Skip to main content

Kuatnya Ikatan Batin Antara Ibu dan Anak

Siapa yang menyangkal akan hal ini? Rasanya tak ada ya. Meski kenyataannya ada juga kasus ibu yang menelantarkan anaknya, seorang ibu yang menggugurkan janin yang dikandungnya, ataupun seorang ibu yang menyiksa anaknya. Tapi sebenarnya, di dalam lubuk hatinya yang terdalam, ia pasti tetap memiliki ikatan batin dengan anaknya. Bedanya, mereka yang melakukan kejahatan terhadap anak, telah dikuasai oleh nafsu jahat dalam diri mereka, yang mengalahkan rasa kasih sayang untuk anaknya. 

Tak heran ya, jika seorang ibu memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan anaknya, sebab seorang anak menyatu dalam tubuh ibunya selama kurang lebih 9 bulan. Sebelum anak lahir, seorang calon ibu telah lebih dulu mencintai keberadaan anaknya dalam tubuhnya selama berbulan-bulan masa kehamilan. Ada perasaan luar biasa -yang sulit diungkapkan dengan kata-kata- saat seorang wanita merasakan ada sesuatu yang tumbuh dalam rahimnya. 

Ikatan batin seorang ibu dengan anak, memang telah terjalin sejak anak masih berada dalam kandungan. Saat seorang wanita yang sedang hamil merasa sedih, takut, atau sedang dalam kesulitan, janin juga akan ikut merasakan apa yang ibunya alami. Begitu pula saat wanita hamil merasa senang, bahagia, dan semangat, maka janin pun bisa merasakan hal yang sama. Itu sebabnya wanita yang sedang hamil, selalu disarankan untuk menjaga kesehatan emosionalnya. Karena ikatan emosional / batin antara seorang wanita yang sedang hamil dengan janin begitu kuat. 

Sumber gambar : quotesvalley.com

Dan, setelah anak lahir ke dunia. Ikatan batin justru semakin kuat. Setelah seorang ibu melihat dan merasakan kehadiran buah hati secara langsung, otomatis rasa kasih sayang serta cinta pada anaknya semakin besar. Begitu pula seorang anak, di mana wajah ibu biasanya wajah yang pertama ia hafal. Ibunya adalah orang pertama yang ia sayang dan cintai. Interaksi langsung antara ibu dan anak, juga membuat ikatan batin semakin kuat. 

Itu sebabnya, jadilah ibu yang bahagia, penuh semangat positif, serta optimis, hal itu juga akan dirasakan oleh anak kita :)

Comments

  1. So touching, Mak... jadi pengen nangis, inget perjalanan waktu dengan anak-anak sejak proses dalam tubuh kita sampai kini...:( :( Pantes Allah bilang: "Nikmat Allah yang mana lagi yang kamu pungkiri?"

    ReplyDelete
  2. indriyani:
    aku seorang ibu,yg blm lma melahirkan,,,,ketika ank ku lhir,,,aku iri krn byiku lbh dkt dgn nneknya,,apa ankku akan ttap mencintai aku yg melahirkannya,aku tkut khilangan rsa syng ankku:(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Indriyani..ada perasaan seperti itu sebenarnya wajar, tapi jadi gak wajar kalau berlebihan. Apa mbak bekerja di luar rumah sehingga mbak kurang waktu untuk bersama anak? Meski mbak punya kesibukan, mbak bisa kok berusaha sebisa mungkin untuk tetap punya quality time bersama anak. Sempatkan setiap harinya mbak punya waktu menikmati kebersamaan dengan anak sehingga muncul ikatan yang kuat antara mbak dan anak. Kalau sudah begitu, meski sehari2 anak mbak lebih banyak bersama neneknya, karena mbak bekerja, mbak gak akan kehilangan kasih sayang anak. Bagi seorang anak, kasih sayang ibunya adalah yang paling indah. Sekarang tinggal bagaimana cara dan usaha mbak untuk jadi yang paling spesial di mata anak :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…