Skip to main content

Pribadi yang Bermasalah, Membutuhkan Pertolongan

Betapa seringnya kita melihat dan mendengar tindakan kekerasan atau kejahatan yang kemudian ramai-ramai berita tersebut kita sebarkan, kita komentari, dan juga kita hakimi dengan penilaian-penilaian buruk, bahkan tak jarang banyak pula orang yang mengeluarkan sumpah serapah pada pelaku kejahatan tersebut. Ya, kita tentu mengutuk perbuatan keji yang dilakukan oleh manusia-manusia tersebut. 

Tapi, bukan dengan cara menghakimi melalui kata-kata yang kadang tak kalah kejinya. Bukan juga dengan cara menghakimi langsung, seperti : memukulinya secara beramai-ramai. Sebab, kekerasan yang dibalas dengan sebuah kekerasan, atau kejahatan dibalas dengan kejahatan, bukanlah sebuah penyelesaian. 

Sebenarnya, para pelaku kejahatan dan kekerasan itu sendiri adalah korban. Mereka merupakan korban dari nafsu jahat yang telah menguasai diri mereka, yang mana diri mereka sendiri tak sanggup untuk melawannya. Para pelaku kejahatan tersebut termasuk pribadi yang bermasalah. Masalah mereka yaitu ketidakmampuannya mengendalikan nafsu jahat dalam diri mereka. 


Sumber gambar : satukomunitas.com

Oleh karena itu, para pelaku kejahatan seharusnya kita beri pertolongan, bukan caci maki apalagi menghakimi dengan cara kekerasan. Kejahatan di dunia ini sudah sangat banyak, tak perlu ditambah lagi dengan membalas para pelaku kejahatan tersebut dengan kekerasan. Bayangkan, kalau satu perbuatan jahat dibalas lagi dengan perbuatan jahat maka akan ada dua kejahatan kan? Begitu seterusnya, maka yang terbaik adalah meluruskan pelaku kejahatan tersebut, agar kejahatan tak semakin berkembang.

Cara menolong para pelaku kejahatan, yaitu dengan cara membantu mereka untuk bisa kembali ke jalan yang benar. Jika di sekitar kita ada pribadi-pribadi yang bermasalah, tak perlu menghakimi mereka, apalagi dengan cara kekerasan, tapi berikan pertolongan. Jika memang belum sanggup memberikan pertolongan, maka doakan mereka agar bisa kembali ke jalan yang benar. 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…