Skip to main content

Keuntungan dari Lebih Banyak Mendengar Dibanding Berbicara

Coba pikir, mengapa kita punya dua telinga, sedangkan mulut kita hanya satu? Jika kita ambil hikmahnya, bisa jadi itu adalah petunjuk bagi kita, untuk lebih banyak mendengar dibanding berbicara. Jangan sampai sebaliknya, di mana kita lebih banyak berbicara namun sedikit sekali mendengarkan. Ada beberapa keuntungan yang kita peroleh dari lebih banyak mendengar dibanding berbicara, yaitu :

1.  Membuat kita lebih pintar

Dengan banyak mendengar, artinya kita banyak menyerap informasi. Apalagi jika yang kita dengarkan adalah ilmu, maka ini bisa membuat kita menjadi pintar. Semakin banyak hal-hal bermanfaat / ilmu yang kita dengarkan, maka semakin meningkat pula kepintaran kita.

2.  Membuat kita lebih bisa memahami orang lain / lebih peka

Saat kita lebih banyak mendengarkan orang lain, itu membuat kita jadi lebih bisa memahami orang lain, dan lebih peka terhadap keadaannya. Sebab untuk benar-benar memahami keadaan orang lain, kita harus tau apa yang mereka rasakan, dan ini bisa kita dapatkan jika kita lebih banyak mendengarkan mereka dibanding kita yang berbicara.

3.  Menahan diri kita dari sikap mudah menghakimi orang lain


Sumber gambar : wikihow.com



Dengan lebih banyak mendengar, otomatis membuat kita lebih bisa menahan diri dari banyak bicara. Karena kita tak bisa menggunakan keduanya secara maksimal secara bersamaan. Jadi, saat kita ingin sungguh-sungguh mendengarkan, kita harus menahan mulut kita untuk tak berbicara, sebab saat kita berbicara, kita tak bisa fokus dan maksimal dalam mendengarkan. Mereka yang bisa menahan mulutnya dari banyak berbicara, biasanya juga bisa menahan diri dari sikap mudah menghakimi orang lain.

4.  Lebih meredam keegoisan diri kita

Menahan diri dari banyak berbicara -untuk lebih banyak mendengarkan-, sama artinya seperti kita sedang belajar menahan keegoisan diri kita. 

5.  Membuat kita lebih bijak

Dan dari semua keuntungan di atas, keuntungan utamanya adalah membuat kita lebih bijak. Karena kita belajar menahan diri, dari mudahnya menghakimi orang lain dan bersikap egois. Selain itu, kita jadi lebih pintar dan pandai memahami orang lain. Kesemuanya itu tentu membuat kita menjadi pribadi yang lebih bijak :) 

Kalau kamu, lebih banyak mendengarkan atau malah lebih banyak berbicara?

Comments

  1. Ih saya jadi ingat pas zaman kuliah bunda, hehehe lebih banyak omong daripada mendengarkan. Apalagi kalau presentasi tidak mau dikalahkan. Makin ke sini makin bertemu banyak orang dan terjun langsung di dunia nyata makin ngerti hatus bersikap seperti apa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, semuanya jadi bahan pembelajaran ya ;)

      Delete
  2. Setuju banget. Bicara cukup yang bermanfaat saja.

    ReplyDelete
  3. Masih banyakan ngomong drpd dengerin, hiks... padahal ada pepatah (dari siapa ya, lupa..), "Talking is only repeating what you have already known. While from listening, you may learn something new."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, aku baru dengar tuh, mbak..quotenya :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …