Skip to main content

Berpikir Ulang Tentang Hubunganmu dengan Dia, Saat Bertemu Kondisi Ini

Pernikahan yang harmonis dan langgeng, merupakan dambaan semua orang, termasuk saya, dan kamu juga, kan? :) Salah satu cara yang bisa kita lakukan yaitu dengan memilih calon pendamping hidup yang tepat, yang kita benar-benar yakin dengannya. Ungkapan 'lebih baik patah hati sebelum menikah dibanding cerai setelah menikah', ini benar juga, lho.

Jadi, jika sebelum menikah ada hal-hal yang membuat kita harus berpikir ulang tentang hubungan kita dengan dia, bisa jadi itu pertanda bahwa memang hubungan kita dengannya tak baik untuk dilanjutkan. Lalu, kondisi apa saja sih, yang membuat kita harus berpikir ulang pada saat itu? 

1. Tak seiman

Hal ini berlaku khususnya bagi perempuan. Sebab, dalam Islam perempuan di larang untuk menikah dengan lelaki non muslim. Tetapi, bagi lelaki, ia diberi kelonggaran untuk bisa menikahi perempuan non muslim. Maka dari itu, jika kita (perempuan) tak seiman dengan calon suami kita, pertimbangkan kembali untuk menikah dengannya, apakah kita siap menanggung segala risiko/dosanya? 

2. Orangtua tak meridhai/merestui (dengan alasan yang realistis)

Ridha orangtua kita adalah ridhanya Allah. Meski setelah menikah ridha seorang perempuan ada pada suaminya, tapi sebelum menikah, ridha Allah berada pada orangtuanya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan pernikahan yang berkah, salah satunya adalah dengan mendapat ridha dari orangtua kita. 

3. Ada keraguan dalam hati kita / tak yakin

Perasaan ragu merupakan perasaan tak baik, yang seharusnya tak ada saat kita akan menikah. Jika ada perasaan itu, bisa jadi itu merupakan tanda bahwa hubungan kita dengannya harus dipertimbangkan kembali.

4. Dia ringan tangan

Jika pasangan kita memang terbukti merupakan orang yang ringan tangan (kerap melakukan tindak kekerasan), bisa saja satu saat kita jadi korban dari perbuatan kasarnya. Sebab, sikap ringan tangan termasuk sikap yang tak mudah untuk dihilangkan dari diri seseorang, apalagi jika itu sudah melekat dalam dirinya.

5. Ada banyak kebohongan darinya


Sumber gambar : smashcutculture.com



Hubungan yang baik harus dilandasi dengan kejujuran dan keterbukaan. Hal ini menjadi modal yang sangat penting agar sebuah hubungan bisa harmonis. Jika sebelum menikah saja calon kita sudah banyak berbohong, sebaiknya kita berpikir kembali untuk melanjutkan hubungan dengannya, kecuali kita siap untuk terus-menerus dibohongi lagi. 

6. Ada sikap / kebiasaannya yang sulit kita terima

Apakah dia memiliki kebiasaan yang sangat mengganggu bagi kita? Misal : dia sangat jorok, sementara kita termasuk orang yang selalu menjaga kebersihan. Jika sebelum menikah hal ini sudah sering menimbulkan masalah bagi hubungan kita dengannya, maka sebaiknya pertimbangkan kembali untuk menikah dengannya. 

7. Tak ada rasa simpatik terhadapnya

Jika kita percaya bahwa cinta bisa tumbuh belakangan (maksudnya setelah menikah), kenyataannya tak selalu demikian. Setidaknya, pastikan bahwa orang yang kita nikahi adalah orang yang kita memiliki rasa suka atau simpatik terhadapnya. Sebab, rasa cinta -minimal rasa simpatik- menjadi modal kuatnya sebuah hubungan dalam pernikahan. 

8. Dia kerap memaksamu menuruti kemauannya

Orang yang kerap memaksakan kehendaknya, adalah ciri bahwa ia bukan orang yang baik. Apalagi jika diiringi dengan sikap kasar dan ini terjadi berulang-ulang. Ini tanda bahwa orang tersebut tak bisa mengendalikan emosi dan keegoisannya. 

9. Kerap ada firasat / petunjuk tak baik tentang dirinya

Jangan abaikan firasat yang benar-benar muncul dari hati kita, terutama jika ini terjadi berulang-ulang. Bisa jadi ini pertanda bahwa ada hal yang tak baik untuk dilanjutkan. 

Lebih baik berhati-hati dan teliti sebelum menjalani sesuatu, agar tak ada penyesalan nantinya :) Setuju? 

Comments

  1. Pertamaxx ^^
    Yes..yes..saya setuju dengan poin-poin diatas, dan nomor 1 dan 7 adalah 2 poin yang saya terapkan sebelum memberi "lampu hijau" ke orang yang mau mengenal saya lebih jauh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, horeee :p
      Pertamax aku kasih tepukan tangan ya, hihi..

      Delete
  2. Akhir2 ini saya ada knln si tp saya blm sreg sama dia.meski saya udah coba buka diri tetep rasanya kok kyk dipaksain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan pernah menjalani hubungan karena terpaksa mbak :) Gak akan enak nantinya..

      Delete
  3. I get new insight mak. TFS mak..sgt bermanfaat

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …