Skip to main content

Jangan Merespon Sesuatu Saat Kita Emosi

Sumber gambar : dreamstime.com

Setiap harinya, selalu adaaa saja hal-hal yang membuat emosi kita naik. Apalagi, bagi kita yang memang memiliki sifat emosional, yang begitu mudah terpancing emosinya. Ibaratnya, disenggol sedikit saja langsung marah meledak-ledak. Hehe, repot ya? Masalahnya, gak mungkin dong, kita bisa selalu menghindari faktor-faktor pemicu emosi. Karena kita gak bisa mengendalikan tingkah laku orang lain sesuai dengan keinginan kita.  

Jadi, yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan diri kita sendiri, yaitu dengan mengatur bagaimana cara kita merespon sesuatu di sekeliling kita. Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk bisa meredam emosi kita, dan untuk menghindari hal-hal negatif yang seringkali terjadi saat kita emosi, yaitu jangan merespon sesuatu di saat kita sedang benar-benar emosi ataupun merespon sesuatu yang membuat kita semakin emosi.

Saat kita sedang emosi, kita sedang tak dalam kondisi rileks, kita seringkali tak bisa berpikir jernih pada saat itu. Nafsulah yang mendominasi diri kita. Maka dari itu, kita kerap menyesali apa yang kita lakukan saat emosi, apakah berupa kemarahan, keputusan yang salah, maupun tindakan kekerasan yang kita lakukan. (Misal : seorang ibu yang sangat kesal terhadap anaknya, seringkali memukul anaknya sebagai pelampiasan emosinya). 

Maka, saat kita terpancing emosi, tunggulah sampai emosi kita reda baru kemudian kita memberi respon. Jangan katakan apapun, jangan berbuat apapun, dan jangan membuat keputusan apapun di saat kita sedang benar-benar emosi. Ya, itu kalau kita benar-benar ingin yang terbaik :) 




*Self reminder*

Comments

  1. justru itu yang sulit.. kadang tak hanya respon, tapi juga keputusan yg diambil pd saat emosi.. gimana caranya mak bisa nulis satu postingan setiap hari? keren deh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komitmen aja mbak, ingin berbagi manfaat setiap hari :) kalau udah terbiasa rutin posting, jadi gak enak kalau gak posting sehari aja.

      Delete
  2. aku biasanya kalau lagi emosi pasti menyendiri mbak, menenangkan hati dulu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, harus menjauh dari orang2 supaya tenang :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…