Skip to main content

Keseimbangan Hidup Akan Membuatmu Benar-benar 'Hidup'

Tak semua orang yang hidup benar-benar bisa menikmati hidupnya dengan baik. Mereka yang tak bisa menikmati hidup, adalah mereka yang sebenarnya tak memiliki keseimbangan dalam hidupnya.

Jika kita terlalu banyak menghabiskan waktu untuk pekerjaan, akhirnya kita tak punya waktu untuk bersantai-santai bersama keluarga atau melakukan me time (meluangkan waktu untuk diri sendiri). Jika kita terlalu santai dalam hidup, tak pernah benar-benar berusaha dan bekerja keras, kita juga akan banyak kehilangan waktu untuk bisa benar-benar sukses. Pada akhirnya, kita seringkali dilanda rasa tak percaya diri, merasa diri tak berguna, atau bahkan stress.

Oleh karena itu, kita perlu keseimbangan hidup untuk membuat kita benar-benar 'hidup'. Keseimbangan hidup ini bisa dicapai jika kita bisa membagi waktu yang kita miliki dan menjalaninya dengan seimbang. Bagilah waktu yang kita miliki menjadi tiga bagian seperti berikut ini :

1.  Bekerja

Gunakan sepertiga bagian dari waktu kita untuk bekerja. Bekerja untuk menjemput rezeki dan berusaha mencapai impian-impian kita. Bekerja bukan hanya untuk kepentingan dunia -mendapatkan materi-, tapi juga untuk kepentingan akhirat, yaitu sebagai ibadah. Oleh karenanya, pekerjaan yang kita lakukan haruslah halal dan diridhai oleh suami atau orangtua. Inilah pekerjaan yang akan membuat kita bahagia lahir dan batin. 

2.  Menikmati hidup


Sumber gambar : mediawebapps.com

Sepertiga waktu berikutnya, kita gunakan untuk menikmati hidup. Misalnya, berkumpul bersama keluarga, meluangkan waktu untuk diri sendiri, mengerjakan hobi kita, menikmati makanan, menikmati ibadah (misal : shalat, baca Al-Qur'an, dzikir) kepada Allah, dan lain-lain. Pada waktu ini, saya katakan waktu menikmati hidup, sebab pada saat ini kita terlepas dari beban / tekanan pekerjaan. Lakukan semuanya dengan relaks dan bahagia, sehingga kita benar-benar menikmatinya.

3.  Istirahat

Dan sepertiga waktu yang terakhir, kita gunakan buat istirahat. Setelah seharian beraktivitas, termasuk bekerja, kita perlu mengistirahatkan tubuh serta pikiran kita. Agar keesokan harinya kita bisa memulai aktivitas kita dengan semangat kembali, maka istirahatkan tubuh dan pikiran kita dalam waktu yang cukup. Usahakan agar tidur kita berkualitas, yaitu tidur yang benar-benar nyenyak, dan bukan hanya tubuh saja yang tertidur, tapi juga pikiran kita ikut terlelap dalam tidur.

Usahakan agar pembagian waktunya seimbang, bisa 8-8-8 (8 jam bekerja, 8 jam menikmati hidup, 8 jam istirahat), atau 7-8-9 (urutan angka bisa kita acak, disesuaikan dengan kebutuhan). Baiklah, selamat mencoba, ya :)



*Self reminder*

Comments

  1. Nice share Mak. Perlu dicoba resep 8-8-8 nya biar hidup lebih seimbang :)

    ReplyDelete
  2. masih belum bisa bagi sepertiganya nih mba,,,separuh bahkan lebih masih untuk kerja saja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, perbaiki mbak :) Supaya hidup lebih seimbang..

      Delete
  3. Yang bikin hidup jadi membosankan salah satunya karena gak ibadah. Dulu aku pernah ngerasa kayak gitu sebelum kenal Islam dengan baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, menikmati ibadah bikin hidup jadi lengkap :)

      Delete
  4. Saya sepakat sekali. Tidak perlu menghabiskan waktu di kantor seharian. Ada memang pembagian waktu yang jelas dan seimbang antara urusan KELUARGA, KANTOR dan Juga PRIBADI. Kadang kita juga perlu waktu untuk memanjakan diri. Jika urusan KELUARGA sudah, Urusan Kantor atau pekerjaan sudah., Ngurus ANak anak sudah. Bolehlah kita memanjakan diri sendiri. Membaca buku, Berlibur, Berbelanja, Apa saja, Insya Allah hidup kita akan ceria. Semua waktu terbagi dengan baik Insya Allah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pak, kalau seimbang pembagian waktunya hidup terasa lebih nikmat..

      Delete
  5. Istirahat juga penting ya. Bisa seimbang antara kerja dan me time.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …