Skip to main content

3 Simple Ways to 'Take it Easy' (Don't Be Emotional)

Sikap emosional seringkali merugikan kita. Bukan hanya diri kita, tapi juga merugikan orang-orang di sekitar kita. Setiap manusia memang punya kecenderungan untuk memiliki sikap emosional, karena manusia dikaruniai emosi dalam dirinya. Ada orang-orang yang pintar mengendalikan emosi, dan ada orang-orang yang tak pintar mengendalikan emosi, sehingga muncul lah sikap emosional tersebut. 

Meski kita sudah berusaha untuk mengendalikan emosi, kenyataannya, dalam keseharian akan tetap kita temukan hal-hal atau orang-orang yang memicu emosi kita. Berikut ini ada tiga cara sederhana yang bisa kita lakukan saat ada kejadian yang memicu emosi kita, agar kita bisa bersikap lebih tenang / santai dalam menanggapi kejadian tersebut.

1.  Just smile


Sumber gambar : shutterstock.com

Hal pertama yang kita lakukan adalah tersenyum. Saat kita tersenyum, rasa emosional dalam diri kita akan langsung berkurang. Jika kita tak bisa tersenyum secara fisik, cobalah untuk tetap tersenyum dalam hati, dan ubah ekspresi emosionalmu (cemberut, muka datar, tatapan tajam, dll) dengan ekspresi yang lebih cerah dan damai.

2.  Take a deep breath and be quiet, get relax


Selanjutnya, tarik nafas dalam secara perlahan, dan diamlah (ini disebut juga relaksasi). Tak perlu bereaksi atau merespon sesuatu yang malah akan membuat kita menjadi terpancing emosi. Cobalah minimal satu menit untuk relaksasi hingga kita merasa tenang, damai, dan santai.

3.  Don't be so serious, take it easy

Seringkali kita menjadi emosi karena pikiran kita sendiri yang terlalu cemas, takut, atau negatif. Pikiran-pikiran seperti ini memicu kita untuk lebih emosional. Maka dari itu cobalah untuk berpikir lebih santai dan tenang. Jangan persulit keadaan dengan pikiran-pikiran yang sulit. Mudahkan pikiranmu maka segalanya akan menjadi lebih mudah pula.

Jadi, saat kita merasa mulai terpancing emosi, cobalah ketiga hal di atas. Senyum, tarik nafas dalam dan diamlah, kemudian santaikan pikiran kita :) Silahkan dicoba, ya.




*Self reminder*

Comments

  1. Mbak Arifah, ini reminder juga buat saya yang gampang emosian. Barusan hp saya jadi korban. Gini ini ujung-ujungnya cuma bisa dibikin nyesel. :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah2an gak sampai terulang ya, mbak :) Jadiin pembelajaran aja..

      Delete
  2. Nah ini saya juga perluuu pisan! Soalnya gampang ngambek, hehe... thank for the reminder :)

    ReplyDelete
  3. kalo saya, mungkin no 3 ngena banget :)

    ReplyDelete
  4. Aku banget ituuuuh yang sering gak sabaran mbaaak, dan akhirnya kemudian itu kulkas jadi korban hehehe...

    Kalo boleh nambahin satu lagi yah mbak, ketika sedang emosi sebaiknya hindari social media supaya gak keceplosan :))

    Makasih buat sharenya yah mbak, Insya Allah akan dipraktekan, terutama yang bagian take a deep breath ituh :))

    *kebeneran ini fathir abis mengobarak abrik kotak mainan dan langsung kabur kerumah temennya pas disuruh beresin*
    *tarik napas dulu*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaah? Kulkas diapain, ditendang? Hihi.. Ah, iya betul, kalau lagi marah gak boleh update status, bisi nulis yang enggak2 :p

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…