Skip to main content

Menerima Perselingkuhan Pasangan, Bisakah?

Sumber gambar : lifestyle.kompasiana.com

Jika pasangan (istri atau suami) kita berselingkuh, apakah harus selalu berakhir dengan perceraian? Tentu tak demikian, karena ada pasangan yang kemudian bisa menerima sebuah perselingkuhan. Tentunya bukan hal yang mudah untuk bisa move on dari sebuah pengkhianatan. Tapi, bukan hal yang mustahil, sebuah pernikahan yang dinodai dengan perselingkuhan, bisa kembali harmonis. Berikut ini adalah hal-hal yang harus dilakukan oleh pasangan suami istri yang ternodai oleh perselingkuhan, namun ingin kembali menyatukan pernikahan : 

Bagi pihak yang diselingkuhi :

1.  Ikhlas dengan takdir

Perselingkuhan yang kita alami, merupakan bagian dari takdir hidup kita, yang mau tak mau dan suka tak suka harus kita terima. Perselingkuhan memang bukan hal yang baik, tapi tentu semua hal ada hikmahnya, seburuk apapun kejadian itu. Cobalah untuk ikhlas menerimanya, ini bisa membantu kita untuk lebih berdamai dengan keadaan. 

2.  Betul-betul memaafkan 

Berusahalah untuk memaafkan pasangan kita yang berselingkuh. Cobalah untuk betul-betul tulus memaafkannya. Tulus memaafkan, artinya kita berusaha untuk tak membenci pasangan kita akibat perselingkuhan tersebut. 

3.  Berusaha melupakan

Yang sudah terjadi, ya sudahlah. Kejadian buruk yang sudah terjadi tak akan bisa kita ubah. Berusahalah untuk pelan-pelan melupakannya, dengan cara tak mengungkit-ngungkitnya lagi. Tak ada gunanya kita mengingat-ingat kejadian buruk, justru bisa mengganggu emosi kita.

4.  Anggaplah perselingkuhan sebagai kekhilafan pasangan kita

Jangan menganggap perselingkuhan tersebut sebagai sebuah keburukan pasangan, sebab hal itu bisa membuat kita jadi membenci atau malah merendahkannya. Anggaplah perselingkuhan tersebut sebagai sebuah kekhilafan pasangan kita. Di mana setiap orang tentu tak luput dari kekhilafan.  

5.  Introspeksi diri

Jadikan kejadian perselingkuhan tersebut sebagai reminder bagi kita untuk introspeksi diri. Bisa jadi ada hal-hal dari diri kita yang menjadi pemicu perselingkuhan tersebut. Meski alasan perselingkuhan -apapun itu- tak bisa dibenarkan, tapi jika kita bisa belajar untuk memperbaiki diri dari kejadian tersebut, ini adalah hal yang baik. 

Bagi pihak yang berselingkuh :

1.  Taubat

Taubat dari perbuatan tersebut adalah hal pertama yang harus dilakukan. Taubat artinya kita berhenti dari perbuatan tersebut dan kembali kepada jalan yang benar. Taubat yang benar juga harus diiringi dengan rasa menyesal akan perbuatan buruk yang telah kita lakukan.

Sumber gambar : inspirably.com

2.  Introspeksi diri

Pihak yang berselingkuh adalah pihak yang bersalah, dan paling bertanggung jawab untuk memperbaiki diri setelah perselingkuhan tersebut. Berusahalah untuk kembali menjadi istri / suami yang baik. 

3.  Memahami perubahan pasangan pasca perselingkuhan

Pasca perselingkuhan terjadi, adalah hal yang wajar jika terjadi perubahan sikap pada pasangan kita (misal : pasangan menjadi bersikap 'dingin'), sebab bagaimanapun perselingkuhan tentu membuat pasangan kita terluka. Dan bukan hal yang mudah untuk bisa move on dari rasa terluka tersebut dalam waktu singkat. Pasti ada proses yang membutuhkan waktu agar semua bisa berjalan dengan normal kembali.

4.  Berusaha meraih kembali kepercayaan pasangan 

Pasca perselingkuhan, tentu tak semudah itu pasangan kita bisa kembali percaya pada kita seperti sebelumnya. Maka kita harus berusaha untuk kembali meraih kepercayaan tersebut. Hindarilah hal-hal yang bisa membuat pasangan kita curiga pada kita. Bersikaplah terbuka dan jujur padanya. 

5.  Hindari mengulangi kesalahan yang sama 

Sebisa mungkin hindari hal-hal yang bisa menjerumuskan kita pada kesalahan yang sama. Misal : tinggalkan lingkungan pergaulan yang tak baik, tinggalkan teman-teman yang tak baik. Sebab bukan tak mungkin kita digoda oleh hal-hal negatif, yang bisa membuka kesempatan untuk berselingkuh kembali.

Yang paling penting dan harus digaris bawahi, harus ada kerjasama dan usaha dari kedua belah pihak (suami dan istri) untuk sama-sama memperbaiki hubungan :)

Comments

  1. hmmmm berat Mak...semoga kita dijauhkan dari hal-hal yg seperti itu ya :)

    ReplyDelete
  2. Berusaha meraih kepercayaan lagi, tentunya perlu kesabaran ya... Sebab ada yang tak mau mengerti kalau pasangannya butuh waktu untuk menormalkan kembali sakit hatinya.

    ReplyDelete
  3. memaafkan tapi sulit melupakan mak... itu masih dibilang memaafkan gak mak? susah lupanya soalnya.... :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Susah lupanya sudah berapa lama mbak? Kalau baru sebulan berlalu, rasanya masih wajar kok :) Tapi kalau udah hitungan tahun belum bisa move on dari mengingat2 kejadian buruk, rasanya mbak butuh usaha lebih kuat untuk melepaskan hal tersebut. Memaafkan di mulut berbeda sama memaafkan di hati :) Cobalah untuk benar2 ikhlas, jangan membenci apapun dan siapapun. Gini deh, tiap kali mbak teringat kejadian buruk itu, kendalikan pikiran mbak, relaks, dan katakan pada diri anda sendiri "saya mengikhlaskan kejadian itu, saya tak membenci apapun, saya melepaskan kejadian buruk itu", atau bisa juga pilih kalimat lain yang semacamnya. Katakan berulang2 dengan relaks, sampai mbak merasa tenang. Cobalah mbak ;) Melupakan sesuatu bukan berarti kita menghilangkannya dari pikiran kita, karena tak mungkin kita menghapus memori dari otak kita. Melupakan disini artinya mbak melepaskan kejadian2 buruk yang pernah terjadi, let it go mbak..

      Delete
  4. semoga kita terlindungi dari perbuatan hina tsb.
    mak, aku suka template blog dirimu :)

    ReplyDelete
  5. makanya sebagai seorang muslim kita dilarang untuk ikhtilat (campur baur laki-laki dan perempuan) salah satunya untuk menghindari selingkuh. Dan juga menjaga pandangan supaya gak ketarik sama tukang bajak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tukang bajak, mbak? *gak ngerti* :p hihi..

      Delete
  6. sebulan yg lalu sy dapati istri selingkuh..
    pedih rasanya hati ini....
    walaupun begiti saya memilih memaafkannya....
    karena saya berfikir tanggung jawab saya untuk membimbing istri kembali ke jalan yg lurus... menjadi istri&ibu terbaik,menjadi wanita yg dirindu syurga karena keshalehannya...
    Tapi yg jd masalah,ketika sy sendiri,sy suka teringat kembali.... pedih dan sakit saat bayang2 itu menghiasi pikiran.
    wajarkah ini terjadi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf telat, ya. Memaafkan adalah tindakan yang mulia. Wajar saja, karena otak kita punya memori, yang bisa mengingat kembali setiap hal yang meninggalkan kesan mendalam di hati kita. Namun jangan berlarut-larut. Jika kita sudah memaafkan, maka berusahalah untuk tidak mengungkit-ungkit kembali, meski hanya di dalam pikiran.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…