Skip to main content

Dengan Belajar, Maka Kita Akan Berkembang

Meski belajar lebih identik dengan lembaga pendidikan atau sekolah, kenyataannya, belajar merupakan sebuah proses yang berlangsung seumur hidup kita. Ada proses belajar yang kita lakukan dengan sadar, tapi ada juga proses belajar yang tanpa kita sadari ternyata hal itu adalah proses belajar. Proses belajar yang kita lakukan dengan sadar adalah saat kita belajar di sekolah, belajar di tempat kursus, belajar private dengan seorang mentor, dan lain-lain. 

Sedangkan proses belajar yang tak kita sadari, adalah kehidupan itu sendiri. Saat ada ujian, di situlah kita belajar sabar. Saat kita kehilangan, di situ kita belajar ikhlas. Atapun saat kita diberi kebahagiaan, di situ kita belajar bersyukur. Artinya, proses belajar akan selalu ada selama kita hidup. 

Belajar membuat kita tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik. Yang awalnya tak tau menjadi tau, awalnya tak bisa menjadi bisa, awalnya hanya bisa kemudian menjadi ahli. Itu semua kita dapatkan melalui proses belajar. 

Sumber gambar : goodhousekeeping.com

Belajar juga bisa membuat kita lebih bersemangat dalam hidup, yaitu saat kita belajar suatu hal yang baru di mana kita memiliki ketertarikan terhadapnya. Apakah itu belajar memasak, belajar membuat kerajinan tangan, belajar desain pakaian, belajar bisnis, ataupun belajar bahasa Arab. Apapun itu, jadikanlah belajar sebagai proses yang membuat kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi :) 

Comments

  1. Belajar dari pengalaman itu adalah guru yang terbaik..:)

    ReplyDelete
  2. benr banget mak, tak ada kata terlambat untuk belajar apapun. Sekecil apapun pelajaran itu pasti ada sesuatu yang bisa kita ambil hikmahnya

    ReplyDelete
  3. Singkat, padat dan benar adanya.. Kalo gak belajar yah tetap disitu2 aja kali ya Mak.. :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…