Skip to main content

Jadilah Diri Sendiri Saat Menulis

Pada masa awal-awal saya menulis di blog, saya rasa tulisan saya masih labil. Saya belum menemukan warna tulisan yang 'saya banget'. Kadang kalau saya lihat tulisan A, saya pengen tulisan saya seperti tulisan A. Saya lihat tulisan B, saya pengen tulisan saya seperti tulisan B. Kadang saya juga merasa kurang percaya diri dengan tulisan saya. Tapi, lama kelamaan saya mulai menemukan diri saya dalam tulisan saya. Saya yang tak pandai berbasa-basi, lebih suka to the point, tak suka melebih-lebihkan sesuatu, rasanya tergambarkan di dalam tulisan-tulisan saya. 

Saya lebih suka memakai kata-kata yang bisa dipahami banyak orang, dengan menghindari istilah-istilah yang membuat kita harus mencari artinya di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), sehingga tulisan saya bisa dimengerti oleh anak SD sekalipun. Saya lebih banyak menghindari bahasa gaul, karena saya pikir bahasa gaul bisa saja mengalami pergantian, di beberapa puluh tahun mendatang. Sedangkan saya berharap, tulisan saya bisa dimengerti oleh siapapun sampai puluhan tahun mendatang, bahkan lebih. 

Saya juga menghindari tulisan yang terlalu panjang, dengan harapan orang lain bisa mengambil hikmah dari tulisan saya hanya dalam waktu yang singkat. Ini juga menggambarkan diri saya saat membaca, yang memang lebih menyukai tulisan singkat namun inspiratif. 


Sumber gambar : pinterest.com

Itulah diri saya dalam menulis. Meski begitu, saat menulis untuk urusan pekerjaan, seringkali tulisan saya harus disesuaikan dengan permintaan. Tapi, saya tak lagi melihat tulisan orang lain sebagai ukuran harus seperti apa tulisan saya. Saya adalah saya. Saya punya warna sendiri. Saya juga mencoba mengapresiasi tulisan saya, dengan tak merendahkan diri sendiri, misal : menganggap tulisan saya tak bagus. Percayalah, setiap orang memiliki karakter masing-masing dan warna tersendiri dalam menulis. Bagus atau tidaknya sebuah tulisan itu relatif, tergantung selera pembaca. 

Setiap tulisan pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Yang terpenting, jadilah diri sendiri saat menulis. Temukan warnamu sendiri yang membuat tulisanmu mewakili dirimu. 

Comments

  1. Aku juga masih harus banyak belajar & berlatih nulis nih, Mak... Seringnya masih suka kepanjangan tulisannya, hehe... Harus belajar lebih efektif :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, gak apa mak, kan ada juga yang suka tulisan panjang :)

      Delete
  2. Makasih Makkkk... ngena banget tulisannya :)

    ReplyDelete
  3. Betul mak..be your self in your writing...:)

    ReplyDelete
  4. Gaya menulis bisa terpengaruh dari bacaan yang sering kita konsumsi. Tapi saat kita membuat tulisan, nggak akan sama persis dengan gaya tulisan yang sering dibaca. Pasti ada "rasa" yang akan jadi ciri khas. Setuju banget dengan artikel ini. Jadi, intinya adalah berlatih nulis terus menerus. Makanya saya senang ada blog, jadi terpacu terus untuk berlatih menulis:)

    ReplyDelete
  5. Saya termasuk yang blogger yang masih sana sini mbak, belum menemukan ini lho saya.
    Tapi saya tak mau berhenti belajar menulis. Harus tetap semangat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak, latihan teruuus :) Yuk, yuk, yuk..

      Delete
  6. Sepertinya masih harus terus belajar menulis ini ~_~ katanya tulisan seseorang itu menggambarkan diri orang tersebut, tapi sepertinya bener ya hehehe....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…