Skip to main content

Tak Apa Bertengkar, Asal...

Bertengkar bagi pasangan suami istri, bukanlah hal yang buruk jika terjadi masih dalam batas wajar, tak berlebihan, dan juga tak terlalu sering. Dan pastinya tak ada adu fisik ya, jadi murni hanya berselisih kata-kata. Setiap manusia tentu punya pikiran dan pendapat masing-masing, dan ketika dua orang berbeda pendapat, lalu diiringi dengan sedikit emosi, maka terjadilah pertengkaran. Sebenarnya, tak apa kok bertengkar, asal...

1.  Menghindari Perkataan Cerai

Perkataan cerai dalam Islam, bukanlah perkataan yang bisa kita anggap sepele, sebab kata cerai yang diucapkan secara sadar oleh seorang suami, bisa membuat jatuh talak dalam pernikahan tersebut. Tapi bukan hanya suami saja yang harus berhati-hati pada ucapan cerai, pihak istri juga harus berhati-hati, jangan sampai mudah meminta cerai saat bertengkar dengan suami. Bisa saja pada saat itu suami mengiyakan, dengan mengucap, 'ya sudah, saya ceraikan kamu'. Maka jatuhlah talak. Kata cerai sebaiknya tak diucapkan pada saat kita sedang emosi (bertengkar), tapi harus melalui pertimbangan dan pemikiran yang matang.

2.  Jangan Emosi Berlebihan

Meski bertengkar, bukan berarti harus mengeluarkan emosi berlebihan. Sebab, emosi berlebihan tak akan mendatangkan manfaat apapun, justru bisa membuat situasi semakin buruk. Tahanlah emosi saat pertengkaran sudah mulai memuncak. Jika tak berhasil, tenangkan diri dulu baru kemudian lanjutkan pembicaraan. 

3.  Membicarakan Masalah Secara Terbuka dan Jujur

Usahakan untuk selalu bersikap terbuka dan jujur, sebab kebohongan (sesuatu yang ditutup-tutupi) cepat atau lambat akan terbongkar juga, yang malah bisa memperparah hubungan kita dengan pasangan. 

Sumber gambar : mainstreet.com

4.  Fokus Terhadap Masalah

Jangan memperlebar masalah dengan mengungkit hal-hal di luar masalah yang saat ini sedang dihadapi. Usahakan tetap fokus pada masalah, untuk menghindari masalah / pertengkaran yang lebih besar. 

5.  Hati-hati Saat Menceritakan Masalah Dengan Orang Lain

Sebaiknya, jangan mudah menceritakan permasalahan kita dengan pasangan kepada orang lain. Kalaupun kita memerlukan saran dari orang lain, pilihlah seseorang yang bisa bersikap objektif (netral/tak memihak salah satu pihak), bisa dipercaya (bisa menjaga rahasia), dan juga memiliki kemampuan untuk memberi saran yang baik.

6.  Ambil Jalan Keluar yang Adil

Usahakan untuk memilih jalan keluar yang adil (jalan tengah) bagi kedua belah pihak, agar tak ada pihak yang merasa dirugikan. Bagaimanapun, dalam hubungan rumah tangga sebaiknya ada kesepakatan dan toleransi. 

7.  Jangan Keluar Dari Rumah

Jangan biarkan permasalahan menjadi berlarut-larut, karena tak dicari solusinya. Ini bisa menjadi bom waktu, yang satu saat akan meledak dan menghancurkan rumah tangga. Saat bertengkar, jangan sampai ada pihak yang keluar / meninggalkan rumah. Ini seringkali tak menyelesaikan masalah, malah membuat keadaan suami istri semakin renggang.

Rumah tangga yang baik, bukanlah rumah tangga yang pasangan suami istrinya tak pernah bertengkar, tapi mereka yang selalu bisa menyelesaikan pertengkaran dengan damai :)

Comments

  1. Yup, setuju mak. Terutma yg itu, fokus ke masalah, biar nggak ngelantur kemana mana, bukannya nyelesein msalah, eehhh mlah nambahin msalah. Curhat donk nih ?. Nggaaakkk...nggak salah..hehe
    Tfs y mak :)

    ReplyDelete
  2. wuaa, hmm, belum nikah jadi.. belum kebayang :))

    ReplyDelete
  3. Masalah suami istri memang sebaiknya diselesaikan berdua. Seminim mungkin melibatkan orang lain yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, tapi ada kalanya kita benar2 butuh bantuan nasehat dari orang lain, cuma ya itu, harus teliti pilih orang :)

      Delete
  4. Nice share Mak. Persiapan buat saya nikah nanti hehe! :)) Tfs ya Mak

    ReplyDelete
  5. Aku belum nikah, sih... Tapi nice tips :)

    ReplyDelete
  6. Betul bgt mak, hati2 membicarakan masalah dgn orang lain sedahsyat apapun masalah kita. jadi pelajaran banget buat saya..apalagi saya ini ekspresif. emosi bisa terliat langsung di wajah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, saya juga kadang suka susah nyembunyiin emosi :p

      Delete
  7. saya, klo lg jauh pas lg bertengkar sama suami, pikiran suka meliar kmana2... makanya mending diem, drpd kirim sms atau wa ga jelas... krn biasanya pas ketemu lgsg & liat wajahnya, emosi bs lbh mereda & marahnya pun terarah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, mending gitu ya supaya gak makin besar masalahnya :)

      Delete
  8. dulu waktu awal-awal nikah sering banget mak berantem...masih adaptasi kali ya :D
    sekarang sudah jarang, sudah bisa saling memahami :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah ya mak, mudah2an semakin harmonis, aamiin.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…