Skip to main content

Lepaskan Handphone Dari Tanganmu

Zaman sekarang, handphone seolah menjadi sahabat setia kita. Kemana-mana di bawa, dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, handphone tak pernah jauh dari sisi kita. Bahkan banyak juga yang tetap menyalakan handphone saat kita sedang tidur sekalipun, kemudian menaruhnya di sebelah tempat tidur. Waaah, berarti handphone udah kaya pasangan hidup, nih. Pokoknya selalu ada di dekat kita, dan selalu kita butuhkan. 

Boleh kok pakai handphone, kan banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari penggunaannya. Kalau dulu handphone lebih banyak berfungsi untuk komunikasi, zaman sekarang handphone banyak banget manfaatnya. Apalagi didukung dengan begitu banyak aplikasi bermanfaat. Saat ini, handphone juga bisa menjadi sarana untuk kita mendapatkan uang. 


Sumber gambar : shutterstock.com

Tapi, yang sangat disayangkan adalah saat handphone seperti menempel di tangan kita. Rasanya sulit sekali kita lepaskan. Sampai ketika berbicara empat mata dengan orang lain, kita asyik pegang handphone. Masuk ke masjid, masuk ke kamar pasien (di rumah sakit), di pesawat terbang, sedang menyetir kendaraan, dan hampir di setiap ativitas kita bisa disambi dengan memegang handphone. 

Ah, rasanya kalau sudah begitu kita harus belajar, untuk tau kapan waktunya melepaskan handphone dari genggaman tangan kita. Seringkali kita mengabaikan orang-orang atau hal-hal di sekitar kita karena terlalu 'terpaku' dengan handphone. Handphone bisa membuat kita menjadi tak fokus pada hal-hal di sekitar kita. Padahal, hal-hal di sekitar kita bisa jadi jauh lebih penting untuk kita perhatikan. 

Jadi, bukan hanya handphone yang smart (smartphone), tapi penggunanya yang harus lebih smart :) 




*Self reminder*

Comments

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …