Skip to main content

Pikiranmu Akan Membentuk Dirimu

Pikiran merupakan bagian dari diri kita yang sangat penting. Pikiran bisa jadi sumber kekuatan kita, yang membuat kita bisa bangkit, semangat, dan berani dalam menjalani hidup. Tapi pikiran juga bisa jadi melemahkan kita, menghilangkan semangat dan menimbulkan rasa pesimis dalam diri kita. Positif atau negatifnya pikiran kita, sangat mempengaruhi diri kita. 

Sumber gambar : examinedexistence.com

Saat kita berpikir negatif mengenai diri kita sendiri, dan kita berulang-ulang menganggap diri kita negatif, pada akhirnya diri kita benar-benar akan tampak seperti itu. Ini akibat dari pikiran kita sendiri, di mana pikiran yang berulang-ulang (kuat), akan masuk pada hati kita, dan berdampak pada perilaku kita. 

Misalnya, jika kita berpikir bahwa diri kita ini bodoh, dan pikiran ini terus-menerus ada dalam otak kita, pada akhirnya akan mempengaruhi jiwa dan perbuatan kita. Sehingga kita merasa tak percaya diri, ragu-ragu, takut dalam mencoba sesuatu, dan lain-lain. Sikap-sikap seperti itu mencerminkan bahwa apa yang kita pikirkan tentang diri kita sendiri menjadi benar adanya. 

Sebaliknya, jika kita berpikir diri kita pandai (memiliki kemampuan), dan pikiran ini kita ulang secara terus menerus dalam otak kita, kemudian masuk ke dalam hati kita. Akhirnya, cerminan perbuatan kita akan mengikuti pikiran kita. Kita akan merasa percaya diri, yakin saat melakukan sesuatu, memiliki keberanian, dan lain-lain. Sebab, hati kita bisa meyakini dan mempercayai apa yang kita pikirkan. Sehingga kita benar-benar merasa bahwa kita pandai, sesuai dengan pikiran kita.

Pikiran kita akan membentuk seperti apa diri kita. Oleh karena itu, selalu berusaha untuk berpikir positif, termasuk kepada diri kita sendiri (mengenai diri kita sendiri). Pikiran yang positif akan berdampak pada perasaan yang positif dan perilaku yang positif pula. 




*Self reminder*

Comments

  1. Kalau dalam Islam itu Khusndzon ya mba.... berprasangka baik... Dan Allah menurut prasangka hambaNya... Nice posting ^_^

    ReplyDelete
  2. Moga kita selalu bisa berpikir positif baik utk diri sendiri jg utk org lain

    ReplyDelete
  3. Ini juga berlaku pada anak ya mbak, kalo orangtuanya sering melabeli mereka pemalas, bodoh, dll maka yg terbentuk di pikirannya lama-lama seperti itu juga....wal'iyadzubillah....
    kuncinya emang harus senantiasa berpikir positif ^^

    ReplyDelete
  4. Setuju banget mak arifah. Saya berusaha utk selalu positif thinking walaupun kadang ada aja godaan utk punya pikiran negatif. Makasih sudah mengingatkan saya.

    ReplyDelete
  5. perlu berpikir positif , tentunya prilaku kita juga akan positif

    ReplyDelete
  6. we are what we think...semoga bisa terus berfikir positif...

    ReplyDelete
  7. Terima kasih sudah mengingatkan, Mbak..

    Memang benar bahwa apa yang kita pikirkan akan memengaruhi seperti apa kita.. Makanya harus jauh-jauh sama yang namanya pikiran negatif :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Perasaan Mellow

Ngomong-ngomong soal perasaan mellow nih yaaa... Aku juga pernah merasakan mellow, hihi.. Seperti saat aku melihat kehidupanku tak berjalan secemerlang orang lain, atau saat aku merasa jleb ketika melihat kesuksesan orang lain, atau saat aku melihat orang lain begitu bergembira karena bergelimang materi, sementara aku masih harus menahan diri dari membeli banyak hal :p hehe..


Seperti hari ini nih contohnya, barusan aku simak timeline salah satu temanku di sosial media yang menceritakan liburannya keliling kota bersama suami dan anak-anaknya, dan tiba-tiba jleb aja gitu..aku ngerasa sedih :'( *ga sampe mewek siiih* Sedih karena aku udah lama banget ga liburan kemana-mana, karena ga ada budget buat liburan :p Daripada duit aku hamburin buat rekreasi ya mending aku tabungin buat beli rumah, aamiin :)

Menurutku perasaan-perasaan mellow itu normal kok :) bukan perasaan yang membahayakan juga kan, ASAL tak berlebihan yaaa.. Namanya juga manusia yang punya hati dan perasaan. Perasaan suka …