Skip to main content

Mendengar Tapi Tak Menggunakan Hati

Betapa bersyukurnya kita, diberi karunia telinga yang bisa mendengar. Sehingga kita bisa mendengar suara orang-orang yang kita cintai setiap harinya, kita bisa mendengar kicauan burung di pagi hari, gemericik air hujan, alunan ayat-ayat Al-Qur'an serta dzikir yang menenangkan hati. Indahnya suara-suara itu bukan? Alhamdulillaah. Itu semua karena kita memiliki telinga yang bisa mendengar.


Sumber gambar : bookboon.com



Setiap saat kita menggunakan telinga kita untuk mendengar suara ini dan itu. Tak terhitung jumlah suara yang masuk ke telinga kita. Namun, seringkali kita mendengar tapi tak menggunakan hati. Hanya telinga saja yang mendengar, tapi hati kita tak mendengar. Itu sebabnya ada istilah "masuk telinga kanan keluar telinga kiri", artinya apa yang kita dengarkan tak sampai ke hati kita. 

Sehingga kita seringkali tak paham apa yang orang lain rasakan, kita juga tak bisa menangkap dengan baik ilmu-ilmu yang kita dengarkan, termasuk pula saat ada nasehat atau masukan yang disampaikan orang lain pada kita. Semua itu seolah hanya 'angin lalu' yang tak berbekas. 

Betapa seringnya kita menjawab omongan orang lain, namun kita sebetulnya tak benar-benar mengerti apa yang dibicarakannya. Kita mendengar apa yang orang lain katakan, tapi beberapa menit kemudian kita lupa. Itu karena kita tak menggunakan hati kita saat mendengar. 

Maka dari itu, pergunakan hati kita saat mendengarkan. Agar kita tak hanya mendengar, tapi juga memahami, mengerti, dan mendapatkan makna dari setiap suara serta ucapan yang kita dengar. Hadirkan pula hati yang bersih, agar setiap makna dari yang kita dengar dapat masuk ke hati kita, dan kita bisa mengambil manfaat darinya.


"Telinga yang mendengar, namun hanya hati yang bisa memahami apa yang kita dengar". (A.AM)





 *Self reminder *

Comments

  1. Hiks, saya banget, tuh, Mak.
    Terimakasih sudah diingatkan.

    ReplyDelete
  2. Kadang pikiran kita (kita? aku aja kaliiii :D) suka melayang ke mana-mana. Pernah tuh diprotes temen, pas ditanya cuma jawab, hah? gimana, gimana? Lalu kelur protes dari temen, "Teteh........ dengerin aku ngomong ga, sih??" Duh, jangan ditiru, ya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya aku juga suka kaya gitu kalau lagi gak konsen (gak pakai hati) :p

      Delete
  3. Iya juga tu kak, akan saya coba mendengarkan menggunakan hati :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…