Skip to main content

Kekurangan dan Kelebihan Uang, Keduanya Bisa Bikin Kamu Stress

Kita seringkali berpikir bahwa keadaan yang bisa membuat kita stress adalah pada saat kita kekurangan uang. Di saat itulah, kita stress memikirkan bagaimana caranya menutupi kekurangan biaya hidup sehari-hari. Kita stress karena banyak kebutuhan dan keinginan kita yang tak terpenuhi karena kekurangan uang tersebut. Apalagi kalau di tambah dengan adanya tagihan hutang yang belum mampu kita bayarkan. Aduh, tambah stress, deh..


Sumber gambar : maggiedinomemd.com



Tapi, sebenarnya bukan hanya pada saat kita kekurangan uang saja kita bisa merasa stress. Pada saat kita sedang kelebihan uang pun, kita bisa juga dilanda stress. Bahkan tak sedikit pula jumlah orang yang memiliki uang berlebih, dan mereka stress karenanya. Lho, kok bisa sih? Padahal kalau kita membayangkan, ("Wah, orang banyak duit itu enak ya, bisa beli apa aja yang mereka mau, pergi liburan keliling dunia, makan di restoran mewah, nginep di restoran mahal, naik mobil keren..'' *bla, bla, bla), tampaknya mereka bahagia.

Terus kenapa dong, mereka stress? Mereka stress karena tingkat kecemasan mereka semakin tinggi seiring dengan semakin banyaknya uang yang mereka miliki. Stress itu awalnya kan dari pikiran kita yang cemas, bahkan terlalu cemas. Inilah yang memicu stress tersebut. Semakin banyak uang, maka semakin banyak pula yang kita pikirkan, cemaskan, dan takutkan. 

Misalnya, kekayaan membuat kita jadi semakin banyak tekanan dari berbagai pihak, kekayaan membuat kita semakin sibuk dengan pekerjaan / bisnis sehingga kita tak punya waktu untuk bersantai, dan kekayaan juga membuat kita pusing memikirkan bagaimana memutar uang, agar kekayaan itu bisa terus meningkat, dan lain-lain yang berkaitan dengan kecemasan. 

Sedikit atau banyaknya uang yang kita miliki, tak jadi masalah jika kita selalu bisa menyikapinya dengan baik. Saat kekurangan uang, kita memperkuat syukur, usaha, serta doa. Saat kelebihan uang, kita memperbanyak sedekah, syukur, serta ilmu, agar kekayaan yang berlebih tak membuat kita jadi tinggi hati, tamak, serta kikir. 

Dan pastinya, jika kita bisa menyikapi dengan baik, berapapun banyak rezeki yang kita punya, itu akan membuat kita lebih tenang dan terhindar dari rasa cemas berlebihan, yang akhirnya bisa memicu stress :) 

Comments

  1. bener banget mak, serba salah ya manusia itu. kurang mengeluh, lebih stres. Ya Allah, cukupkan kami dengan rejekiMu

    ReplyDelete
  2. Hehe...banyak uang, banyak mau juga ya. Ikutin nafsu ga bakal abis-abis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, banyak uang semakin besar nafsu kita ingin ini dan itu :p

      Delete
  3. Hahaaa betul, keduanya sama nggak baiknya kalau kita nggak tau tujuan punya uang itu untuk apa :))

    ReplyDelete
  4. Seperti kata pepatah ya...bagaikan buah simalakama..punya uang stress apalagi ga punya uang..lebih stress.

    ReplyDelete
  5. Syukuri apa yang ada, dan saat berlebihan.. bagilah, bijaklah...

    ReplyDelete
  6. bersyukur dengan apa yg udah kita punya aja ya mak :)

    ReplyDelete
  7. Money can't buy happinesss ya, mak :) Saya punya pengalaman soal ini. Menolak seorang pria yang ngajak serius buat merit padahal tajir sekaleeeee tapi karakternya yang enggak banget (eh kok curhat). Saya juga enjoy aja berteman denga tean yang biasa2 aja, ga kepo nanyain materi yang dia punya. Happiness is inside (udah ah, tar kebabalasan lagi jadi curcol ini itu)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuul :)
      Apa?? Menolak pria tajir sekaleeeee? hihi, kidding :p
      Ya, yang penting akhlaknya mak, bukan kekayaan.
      Senangnya dirimu mau curhat :D

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…