Skip to main content

Mencintai Diri Sendiri Itu Harus

Tentu kamu udah pernah dengar kalimat, 'Sebelum mencintai orang lain, cintailah dulu dirimu sendiri'. Kalimat ini sekilas nampak sepele, tapi jika kita pahami lebih jauh, kalimat ini memiliki makna yang besar meski kerap kita sepelekan. Kita lebih sibuk untuk mengetahui bagaimana caranya mencintai orang lain, dibanding bagaimana caranya kita mencintai diri sendiri. 

Bahkan, bisa jadi masih ada orang yang bingung mengenai maksud dari mencintai diri sendiri, apa manfaatnya, dan bagaimana caranya. Mencintai diri sendiri, maksudnya yaitu kita menyayangi, mengasihi, dan peduli pada diri kita sendiri. Termasuk adanya rasa menerima diri kita apa adanya (mencakup kelebihan dan kekurangan), bangga dan bersyukur dengan apa yang Allah berikan pada kita. 

Sumber gambar : firstcovers.com

Sama halnya seperti saat kita mencintai orang lain, di mana kita berusaha menerima apa adanya mereka dengan senang hati, menghargai mereka, dan kita juga berusaha memberikan yang terbaik bagi orang yang kita cintai. Begitu pula seharusnya sikap kita pada diri sendiri. Sayangi diri kita, dengan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan kita lahir dan batin. Berikan yang terbaik untuk diri kita, agar kita bisa hidup sehat secara fisik, mental, emosional, dan spiritual. Kita adalah orang yang wajib mencintai diri kita.

Melakukan hal-hal yang positif, serta menghindari hal-hal yang negatif bagi diri kita, ini juga termasuk cara mencintai diri sendiri. Manfaat dari mencintai diri sendiri, tentunya kita akan menjadi pribadi yang positif, kita akan menjadi pribadi yang bukan hanya menarik dari luar tapi juga dari dalam. Kenapa begitu? Tentu, karena rasa cinta itu yang membuat kita bersinar. 




*Self reminder*

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …