Skip to main content

Bicara Jujur atau Memendamnya?

Terkadang, ada hal-hal yang sebenarnya ingin kita ungkapkan pada orang lain, tapi kita akhirnya memilih untuk memendamnya. Banyak alasan yang melatarbelakanginya, misal : kita tak ingin orang lain merasa tersakiti dengan omongan kita, kita merasa takut mengatakannya, ataupun khawatir omongan tersebut akan membuat hubungan kita dengan orang yang bersangkutan menjadi tak baik. 

Pada akhirnya kita memilih memendam apa yang ingin kita ungkapkan. Meski sebenarnya mengatakan sesuatu yang jujur secara terbuka bukanlah hal yang salah ataupun buruk. Justru bisa jadi memendamnya adalah sebuah kesalahan. Jika ternyata dengan memendamnya malah menimbulkan kebohongan dalam diri kita. 

Sumber gambar : theconversation.tv

Sebuah kejujuran tak akan pernah mendatangkan kerugian dan tak akan pernah menjadi sesuatu yang salah, selama kita mengungkapkannya dengan baik dan benar. Kejujuran merupakan kebaikan, apalagi jika kita juga memang berniat baik, dalam mengatakan kejujuran tersebut. Masalahnya, apakah kita berani untuk jujur, dan bisa mengungkapkannya dengan cara yang tepat?

Lebih baik jujur daripada memendam sesuatu. Misal, saat kita punya unek-unek pada orang di sekitar kita, lebih baik bilang terus terang, apalagi jika kita tau hal itu akan membawa kebaikan untuk orang tersebut. Asalkan kita menyampaikan dengan baik, dan bijak, insya Allah bisa diterima dengan baik, kok. Tapi, saat niat baik kita tak direspon dengan baik, -meski kita sudah berusaha menyampaikan dengan baik-, ya sudah ikhlaskan :)




*Self reminder*

Comments

  1. memang kadang sulit ya Mbak mengungkapkan kebenaran...termasuk aku Mbak..kadang lidah ini kelu kalau mau ngomong :(

    ReplyDelete
  2. tidak gampang menyampaikan sebuah kejujuran, tetapi memang harus dikatakan ya mbak.. biar clear masalahnya .. dan gak berlarut-larut... tapi kadang saya merasa segan bila jujur itu menyakitkan seseorang ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, suka ada rasa kagok2 dll :p tapi kalau niat kita baik dan cara menyampaikannya tepat, insya Allah diterima dengan baik :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…