Skip to main content

Kekerasan Itu Menimbulkan Luka Batin

Saya pernah beberapa kali mendengar secara langsung, kisah mengenai tindak kekerasan yang dilakukan pria terhadap wanita. Tindak kekerasan itu bukan dilakukan oleh orang asing, namun oleh orang terdekat wanita tersebut, katakanlah suami atau kekasih mereka. Bahkan, ada kejadian yang sampai menyebabkan seorang wanita menderita luka yang sangat parah karena tindak kekerasan kekasihnya, hingga wanita itu harus masuk rumah sakit.


Sumber gambar : galleryhip.com

Bisa jadi kalian pun sudah pernah mendengar kisah yang kurang lebih sama seperti itu. Di media cetak ataupun media elektronik beberapa kali kejadian seperti itu dibahas secara cukup rinci, sehingga membuat kita yang mendengarnya ikut bergidik miris. Tapi, tahukah kamu apa yang paling sulit bagi mereka yang mengalami tindak kekerasan? Memaafkan dan melupakannya, ini yang paling sulit. Luka fisik bisa saja sembuh total setelah beberapa waktu, namun luka batin bisa jadi tak akan pernah sembuh. 

Sebelum bisa melupakan, kita harus lebih dulu memaafkan pelaku tindak kekerasan tersebut. Memaafkan berarti kita ikhlas menerima kejadian buruk itu, sebagai bagian dari takdir hidup kita. Memaafkan artinya kita berlapang dada, untuk menghilangkan rasa benci yang kita rasakan terhadap pelaku kekerasan itu. 

Ini sama sekali bukan hal yang mudah. Tentu ada pergolakan batin, di mana amarah, sedih, dan keterpurukan, membuat emosi kita menjadi tak stabil. Namun, satu yang harus kita yakini, memaafkan adalah jalan terbaik bagi kita untuk move on dari semua rasa sakit yang ada. Memaafkan dengan tulus akan melegakan hati kita, dan menghilangkan kebencian. (Note : Memaafkan bukan berarti kita memberi kesempatan untuk orang itu melakukan hal yang sama pada kita).

Setelah kita mampu memaafkan, kita juga harus melewati satu proses lagi, yaitu melupakan. Melupakan bukan berarti kita menghapusnya dari memori otak kita -sebab ini tak akan mungkin-. Melupakan artinya kita berusaha untuk tak mengungkit-ngungkit lagi kejadian tersebut, yang bisa membuat emosi kita memburuk. Melupakan berarti kita melepaskan kenangan-kenangan buruk dari hati dan pikiran kita. Let it go :)

Akhirnya, setelah berhasil memaafkan dan melupakan, tutuplah lembaran lama, buka lembaran baru dalam kehidupan kita. Jangan biarkan kejadian buruk yang kita alami membuat masa depan kita suram. Move on, bangkitlah, pasti bisa!

Comments

  1. Semoga terhindar dari hal ini ya...amin
    Tfs mak

    ReplyDelete
  2. Luka juga sering membuat kit menjadi kuat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, karena kita belajar untuk bangkit dan menghadapinya :)

      Delete
  3. pernah mengalami nih, bukan tindakan fisik sih tapi lebih ke perasaan
    awal-awal sih memang susah untuk diterima, tapi ya berusaha memaafkan dan menerima dengan ikhlas, lama-lama sudah bisa melupakan tanpa harus mendendam :)

    ReplyDelete
  4. Luka batin bagi sebagian perempuan bahkan bisa permanen. Beruntunglah yang bisa move on.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, ada sebagian orang yang kesulitan untuk move on..

      Delete
  5. ngeri ya mak...beberapa teman mengalami dan traumanya masih ada sampai sekarang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sebagian ada yang mengalami trauma mendalam.

      Delete
  6. Semoga kita semua terlindungi dari bahaya kekerasan. Juga melakukan kekerasan ya mak.
    salam hangat..

    ReplyDelete
  7. jangankan kekerasa fisik, kekerasan non fisik juga bagi wanita kadang2 masih teringat2...

    ReplyDelete
  8. Butuh proses yang panjang memang, utk sebuah luka hati. Apalagi kalau ngomongin ikhlas. Ckup lamaaa yo, Mbak.

    ReplyDelete
  9. Semoga tidak ada lagi yang namanya kekerasan baik fisik dan psikis menarik sekali ada kata "Melupakan berarti kita melepaskan kenangan-kenangan buruk dari hati dan pikiran kita" trims sharing nya mba

    ReplyDelete
  10. Untung yaa... Allah mengizinkan perceraian. Apa jadinya kalau bertahun tahun di lalui dengan sakit hati? Selain itu bisa menimbulkan trauma juga buat anak. Walllahu a"lam...

    ReplyDelete
  11. perempuan memang sering jadi objek kekerasan.

    ReplyDelete
  12. duh..bener sekali itu mbaaak...
    To forgive & forget...

    Terkadang sulit menyembuhkan luka di hati kalo kita tidak belajar mengikhlaskannya yah mbaaak...

    Mudah2an aja kita terhindarkan dari hal2 seperti ini yah mbaaak..

    ReplyDelete
  13. Saya terhenyak baca tulisan ini. Di sekitar kita masih banyak orang yang jadi korban kekerasan suami atau kekasihnya. Sedih, tapi gak bisa berbuat apa2.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…