Skip to main content

Pelan Tapi Yakin, Kecil Tapi Kontinu


Sumber gambar : shiftindonesia.com

Dalam meraih sebuah impian atau untuk sampai pada tujuan kita, kita pasti memiliki rencana-rencana berupa langkah-langkah atau tindakan apa yang akan kita ambil demi mencapainya. Biasanya, pada awal kita membuat rencana, kita begitu bersemangat dan antusias terhadap apa yang akan kita lakukan pada saat itu. Karena begitu bersemangatnya, kita kadang terburu-buru mengambil langkah.

Kita merasa sebuah langkah yang besar akan membuat kita lebih cepat sampai di tujuan (impian) kita. Kita lupa, bahwa tak ada seorangpun yang tau, berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk sampai pada tujuan kita. Meski kadang kita juga memiliki target waktu dalam meraih sebuah impian, tapi hasil akhirnya, tentu hanya Allah yang menentukan. 

Masalahnya, kadang kita belum sampai di tujuan kita, tapi sudah merasa lelah, jenuh, dan kehilangan semangat. Parahnya, hal seperti ini jika dibiarkan bisa membuat kita mundur, dan akhirnya kita tak pernah sampai pada impian kita. Hal seperti ini bisa jadi karena kita terlalu mempush kemampuan kita di awal, sehingga di tengah perjalanan kita sudah merasa lelah. 

Yang paling baik adalah mengambil langkah pelan tapi yakin, atau kecil tapi kontinu. Keyakinan dan kontinuitas inilah yang paling penting dalam usaha kita mencapai impian kita. Tak perlu langkah atau tindakan yang besar dan muluk-muluk, kecuali memang jika kita sangat yakin seyakin-yakinnya dan siap dengan segala risikonya. Sebab, semakin besar langkah atau tindakan kita tentunya semakin besar pula risikonya. 

Ambil sebuah langkah kecil yang benar-benar kita yakin dalam menjalankannya, tak usah terburu-buru, lakukan dengan tenang namun meyakinkan. Perjalanan kita bisa jadi masih sangat panjang, jadi atur energi kita, agar tak cepat lelah di awal perjalanan. Lakukan terus dengan penuh konsistensi, jangan pernah berhenti. Konsistensi atau ketekunan kita kelak akan berbuah keberhasilan :) 

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …