Skip to main content

Haters, Tak Perlu Ditanggapi Terlalu Serius

Sumber gambar : coolchaser.com

Istilah haters rasanya baru dikenal beberapa tahun belakangan ini ya, belum terlalu lama juga kok. Zaman saya kuliah, 8 tahun lalu, saya belum pernah dengar ada istilah ini. Haters itu sendiri artinya pembenci atau orang-orang yang membenci / tak suka pada sesuatu. Para selebritis merupakan orang-orang yang tak asing lagi dengan istilah yang satu ini. Sebab, setiap selebritis pasti memiliki penggemar (fans) dan juga ada saja haters-nya. 

Kalau orang biasa seperti saya, alhamdulillaah tak mengalami yang namanya punya haters. Eh, kecuali ada haters tersembunyi ya, yaitu mereka yang tak suka pada kita tapi tak menunjukkan secara terang-terangan. 

Ada berbagai macam cara yang dilakukan seseorang pada para haters-nya. Ada yang serius menanggapi, dengan memberikan reaksi-reaksi setiap kali ada haters yang menyerangnya (misal : saat haters memberikan komentar-komentar buruk di akun jejaring sosial kita, kemudian kita membalasnya dengan emosi). Ada juga yang santai menyikapi para haters, dengan cara menanggapinya namun tak terlalu serius. Maksudnya, kita hanya menganggap haters bagian dari orang-orang yang memperhatikan kita, dan kita menanggapi komentar-komentar 'pedasnya' dengan cara santai dan santun.

Sebenarnya, haters memang sebaiknya tak perlu ditanggapi terlalu serius. Seseorang yang memiliki haters bukan berarti ia adalah orang yang buruk, justru sebaliknya, bisa jadi semakin baik dan sukses diri kita, maka semakin banyak pula orang yang tak suka atau iri pada pencapaian kita. Sebaiknya, introspeksilah dulu diri kita, apakah ada hal-hal yang memang salah dari perbuatan kita, jika ada perbaiki. Namun, jika ternyata para haters itu menyerang atas perbuatan kita yang sebenarnya tak salah, maka tak perlu menanggapi mereka secara serius ;)

Comments

  1. Bener mbak, makasih da share kalo haters ga perlu ditanggapin. Tapi memang bener ya, online dan offline..terang2an ato sembunyi2..haters tetep ada :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, selalu ada pro dan kontra terhadap apa yang kita lakukan :)

      Delete
  2. aku pernah beberapa kali dapat komentar dari haters
    menyakitkan sih...
    tapi buat instropeksi juga sebenernya
    supaya kita bisa lebih baik lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau dilihat dari sisi positif pasti ada hikmahnya ya mbak ;)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …