Skip to main content

Menunggu Ia Mengerti

Saat ini usia Alia sudah 3 tahun lebih, September tahun ini ia baru genap 4 tahun. Tapi, sampai saat ini, ia belum terlalu mengerti soal keadaan orangtuanya. Dia belum terlalu mengerti tentang arti keluarga, bahwa orangtua itu ada ayah, ada ibu. Pernah beberapa kali saya memberitahu soal ayahnya yang tak ada di dekatnya, karena ia tak tinggal di sini, ia berada jauh, di luar Jawa. Tapi tanggapannya masih 'mengambang', sepertinya ia memang belum menangkap apa yang saya katakan. 

Tapi, saya pikir ini wajar. Usia Alia memang masih terlalu kecil untuk mengerti soal ini. Meski ada beberapa anak yang di usia 3 tahun sudah bisa menanyakan soal keberadaan ibu atau ayahnya -bagi orangtua yang bercerai-, namun saya yakin setiap anak tentu berbeda perkembangannya. Alia memang belum pernah bertanya soal ayahnya. Akhirnya, saya memutuskan untuk tidak dulu menceritakan soal keadaan saya dan ayahnya Alia yang sudah bercerai. 

Saya menunggu ia mengerti. Saya khawatir, jika saya memaksakan membahas sesuatu yang memang ia belum mengerti, ia malah merasa tak nyaman. Saya berharap di usianya yang ke 4 atau 5 tahun nanti, ia sudah mulai lebih mengerti. Jadi, saat ia memasuki sekolah nanti, ia tak bingung saat ada teman sekolahnya yang menanyakan keberadaan ayahnya. 

Sumber gambar : tumblr.com

Apapun status kita sebagai ibu, apakah single mother atau bukan, saya yakin kita semua punya lika-liku masing-masing dalam membesarkan anak. Bagi seorang single mother seperti saya, memang ada PR untuk membuat anak bisa menerima perceraian orangtuanya dengan besar hati, juga agar mereka (anak yang orangtuanya bercerai) tak memandang keadaan dirinya sebagai bentuk kekurangan. Sebab, pada akhirnya segala yang terjadi akan jadi takdir terbaik, selama kita menyikapi dan menghadapinya dengan baik :) 

Comments

  1. Semoga nanti perlahan anak paham dg kondisi ortu skrg ya, Mbak. :)

    ReplyDelete
  2. Tetap semangat mba semoga diberi kekuatan dalam membesarkan putrinya

    ReplyDelete
  3. Sabar ma, Perlahan nanti pasti Alia mengerti keadaan orang tuanya. Mak Arifah yang sabar untuk selalu mendampingi dia nanti dia bertanya. Semangat mak :)

    ReplyDelete
  4. Inshaa Allah, nanti kalau Alia udah agak gede, udah dijelasin, udah ngerti kondisinya ya mak...kiss kiss Alia..

    ReplyDelete
  5. Aaakh...aku jadi lebih mengerti perasaan almarhumah mama-ku dulu deh mbak...

    Papa ku udah meninggal sebelum aku lahir, dan waktu kecil aku tinggal bareng Mama dan nenek-ku sama om & tante juga tuh..

    Tapi sepertinya dulu aku juga gak pernah 'ngeh' kalo aku gak ada papa-nya soalnya di rumah selaluuu rame dan banyak orang, mungkin perasaan Mama ku sama seperti mbak juga yah...

    Seingatku sih kayaknya aku 'ngeh' soal kondisiku yang ternyata gak ada papa nya sekitar SD-an gitu deh mbak, ketika banyak anak yang diambilin raport sama ayah-nya...

    Insya Allah dedek Alia pasti akan mengerti yah mbaaak..turut mendoakan juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, ternyata Mak Erry dibesarkan oleh seorang single mother juga ya :) Aku juga, ayahku meninggal waktu aku usia 4 tahunan.
      Aamiin, makasih yaaa..

      Delete
  6. Kalo Dija,
    Ibu meninggal waktu melahirkan Dija

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tetap semangat ya, sayang :) Banyak banget yang sayang sama Dija. Dija juga beruntung punya tante yang sangat sayang sama Dija..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…