Skip to main content

'Perayaan Sederhana' untuk Menciptakan Quality Time Dalam Keluarga

Seringkali, karena adanya kesibukan pekerjaan, maupun rutinitas kita sehari-hari, waktu-waktu bersama dengan keluarga menjadi tak berkualitas. Sekalipun setiap hari kita bertemu dengan keluarga di rumah, belum tentu kita bisa menciptakan waktu bersama keluarga yang berkualitas (quality time). Quality time adalah waktu yang kita luangkan bersama keluarga untuk melakukan hal-hal yang bernilai / berarti, karena ada rasa kebersamaan, keakraban, yang pada akhirnya membuat para anggota keluarga merasa bahagia.

Sumber gambar : ecards.myfuncards.com

Kesibukan kerap membuat hubungan antar anggota keluarga menjadi 'dingin' atau cuek. Setiap hari bertemu, tapi tak ada obrolan 'hangat' yang berarti, tak ada ada canda tawa atau saling tukar cerita yang membuat hubungan antar anggota keluarga menjadi semakin harmonis. Jika itu terjadi, apa yang harus kita lakukan? Carilah waktu-waktu yang tepat untuk menciptakan quality time dalam keluarga.

Salah satunya yaitu dengan membuat sebuah perayaan sederhana setiap kali kita bertemu dengan hari-hari spesial. Misal : pada hari lahir anggota keluarga ataupun hari pernikahan. Jadikan waktu-waktu tersebut sebagai alarm bagi kita untuk meluangkan waktu bersama keluarga, dan menciptakan quality time.

Saya menyebutnya perayaan sederhana, karena dalam Islam memang tak ada ajaran untuk merayakan hari kelahiran, ataupun hari pernikahan. Apalagi jika perayaannya itu mendekati kemubadziran, maka ini jelas tak diperbolehkan. Maka dari itu, anggaplah sebagai perayaan sederhana, dalam arti bukan perayaan yang berlebihan, tapi hanya mengadakan acara kumpul keluarga untuk makan bersama, berbagi cerita dan kebahagiaan, serta memberi hadiah (kalau mampu).

Tapi tentunya semua disesuaikan dengan kemampuan, dan kalaupun kita mampu untuk makan di tempat mewah, dan mengundang begitu banyak orang, sebaiknya kita harus ingat untuk menghindari kemubadziran, serta jangan sampai perayaan ini menjadi sebuah pesta. Tetaplah sederhana :)

Manfaat dari acara kumpul bersama keluarga seperti ini, yaitu untuk mempererat hubungan antar keluarga, agar hubungan dengan keluarga menjadi harmonis. Sebenarnya, tak perlu menunggu datangnya hari-hari spesial untuk membuat acara kumpul bersama keluarga. Namun, kita terkadang suka lupa dan menunda-nunda sesuatu, maka dari itu jadikanlah hari-hari spesial dalam hidup kita sebagai alarm untuk menciptakan quality time bersama keluarga. 



*Self reminder*

Comments

  1. keluarga saya jg termasuk yg suka bikin perayaan sederhana... yg penting ngumpul :)

    ReplyDelete
  2. kalau aku biasanya sabtu minggu waktu buat keluarga mbak, pas suami libur jadi bisa jalan-jalan bareng ato makan di luar :)

    ReplyDelete
  3. yang penting saat quality time, jauhkan gadget kecuali untuk ambil foto...karena terbukti smartphone mendekatkan yg jauh dan menjauhkan yg dekat hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …