Skip to main content

Membela Diri Bukan Berarti Membalas Perbuatan Buruk

Saat kita merasa disakiti oleh orang lain, seringkali ada rasa kesal yang membuat kita merasa ingin membalas perbuatan orang tersebut. Kalau kita menuruti emosi, pasti sudah terjadi 'perang' saat itu juga. Tapi, itu kan kalau kita menuruti emosi, Kalau kita menuruti akal sehat kita, apa iya itu yang terbaik? Apa iya, masalah akan selesai dengan cara membalas perbuatannya? Apa iya, kita bakalan dapat manfaat dari perbuatan kita tersebut? Big no, dear

Yang jelas, membalas perbuatan orang lain yang menyakiti kita dengan perbuatan buruk juga, sama sekali gak akan bikin kita jadi lebih baik. Ini yang pasti. Jadi tinggalkan sikap seperti itu. Ya, meski sebenarnya kita diperbolehkan untuk membalas perbuatan orang lain terhadap kita dengan perbuatan yang serupa, tapi..perlu diingat, bahwa memaafkan orang yang telah menyakiti kita adalah yang TERBAIK. 


Sumber gambar : shutterstock.com

Terus harus gimana dong, diam aja gitu? Enggak juga, karena diam belum tentu jadi sikap yang terbaik. Ada saatnya untuk diam, dan ada saatnya juga untuk membela diri. Membela diri bukan berarti kita membalas dengan perbuatan buruk, membela diri artinya kita tau gimana caranya kita menyikapi perbuatan orang lain terhadap kita. Membela diri juga bisa diartikan sebagai bentuk mempertahankan harga diri, serta eksistensi (keberadaan) diri kita. 

Terkadang, sikap diam saat kita disakiti orang lain, justru merupakan sikap yang salah. Misalnya nih, ada orang yang memukul kita bertubi-tubi padahal kita gak melakukan kesalahan besar, apakah kita hanya diam? Diam di saat seperti itu, sama saja dengan membiarkan orang lain melakukan kedzaliman, karena kita membiarkan kejahatan. Yang harus kita lakukan saat itu, yaitu membela diri, jangan mau menjadi pelampiasan emosi orang lain, kita bertanggung jawab melindungi diri kita sendiri. 

Comments

  1. Daku jg kadang nggak diem aja mak..kalau sudah terlalu terlala terlili..ya udh daku jawabin aja deh...didiemin malah menjadi jadi...
    Tfs ya mak :)

    ReplyDelete
  2. Aku juga selalu ngajarin anak2 kayak gitu sih mbaaak...
    Kalo ada yang isengin, kalo masih bisa di toleransi ya diemin aja,
    Tapi kalo emang udah mengganggu banget, harus berani untuk membela diriii...

    Setuju mbaaak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, harus tau kapan waktunya membela diri ya mbak :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…