Skip to main content

Saat Terasa Sulit Mengikuti Kemauan-Nya

Manusia sebaiknya menyadari bahwa segala sesuatu adalah milik-Nya, berasal dari-Nya, kemudian akan kembali lagi kepada-Nya, Allah subhanahu wa ta'ala. Kehidupan yang kita jalani merupakan pemberian-Nya, kita hanya sekadar menjalani saja. Kita berkeinginan, tapi Allah yang menentukan keputusan-Nya. Kita berharap, namun Allah yang mewujudkannya. Kita berusaha, namun Allah yang memudahkan kita mendapatkan hasilnya.


Sumber gambar : deviantart.com



Semua itu menunjukkan bahwa pada akhirnya Allah adalah Yang Maha Menentukan. Hidup kita berada dalam kendali-Nya. Tapi, kita wajib berusaha, dan kita juga diberi kebebasan untuk memilih jalan mana yang akan kita tempuh. Tak ada paksaan apapun dari-Nya, kan? Bahkan untuk perkara wajib sekalipun, seperti shalat, kita tak di paksa untuk melakukannya. Jika kita melakukannya, itu atas dasar pilihan kita sendiri. 


Meski hidup kita berada dalam kendali-Nya, tapi kita juga diberi nafsu dan emosi untuk bisa merasa menginginkan atau mengharapkan sesuatu sesuai dengan kemauan kita. Nafsu serta emosi inilah yang kemudian seringkali membuat kita merasa kecewa, sedih, atau bahkan marah terhadap keputusan-Nya. Yaitu saat keputusan-Nya tak sesuai dengan apa yang kita harapkan. 

Ada kalanya terasa begitu sulit saat kita mengikuti kemauan-Nya. Ada kalanya kita merasa ingin mengelak dari kenyataan, meski dalam hati kecil kita tau bahwa segala sesuatu dari-Nya adalah yang terbaik, sebab hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Padahal, semakin kita mengelak maka semakin sulit bagi kita mengikuti kemauan-Nya. Apalagi jika hati kita telah dimasuki oleh hal-hal negatif, seperti su'udzan serta kufur terhadap-Nya.

Ingatlah selalu, dalam hidup, kita mendapat apa yang memang Allah berikan pada kita sebagai takdir dan kebutuhan kita, bukan apa yang kita mau. Sebab, Allah Yang Maha Mengetahui yang terbaik bagi kita. 




*Self reminder*

Comments

  1. jadi ingat film Haji Backpacker. tokoh utamanya itu marah sama Tuhan karena satu hal yg terjadi dlm hidupnya. Namun ia akhirnya kembali dan menemukan Tuhan kembali lewat berbagai perjalanan yg dia lakukan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, aku gak tau film ini mak :p hihi..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Istri kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban???

Masalah uang memang kerap menjadi biang keladi dari ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Suami istri bertengkar mengenai uang bukanlah hal yang aneh, malah rasanya kita udah ga heran lagi kalau uang sering jadi pemicu pertengkaran. Sepertinya sih, bukan suami istri aja yang suka ribut soal uang, anak sama ortu, atau kakak sama adik pun bisa ribut gara-gara uang :p 

Dulu, sebelum aku nikah..mama suka bilang kalau masalah uang bisa jadi sensitif banget buat suami istri. Mama menasehatiku untuk bisa meminimalisir atau menghindari ribut soal uang setelah berumah tangga. Meskipun kenyataannya susaaah bukan main >_< 

Kayanya ga ada ya suami istri yang ga pernah ribut soal uang :p hanya saja tiap rumah tangga berbeda kadar pertengkarannya. Ada yang hanya sekedar ribut-ribut kecil, tapi ada juga yang sampai ribut besar gara-gara uang, bahkan berujung pada perceraian. 



Suami banyak uang, istri ribut minta uang lagi dan lagi..sementara suami ga punya uang, istri ribut minta suami cari uang …

Hati yang Luka Ibarat Kaca yang Pecah

Buat saya, hati yang luka ibarat kaca yang pecah. Saat kaca itu pecah, maka seperti apapun caranya untuk mengembalikan kaca itu seperti semula, maka tak akan berhasil. Kaca itu akan tetap cacat, retak, dan tak bisa kembali seperti sebelumnya. 

***

Saya pribadi gak ingin sampai mendendam ataupun sekadar membenci, saat saya disakiti oleh orang lain. Saya tau tak ada manusia yang luput dari khilaf, apalagi manusia yang imannya masih lemah seperti saya. Kerapkali saat kita melakukan kesalahan, kita gak sadar bahwa kesalahan kita membuat hati orang lain begitu terluka. 

Jadi, saat orang lain menyakiti saya, saya berusaha untuk memaafkannya. Saya berusaha tetap mengharapkan yang terbaik untuk orang yang menyakiti saya, saya juga masih bisa mendoakan kebaikan untuknya. Saya berharap tak ada rasa benci apalagi dendam terhadap orang lain. Na'udzubillah. Perasaan-perasaan buruk seperti benci dan dendam, pada akhirnya malah menjerumuskan hati kita sendiri bukan? 

Emosi-emosi negatif seperti benc…

Teliti Saat Datang Ke Counter Service

Berkaitan dengan postinganku beberapa hari lalu tentang si BB yang bikin galau karena rusak, nah..alhamdulillaah kemaren BB ku sudah kembali beroperasi, kembali ribut dengan notifikasi beberapa menit sekali *saking eksisnya diriku, hihi..lebay*. 

Jadi  gini ceritanya, pas rusak beberapa hari lalu itu aku coba goggling untuk cari tau kira-kira apa penyebab BB ku rusak ga bisa di charge. Berdasarkan hasil goggling sih kayanya konektor charger BB ku yang rusak jadi dicharge ga bisa masuk (ga nyambung).

Aku putusin untuk bawa BB ku ke counter service BB di Cimahi Mall. Sampailah aku di salah satu counter, sebut saja counter A. Aku bilang BB ku ga bisa di charge, terus si penjaga counter tersebut memeriksa keadaan BB ku. Ga berapa lama kemudian, penjaga counter tersebut bilang kalau BB ku konektor chargernya rusak, dan harus diganti. Ahaaa, berarti hasil gogglingku tepat ^^ Ehh, beberapa menit kemudian si penjaga counter bilang lagi kalau batre BB ku juga rusak, katanya udah kembung.. ya ela…