Skip to main content

Mengharapkan Orang Lain Mengerti Emosi Kita?

Meski kita seringkali mendengar kalimat "Karena wanita ingin dimengerti" ; "Wanita hanya ingin dimengerti", dan yang semacamnya, padahal tentu bukan hanya wanita yang merasa ingin dimengerti, lelaki juga pastinya demikian. Setiap orang pada dasarnya memiliki keinginan untuk dimengerti, terutama oleh orang-orang di sekitarnya, khususnya pasangan kita. 

Sumber gambar : dreamstime.com

Kita seringkali mengharapkan orang lain mengerti emosi kita, meskipun kita tak mengatakannya sekalipun. Misalnya, saat kita sedang bad mood, kita ingin pasangan kita bisa ngeh kalau kita lagi bad mood. Saat kita sedang marah, kita ingin pasangan kita bisa mengerti kemarahan kita. Saat kita sedang memiliki masalah, kita ingin pasangan kita bisa mengerti permasalahan kita, meski kita tak mengatakan semua isi hati kita padanya. 

Pernahkah merasa begitu? Seolah-olah kita mengharapkan pasangan kita untuk mengerti emosi kita dan kemudian melakukan sesuatu yang kita harapkan. Apakah itu menghibur (saat kita sedang bad mood), mengambil hati kita (saat kita sedang marah padanya), atau membantu kita sesuai dengan yang kita harapkan (saat kita sedang ada masalah). Aneh ya, kita yang memiliki perasaan, namun kenapa bergantung pada orang lain untuk meredakan perasaan atau emosi kita? 

Emosi kita adalah tanggung jawab kita, orang lain tak bertanggung jawab atas apa yang kita rasakan. Sebab, setiap perasaan yang ada di hati kita, hanya akan terjadi jika kita sendiri yang mengizinkannya. Kita yang memiliki kendali atas perasaan kita sendiri. Jadi, jangan mengharapkan orang lain bisa benar-benar mengerti kita melebihi diri kita sendiri, dan jangan bergantung pada orang lain untuk meredakan emosi kita. 




*Self reminder*

Comments

  1. Hmm.. kalau 'tanduk' nya lagi keluar, gimana ya Mak.. selalu ingin dimengerti aja.. hihi

    ReplyDelete
  2. iya mbak, kita selalu minta dihargai dan dimengerti...kita selalu berharap orang lain bertingkahlaku sesuai yg kita mau...
    bagi saya itu benar2 sesuatu yg harus dihindari mbak, karena kita tidak bisa menuntut orang lain utk berbuat seperti yg kita mau :)

    ReplyDelete
  3. jadi self reminder buat diri sendiri juga nih

    ReplyDelete
  4. iya ya mba, kadang kita suka pengen di mengertiin ajaaa...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …