Skip to main content

Membayangkan Berada di Posisi Orang Lain

Betapa tak mudahnya untuk kita bisa pintar memahami orang lain. Jangankan memahami orang lain, terkadang memahami diri sendiripun tak mudah, lho. Saat kita ingin memahami orang lain dengan baik, kita membutuhkan rasa keperdulian, pengertian, rasa tenggang rasa, kesabaran, juga kebaikan dalam diri kita. Jika kita tak memiliki semua itu, maka akan sangat sulit untuk kita bisa memahami orang lain dengan baik. 

Kebanyakan orang tentu akan menempatkan dirinya sendiri terlebih dahulu dibanding orang lain. Begitupun saat kita memikirkan sesuatu atau memberi pandangan terhadap orang lain. Biasanya, kita akan berpikir dari sudut pandang kita dulu ("kalau saya akan begini/begitu", "kalau saya akan melakukan ini/itu", dll), atau menilai orang lain dari sudut pandang kita -padahal kita tak mengalami apa yang orang lain rasakan-.

Nah, kalau sudah ada egoisme kita yang muncul, maka memahami orang lain, akan jadi lebih sulit. Padahal memahami orang lain sangatlah diperlukan, agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih bijak, lebih dewasa, dan juga lebih baik tentunya. 

Sumber gambar : pixgood.com

Ada cara yang bisa kita lakukan, untuk bisa mempermudah saat kita ingin memahami orang lain. Yaitu dengan membayangkan diri kita berada di posisi orang lain. Tempatkan diri kita di posisi orang lain yang ingin kita pahami. Bagaimana jika kita yang mengalami apa yang orang tersebut alami. Tapi tetap ya, harus pakai hati, pakai rasa empati kita, dan keperdulian kita. Kalau enggak mah, mau membayangkan sampai kapan juga, gak bakal paham-paham (kalau cuma sekadar membayangkan), hehe. 




*Self reminder*

Comments

  1. Terkadang emang sulit.... tapi kita harus coba..., untuk pribadi yang lebih baik..kenapa kita gak coba... ya kan,,?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mbak..mudah-mudahan kita bisa menjadi pribadi seperti itu, aamiin.

      Delete
  2. belajar berempati ya mbak?
    sangat penting untuk membantu seseorang yang sedang kesusahan ya Mbak, kita jadi bisa ikut merasakan kesedihannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sama dengan belajar berempati mbak :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…