Skip to main content

Teman yang Baik Versi Saya

Semua orang tentu akan bahagia jika memiliki teman yang baik dalam hidupnya. Teman yang baik bukan hanya mereka yang bersikap baik saat kita bersamanya, tapi lebih dari itu. Berikut ini beberapa kriteria teman yang baik menurut versi saya :

1.  Nyaman Saat Bersamanya

Teman yang baik, tentunya adalah teman yang kita merasa nyaman berteman dengannya, nyaman menghabiskan waktu bersamanya, nyaman bercerita padanya, dan lain-lain, begitupun sebaliknya.

2.  Jujur dan Terbuka

Artinya, kita dan teman kita sama-sama akan saling bersikap apa adanya, saling bisa berterus terang, dan tak menutup-nutupi sesuatu. 

3.  Bisa Dipercaya

Maksudnya, saat kita membicarakan sesuatu yang sifatnya pribadi, maka teman yang baik bisa menjaga kerahasiaan cerita kita itu dengan baik. Dia juga bisa dipercaya saat kita memberinya sebuah amanah.

4.  Tak Berbicara Buruk Tentang Kita Pada Orang Lain

Dalam arti, dia bisa menjaga perasaan kita dan menghargai kita. Saat dia memiliki keluhan tentang diri kita, maka dia memilih untuk membicarakannya langsung pada kita, dibanding membicarakannya dengan orang lain.

Sumber gambar : etsy.com

5.  Berbagi Suka dan Duka

Teman yang baik, bukan hanya mereka yang hadir saat kita sedang bahagia, tapi juga akan tetap hadir saat kita sedang dalam masa sulit.

6.  Murah Hati

Murah hati, artinya mereka akan ikhlas membantu kita, bahkan tanpa kita memintanya. Teman yang baik adalah mereka yang menawarkan bantuannya begitu tau kesulitan kita. Murah hati juga berarti ia tak akan pelit ataupun bersikap hitung-hitungan terhadap kita. 

7.  Tetap Menjalin Komunikasi Meski Berjauhan

Teman yang baik akan selalu berusaha menjalin kontak satu sama lain, meski terhalang oleh jarak yang jauh sekalipun. Ini untuk menjaga agar hubungan pertemanan bisa terus berjalan baik, dan juga sebagai bukti bahwa kita saling perduli satu sama lain.

Mudah-mudahan kita semua bisa menjadi teman yang baik, dan mendapatkan teman yang baik pula, aamiin :)

Comments

  1. Setujuuu emaakkkk....
    Hhhh...baca postingan,u bikin daku kangen ma sohib2 geje daku nih mak...lama sudh tak bersua...
    Tfs ya mak :)

    ReplyDelete
  2. Kalau bertemannya ihlas, pasti terpenuhi unsur-unsur itu,ya Mak...:)

    ReplyDelete
  3. saat kita mau curhat, tidak curhat duluan hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, curcol ini ya :p Iya juga mak, harus seimbang dalam pembicaraan :)

      Delete
  4. aamiin...
    jadi inget sama temen-temenku nan jauh disana mak

    ReplyDelete
  5. teman yang membuat kita lebih baik...
    kalo temannya baik, kita jadi ketularan baik ya Tante?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul :) Sifat baik itu menular soalnya..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …