau batas. Cemburu bisa menjadi bumbu dalam hubungan percintaan, jika kadarnya pas, namun jika kadarnya berlebih, maka rasanya bukan jadi bumbu lagi tapi racun. Jangan juga terlalu mudah cemburu, karena dicemburui terus-menerus tentunya akan membuat pasangan kita merasa capek hati. 

5.  Tak sampai menyebabkan pertengkaran besar

Jangan sampai kecemburuan kita menyebabkan pertengkaran hebat. Cukup diselesaikan dengan pembicaraan, tak perlu sampai melibatkan emosi tinggi, hingga kemudian terjadi pertengkaran besar. 

Gimana nih, cemburu yang kamu rasakan pada pasangan sudah tepat atau belum? 

Comments

  1. Kalau aku mak biasanya kalau mau bilang cemburu sambil bercanda sama suami...hehehe

    ReplyDelete
  2. dulu saya suka cemburu sama suami, ternyata malah menyiksa diri sendiri.
    sekarang suka cemburu juga sih, yang penting saya ungkapkan saja kecemburuan saya dan tidak terlalu berlebihan, itu yang membuat hati nyaman :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip mbak, harus punya kontrol ya kalaupun cemburu :)

      Delete
  3. Kalau aku saking blak-blakannya, terkadang saat cemburu pun cerita. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus tapi mbak, kan jujur ;) asal cara menyampaikannya aja yang baik, hehe..

      Delete
  4. Kalo aku sampe skrg masih suka susah kontrol cemburu q mba, bahkan dgn saudara sepupu perempuan suamiku.. karena suami sdkt perhatian ke dia aja aku cemburu.m bukan tanpa alasan karena dia sdh dewasa dan dia tinggal di rumah mertua aku. Jadi saya hrus gmn ya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, kalau memang ada hal-hal yang diluar batas kewajaran dalam hubungan mereka, Mbak sebagai istri tentu punya hak untuk mengingatkan suami. Coba dibicarakan Mbak, kecemburuan sebaiknya diungkapkan pada pasangan (dengan cara yang tepat) untuk kemudian dicari solusinya, agar tak merusak hubungan Mbak dan suami ke depannya.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…