Skip to main content

Patah Hati yang Menguntungkan

Patah hati memang menyedihkan. Perasaan kita rasanya jadi tak karuan. Mau makan tak enak, mau tidur tak enak, mau kerja tak enak, mau jalan-jalan juga tak enak, pokoknya apa-apa serba tak enak. Sebab, hati dan pikiran kita lagi terfokus pada rasa sakit dan sedih akibat patah hati. Namun, tak semua patah hati itu harus kita sedihkan, karena ada juga patah hati yang malah menguntungkan kita. 

Patah hati yang menguntungkan adalah patah hati yang sebenarnya mendatangkan keuntungan bagi kita ke depannya, yaitu saat kita bisa terlepas dari sebuah hubungan yang memang tak baik untuk dilanjutkan. Misalnya, jika ternyata orang yang kita cintai tersebut bukanlah orang yang baik, tentunya tak baik juga untuk kehidupan pernikahan kita nanti. 


Sumber gambar : livelifehappy.com

Selain itu, ada juga sebuah hubungan yang memang tak sehat untuk dilanjutkan, misalnya : pasangan terlalu posesif, adanya tindak kekerasan, seringkali terjadi pertengkaran, dan lain-lain. Bukankah hubungan yang seperti ini juga tak baik untuk kehidupan pernikahan kita? Lalu, kenapa harus bersedih kalau kita terlepas darinya? :) Justru seharusnya kita bersyukur.

Pasti ada masanya, di mana kita bersedih dan menangis akibat patah hati. Namun jangan berlarut-larut. Bersyukurlah saat patah hati, anggaplah saat itu Allah sedang melindungi kita, dengan melepaskan kita dari seseorang yang memang tak baik untuk kehidupan kita. Allah Maha Mengetahui.  

Comments

  1. bener banget. kalo ga serasi biasanya Allah yang pisahkan.
    semoga Allah karuniakan pasangan yang membawa ke surga ya, mba. :')

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …